Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Komisi I DPR Minta Kasus Markas Judol di Rumdin TNI Diusut Secara Cermat

Published Oktober 10, 2026 · Updated Oktober 10, 2026 · By Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com

Komisi I DPR Dorong Pemeriksaan Teliti atas Dugaan Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI

Wahanaberita.com – Temuan dugaan aktivitas judi online di sebuah rumah dinas TNI AD di kawasan KPAD Cijantung, Jakarta Timur, menjadi perhatian Komisi I DPR RI. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta perkara tersebut diproses secara hati-hati, proporsional, dan tetap melalui jalur hukum yang berlaku.

Kasus ini menyangkut pemanfaatan fasilitas kedinasan yang semestinya disediakan untuk mendukung tugas serta kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Karena itu, pemeriksaan perlu mengurai secara jelas siapa yang terlibat, bagaimana rumah tersebut digunakan, serta apakah terdapat pelanggaran dalam pengelolaan hunian dinas.

“Dugaan aktivitas judi online di rumah dinas TNI di Cijantung perlu disikapi secara proporsional dengan mengedepankan proses hukum dan penghormatan terhadap institusi,” kata Dave kepada wartawan, Sabtu (10/10/2026).

Fasilitas Kedinasan Harus Digunakan Sesuai Fungsi

Dave menegaskan rumah dinas bukan fasilitas yang dapat dipakai di luar kepentingan kedinasan. Hunian tersebut diberikan bagi prajurit dengan tujuan tertentu, sehingga penggunaannya perlu selalu sesuai ketentuan yang telah ditetapkan institusi.

“Rumah dinas merupakan fasilitas kedinasan bagi prajurit yang penggunaannya harus sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan,” sambungnya.

Penekanan ini penting karena rumah dinas berkaitan langsung dengan tata kelola internal satuan. Ketika muncul dugaan pemanfaatan yang menyimpang, pemeriksaan tidak hanya perlu melihat aktivitas di lokasi, tetapi juga memastikan mekanisme penempatan, pengawasan, serta tanggung jawab penghuni resmi berjalan sebagaimana mestinya.

Komisi I DPR, yang memiliki lingkup pengawasan di bidang pertahanan, menyatakan menghormati langkah yang telah dilakukan TNI AD dan Polisi Militer Kodam Jaya. Dave menilai penanganan awal perlu diteruskan dengan pemeriksaan yang mendalam agar seluruh fakta dapat terungkap secara utuh.

“Saya menghargai langkah TNI AD dan Pomdam Jaya dalam menindaklanjuti persoalan ini. Pemeriksaan perlu dilakukan secara cermat untuk mendalami aktivitas di lokasi tersebut, termasuk dugaan penyewaan rumah dinas kepada pihak sipil,” ujarnya.

Penggeledahan Berujung Pengamanan 11 Warga Sipil

Rumah dinas yang menjadi lokasi penggerebekan berada di kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur. Kawasan tersebut dihuni oleh prajurit aktif dan purnawirawan. Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa penghuni resmi rumah itu merupakan seorang prajurit anggota Garnisun.

Aktivitas di dalam rumah telah menimbulkan kecurigaan warga sekitar. Pada Minggu (4/10), penghuni lingkungan setempat melakukan penggerebekan tanpa pemberitahuan lebih dahulu kepada pihak terkait. Maruli memandang keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan sebagai hal yang positif.

“Sehingga digerebek oleh mereka sendiri tanpa sepengetahuan. Saya pikir, ya kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan, saya pikir bagus kan jadinya,” kata Maruli saat ditemui di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima Polisi Militer Kodam Jaya. Pada hari yang sama, Pomdam Jaya melakukan penggeledahan di rumah itu. Petugas membawa 11 warga sipil yang berada di lokasi serta menyita 32 unit komputer.

Jumlah perangkat yang diamankan menjadi bagian dari materi pemeriksaan untuk mengetahui dugaan aktivitas yang dilakukan di dalam rumah. Proses tersebut juga diperlukan untuk membedakan fakta yang telah terbukti dari dugaan yang masih harus didalami melalui mekanisme hukum dan disiplin internal.

Prajurit Penghuni Rumah Dinas Turut Ditahan

Selain warga sipil yang ditemukan di lokasi, Pomdam Jaya telah menahan seorang prajurit yang tercatat sebagai penghuni asli rumah dinas tersebut. Prajurit itu diduga menyewakan rumah dinas kepada pihak sipil.

“Dia anggota Garnisun. Pasti kita tindak tegas,” tegas Maruli.

Dave meminta setiap pelanggaran yang nantinya terbukti ditangani dengan bertumpu pada fakta hasil pemeriksaan. Ia menilai penyelesaian perkara harus memakai mekanisme yang berlaku agar penegakan aturan berjalan adil dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Apabila ditemukan pelanggaran, penanganannya harus didasarkan pada fakta dan diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku,” katanya.

Rumah dinas memiliki fungsi penting bagi prajurit yang berhak menempatinya. Keberadaan fasilitas tersebut membantu menunjang kehidupan keluarga prajurit sekaligus mendukung kebutuhan kedinasan. Karena itu, pemanfaatannya perlu dijaga agar manfaatnya tidak bergeser dari tujuan awal pemberian fasilitas tersebut.

“Pengelolaan rumah dinas merupakan bagian dari dukungan institusi terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Pemanfaatan fasilitas tersebut perlu tetap selaras dengan kebutuhan kedinasan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh prajurit yang berhak menempatinya,” tutur Dave.

Menjaga Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

Penanganan perkara ini menjadi ujian bagi pengawasan internal serta ketegasan terhadap penyalahgunaan fasilitas kedinasan. Pemeriksaan yang akurat akan membantu memastikan pertanggungjawaban ditempatkan kepada pihak yang memang terbukti melakukan pelanggaran, tanpa mengabaikan asas proses hukum.

Komisi I DPR RI menyatakan dukungan terhadap penyelesaian kasus sesuai prosedur. Dave berharap langkah yang diambil dapat menjaga standar profesionalisme prajurit sekaligus mempertahankan kepercayaan masyarakat kepada TNI.

“Komisi I DPR RI menghormati proses yang sedang berjalan dan mendukung penyelesaian perkara sesuai mekanisme yang berlaku. Penanganan yang tepat diharapkan dapat menjaga profesionalisme prajurit serta kepercayaan masyarakat terhadap TNI,” pungkas Dave.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Komisi I DPR Minta Kasus Markas?

Komisi I DPR Minta Kasus Markas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Komisi I DPR Minta Kasus Markas matter?

Komisi I DPR Minta Kasus Markas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.