Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kera yang Menyerang di Inhil Sudah Ditangkap, Warga Diminta Tetap Waspada

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Karen Williams - wahanaberita.com

Foto : Karen Williams - wahanaberita.com

Kera yang Menyerang di Inhil Sudah Ditangkap, Warga Diminta Tetap Waspada

Wahanaberita.com – Kera yang Menyerang di Inhil akhirnya berhasil ditangkap oleh warga dan tim gabungan setelah beberapa hari melakukan operasi penangkapan intensif. Kejadian ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, setelah belasan penduduk menjadi korban serangan hewan liar tersebut. Meskipun pelaku sudah diamankan, pihak berwenang menyarankan agar masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan sepenuhnya.

Kapolres Inhil, AKBP Donny Listianto, memberikan klarifikasi resmi terkait video yang beredar luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa kejadian viral yang sempat membuat heboh tersebut bukan berasal dari kawasan Tembilahan. Selain itu, ia memastikan bahwa hanya satu ekor kera ekor panjang yang terlibat dalam serangan, bukan sekelompok hewan yang bergerak bersama.

"Itu hanya satu ekor kera pelakunya, tidak bergerombol. Yang video viral itu bukan di Tembilahan, karena yang di Tembilahan itu cuma satu ekor," kata Kapolres Inhil AKBP Donny Listianto sekaligus mengklarifikasi video viral kepada wartawan, Jumat (6/8/2026).

Menurut catatan kepolisian, serangan pertama terjadi pada tanggal 23 Juli 2026 di kawasan permukiman warga. Hingga saat ini, total tercatat 17 orang menjadi korban serangan. Jumlah serangan mencapai 18 kali, karena terdapat satu individu yang diserang sebanyak dua kali dalam periode yang berbeda.

Operasi Penangkapan Intensif Berhasil Mengamankan Kera

Operasi penangkapan dilakukan secara intensif selama beberapa hari dengan melibatkan berbagai pihak. Kapolres menjelaskan bahwa timnya bekerja sama erat dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta para relawan lokal untuk mengejar hewan tersebut. Kera berhasil dijebak dan diamankan pada hari Kamis, tanggal 5 Agustus 2026.

"Sudah berhari-hari kita turun mencari dan saat ini sudah berhasil diamankan, sudah dijebak," lanjutnya.

Donny menyatakan keyakinannya bahwa tidak akan ada lagi serangan dari kera ekor panjang setelah pelakunya ditahan. Namun, imbauan untuk tetap waspada tetap disampaikan kepada seluruh warga, terutama yang tinggal di kawasan sekitar lokasi kejadian. Warga diminta untuk tidak mendekati area hutan atau semak belukar tanpa pengawasan.

"Kita yakin sudah berhenti serangan, tapi kami imbau masyarakat waspada," tuturnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, masyarakat dapat mengakses berita terkait di [detik.com](https://news.detik.com/). Pihak kepolisian juga membuka jalur komunikasi bagi warga yang ingin melaporkan kejadian serupa atau memberikan informasi tambahan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kera yang Menyerang di Inhil

1. Kapan kera yang menyerang di Inhil berhasil ditangkap? Kera berhasil ditangkap pada hari Kamis, 5 Agustus 2026, setelah operasi penangkapan intensif selama beberapa hari.

2. Berapa jumlah korban serangan kera tersebut? Total tercatat 17 orang menjadi korban dengan 18 kali serangan, karena satu orang diserang dua kali.

3. Apakah serangan berasal dari sekelompok kera? Tidak, hanya satu ekor kera ekor panjang yang terlibat dalam serangan tersebut.

4. Kapan serangan pertama terjadi? Serangan pertama terjadi pada tanggal 23 Juli 2026 di kawasan permukiman warga Tembilahan.

5. Apakah warga masih perlu waspada setelah kera ditangkap? Ya, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk waspada meskipun kera pelaka sudah diamankan.

Related Reading