Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KPK Gali Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi soal Mekanisme Pengadaan Iklan

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Jessica Johnson - wahanaberita.com

Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com

KPK Mendalami Mekanisme Pengadaan Iklan Bersama Yuddy Renaldi

Wahanaberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang memeriksa Yuddy Renaldi, mantan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) periode 2019 hingga 2025. Pria tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi terkait pengadaan iklan Bank BJB untuk Tahun Anggaran 2021-2023. Proses pemeriksaan ini menjadi sorotan publik mengingat besarnya nilai kerugian yang diduga terjadi.

Selama proses pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Kamis (13/8/2026), para penyidik fokus mendalami mekanisme pengadaan yang dilakukan. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa fokus utama adalah pemahaman Yuddy terkait proses placement media dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini penting untuk memastikan transparansi dalam penggunaan anggaran perusahaan.

Didalami pengetahuannya yang bersangkutan terkait proses dan mekanisme pengadaan barang dan jasa, yaitu placement media, terkait dengan pengadaan iklan yang dilakukan oleh Bank BJB, ujar Budi Prasetyo.

Kondisi Kesehatan Menghentikan Pemeriksaan

Pemeriksaan yang berlangsung tidak berjalan mulus. Kondisi kesehatan Yuddy menurun secara signifikan sehingga proses harus dihentikan sebelum tuntas. Menurut Budi, pemeriksaan lanjutan masih diperlukan untuk melengkapi proses. Penyidik juga mempertimbangkan faktor kesehatan dalam keputusan untuk belum melakukan penahanan. Riwayat medis serta penyakit yang dialami Yuddy akan dipastikan terlebih dahulu sebelum keputusan final diambil.

Pemeriksaan hari ini belum tuntas, jadi memang masih dibutuhkan pemeriksaan lanjutan terhadap Saudara YR, tambahnya.

Pertimbangan dari penyidik soal kondisi kesehatan dari Saudara YR, untuk kemudian penyidik memutuskan belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan, tegas Budi.

Yuddy Mengaku Mengidap Penyakit Serius

Setelah menjalani pemeriksaan singkat, Yuddy Renaldi meninggalkan gedung KPK. Ia mengaku sedang menghadapi kondisi kesehatan yang cukup berat. Yuddy menyebutkan dirinya mengidap kanker prostat serta penyakit jantung. Arief Sulaeman, kuasa hukum Yuddy, mengonfirmasi bahwa kliennya tidak dapat melanjutkan pemeriksaan karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Ia menyebutkan Yuddy sempat hampir jatuh selama proses berlangsung.

Pada prinsipnya, hari ini melihat kondisi kesehatan beliau, penyidik melihat tidak bisa dilanjutkan pemeriksaan. Tadi sempat terhenti karena beliau benar-benar hampir jatuh, jelas Arief.

Pemeriksaan dijadwalkan kembali pada pekan depan. Arief menambahkan bahwa sebagian pertanyaan terkait arahan Dewan Komisaris belum sempat dijawab karena kondisi kesehatan Yuddy. Para penyidik optimis proses dapat dilanjutkan dengan lancar setelah kondisi kesehatan tersangka membaik.

Detail Kasus dan Tersangka Lainnya

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima tersangka dengan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp 222 miliar. Empat tersangka di antaranya telah ditahan sejak Maret 2025. Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa kelima tersangka sejatinya dipanggil secara bersamaan. Namun Yuddy sempat tidak hadir karena alasan sakit.

Kasus ini bermula dari belanja produk iklan yang dikelola Divisi Corporate Secretary (Corsec) Bank BJB antara tahun 2021-2023. Program tersebut menggunakan anggaran Rp 409 miliar untuk penempatan iklan di berbagai media melalui kerja sama dengan enam agensi. Namun, nilai riil yang dibayarkan diduga lebih kecil dari angka tersebut.

Penunjukan agensi tersebut juga diduga melanggar ketentuan. Yuddy Renaldi bersama Pemimpin Divisi Corsec BJB, Widi Hartoto, diduga menyiapkan penunjukan agensi sebagai sarana mendapatkan imbalan atau kickback. Widi Hartoto kemudian menyusun dokumen harga perkiraan sendiri (HPS) yang bukan berupa nilai pekerjaan, melainkan fee agensi guna menghindari proses lelang.

Panitia pengadaan juga diperintahkan untuk tidak memverifikasi dokumen penyedia sesuai SOP serta melakukan penilaian tambahan setelah pemasukan penawaran atau post-bidding. Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Duit hasil penyimpangan tersebut diduga masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan nonbujeter.

Frequently Asked Questions

Berapa jumlah tersangka dalam kasus pengadaan iklan BJB? KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, dengan empat di antaranya sudah ditahan sejak Maret 2025.

Berapa estimasi kerugian keuangan negara? Kerugian keuangan negara yang diduga mencapai Rp 222 miliar dari penyimpangan pengadaan iklan.

Apa penyakit yang diderita Yuddy Renaldi? Yuddy Renaldi mengaku mengidap kanker prostat dan penyakit jantung, yang menyebabkan pemeriksaan terhenti.

Kapan pemeriksaan lanjutan dijadwalkan? Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan pada pekan depan setelah kondisi kesehatan Yuddy membaik.

Related Reading