Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KPK Duga Rekening Eks Aspri RK Jadi ‘Hub’ Aliran Duit Kasus Pengadaan Iklan

Published Oktober 1, 2026 · Updated Oktober 1, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

KPK Dalami Dugaan Rekening Eks Aspri Ridwan Kamil Menjadi Jalur Dana Pengadaan Iklan

Wahanaberita.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri dugaan aliran dana dalam perkara pengadaan iklan di Bank BJB. Penyidikan kini turut menyoroti rekening Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang diduga berperan sebagai tempat penampungan dan penghubung perpindahan uang.

Randy telah beberapa kali dimintai keterangan oleh penyidik. Pemeriksaan itu diarahkan untuk mengurai arus transaksi, pengelolaan dana yang diterima, hingga pihak yang diduga memberikan perintah dan menerima aliran dana tersebut.

"Ya, tentunya penyidik berkeyakinan bahwa saksi-saksi yang dilakukan pemanggilan, termasuk aspri dari Gubernur Jawa Barat, Saudara RK, ini diduga mengetahui terkait dengan keluar masuknya uang, termasuk juga pengelolaan uang, dari uang-uang yang diterima tersebut untuk apa saja, untuk kegiatan-kegiatan operasional apa saja gitu ya, itu semuanya didalami," kata jubir Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).

Dugaan Dana Nonbudgeter

Perkara ini berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan iklan di BJB. KPK menduga nilai keseluruhan pengadaan mencapai sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah itu, hanya kurang lebih separuh yang diyakini benar-benar digunakan untuk kebutuhan pengadaan.

Sisa dana sekitar 50 persen diduga masuk ke pos nonbudgeter. Dana tersebut kemudian diduga dialirkan kepada sejumlah pihak, sehingga penyidik perlu memetakan titik awal, jalur perpindahan, serta tujuan akhirnya.

"Bahwa dari total uang sekitar Rp400 miliar itu hanya sekitar 50% yang betul-betul riil untuk pengadaan, sedangkan 50%-nya itu diduga kemudian masuk ke dalam dana non-budgeter, yang kemudian dana non-budgeter ini mengalir kepada para pihak. Inilah yang kemudian ditelusuri," ujar Budi.

Dalam rangkaian pendalaman itu, keberadaan rekening saksi dipandang penting. Penyidik berusaha memastikan apakah rekening Randy digunakan untuk menerima dana, meneruskannya kepada pihak lain, atau berkaitan dengan pembiayaan kegiatan tertentu.

"Sehingga peran dari aspri keterangannya sangat dibutuhkan karena bisa jadi menjadi hub ya, placement uang masuk, kemudian peruntukan dari uang itu, nah kemudian dari siapa ini alur perintahnya, kemudian alirannya kepada siapa saja, ini semuanya didalami," sambungnya.

Aktivitas Kedinasan dan Penggunaan Anggaran

Penyidikan juga mencakup penelusuran kegiatan Ridwan Kamil semasa menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, baik agenda kedinasan maupun kegiatan di luar agenda dinas. Fokusnya bukan hanya pada aktivitas itu sendiri, melainkan juga sumber anggaran yang digunakan untuk membiayainya.

KPK mendalami apakah seluruh kebutuhan perjalanan dan kegiatan telah dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau terdapat dana lain yang dipakai. Penelusuran ini mencakup dugaan sumber dana taktis, penggunaannya, dan pihak yang memperoleh manfaat dari pengeluaran tersebut.

"Nah dana-dana taktis ini sumbernya dari mana, peruntukannya untuk apa saja, untuk siapa saja, nah semuanya didalami. Ya termasuk dulu juga ada pemeriksaan ya dari perjalanan-perjalanan dinas yang dilakukan oleh Pak RK ini, siapa saja kemudian yang ikut gitu kan, apakah semuanya memang masuk ke dalam surat tugas dari Pemprov Jabar atau kemudian ada pihak-pihak lain, nah semuanya itu didalami ya menjadi materi dalam penyidikan perkara ini," ucap Budi.

Pemeriksaan mengenai perjalanan dinas menjadi salah satu bagian dari upaya penyidik mencocokkan catatan administrasi dengan keterangan para saksi dan transaksi keuangan. Dalam perkara seperti ini, kecocokan antara surat tugas, pembiayaan resmi, serta aliran dana dapat membantu penyidik melihat apakah terdapat penggunaan dana di luar mekanisme anggaran formal.

Penyitaan Aset yang Diduga Berkaitan

KPK juga telah menyita sejumlah aset yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara, termasuk sepeda motor Royal Enfield dan mobil Mercedes-Benz atau Mercy. Penyitaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendalaman terhadap aset yang diduga dibeli atau terkait dengan aliran dana yang sedang ditelusuri.

Untuk mobil Mercy, pembayaran oleh pihak Ridwan Kamil disebut belum selesai sepenuhnya. Karena itu, penyitaan yang dilakukan KPK hanya mencakup nilai uang yang telah dibayarkan kepada penjual.

"Termasuk, termasuk itu. Jadi memang oleh karena itu aset-aset yang diduga dibeli ataupun terkait, itu kemudian dilakukan penyitaan. Bahwa Mercy itu diduga dibeli oleh Pak RK juga belum full, belum lunas, baru separuh pembayaran, sehingga kemudian KPK juga hanya menyita senilai uang yang sudah dibayarkan oleh Pak RK kepada penjualnya, gitu," imbuhnya.

Tiga Kali Pemeriksaan Randy

Randy telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali, yakni pada Kamis (21/1), Senin (14/9), dan Rabu (30/9). Pemeriksaan berlangsung di kantor Polda Jawa Barat serta Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah IV Bandung.

Pada pemeriksaan sebelumnya, penyidik telah meminta penjelasan terkait riwayat transaksi yang tercatat dalam rekening para saksi. Keterangan mengenai transaksi ini diperlukan untuk menautkan pergerakan dana dengan pihak-pihak dan kebutuhan yang sedang diperiksa.

"Penyidik mengkonfirmasi terkait transaksi-transaksi di rekening para saksi," kata Budi kepada wartawan, Senin (14/9).

Lima Tersangka dalam Perkara Pengadaan Iklan

KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengadaan iklan tersebut. Perbuatan para tersangka diduga menimbulkan kerugian negara hingga Rp222 miliar. Dana itu diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan nonbudgeter.

Empat tersangka telah ditahan, yaitu Widi Hartoto selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2020-2024; Ikin Asikin Dulmanan, Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri sekaligus pemilik PT Antedja Muliatama; Sophan Jaya Kusuma selaku Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama; serta Suhendrik, Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Penyidikan masih berlanjut untuk menelusuri keseluruhan aliran dana, peran setiap pihak, serta keterkaitan aset dan pengeluaran yang menjadi perhatian KPK.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KPK Duga Rekening Eks Aspri RK Jadi?

KPK Duga Rekening Eks Aspri RK Jadi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KPK Duga Rekening Eks Aspri RK Jadi matter?

KPK Duga Rekening Eks Aspri RK Jadi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.