Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kepsek SMP di Bogor Kecewa Siswanya Ditampar Alumni, Pertemukan Semua Pihak

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Kepsek SMP di Bogor Kecewa: Siswi Ditampar Alumni, Kasus Diselesaikan Kekeluargaan

Insiden Perundungan yang Memicu Kekecewaan

Wahanaberita.com – Kepala sekolah SMP Negeri di Bogor, Reni Supriyati, secara terbuka menyampaikan rasa kecewanya atas insiden perundungan yang menimpa tiga siswinya. Ketiga pelajar perempuan yang saat itu mengenakan seragam pramuka menjadi korban tindakan kekerasan fisik oleh seorang alumni sekolah. Kejadian ini terjadi di Kota Bogor, Jawa Barat, dan langsung menarik perhatian masyarakat sekitar.

"Saya mewakili dari SMP merasa juga kecewa dengan adanya kejadian ini, kami tidak menyangka adanya kejadian ini. Jadi tiga siswa SMP Negeri itu menjadi korban pembulyan," ujar Kepala sekolah Reni Supriyati pada Kamis (13/8/2026).

Respons Cepat dan Pertemuan Semua Pihak

Setelah menggelar pertemuan yang melibatkan para orang tua serta pihak sekolah pelaku, Reni menyampaikan harapannya secara tulus. Ia menginginkan para siswinya merasa nyaman dan aman saat bersekolah, serta berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Menurut Reni, orang tua korban telah memberikan maaf kepada pelaku dengan lapang dada. Inisiatif mengumpulkan anak-anak dan mengundang pihak sekolah bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan untuk mempertanggungjawabkan keamanan siswa ke depannya.

"Kenapa kami berinisiatif mengumpulkan anak-anak dan juga mengundang pihak sekolah dari siswa yang membully anak-anak kami, bukan untuk mencari kesalahan," jelas Reni.

"Tetapi untuk pertanggungjawaban dan keamanan dan ke depan seperti apa untuk melindungi anak-anak kami, seperti apa supaya anak-anak kami tidak takut untuk bersekoah, khawatir apabila tidak dipertemukan akan terulang lagi," lanjutnya.

Mediasi dan Penyelesaian Kekeluargaan

Kasus alumni yang menampar siswi SMP berseragam pramuka di Kota Bogor, Jawa Barat, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku memberikan janji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan, menjelaskan bahwa masalah hukum disepakati oleh pihak keluarga korban. Pertimbangan utama adalah usia anak yang masih di bawah umur, sehingga keputusan diambil untuk tidak membawa kasus ke ranah hukum.

"Betul, untuk masalah hukummya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum," kata Ipda Budi Setiawan pada Kamis (13/8).

Budi menambahkan bahwa mediasi antara keluarga korban dan pelaku sempat dilakukan tak lama setelah kejadian. Hasil mediasi juga telah disampaikan kepada pihak sekolah korban dan pelaku.

Langkah Proaktif Polisi dan Viralnya Video

Namun, video perundungan tersebut sempat viral di media sosial. Polisi mengambil langkah proaktif dengan mendatangi pihak sekolah untuk mengkonfirmasi identitas pelajar dalam video viral. Langkah ini juga menindaklanjuti hasil mediasi keluarga yang tidak ingin melanjutkan kasus ke ranah hukum.

"Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut," pungkas Budi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus

Apa yang dilakukan sekolah setelah kejadian? Sekolah menggelar pertemuan dengan orang tua korban, pelaku, dan pihak sekolah untuk memastikan keamanan siswa dan mencegah kejadian serupa.

Mengapa kasus tidak dibawa ke ranah hukum? Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan mengingat usia pelaku dan korban masih di bawah umur.

Apakah ada jaminan pelaku tidak mengulangi? Ya, pelaku membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Bagaimana peran polisi dalam kasus ini? Polisi mendatangi sekolah untuk mengkonfirmasi identitas pelajar dan menindaklanjuti hasil mediasi keluarga.

Apakah orang tua korban memaafkan pelaku? Ya, orang tua korban telah memberikan maaf kepada pelaku sebagai bagian dari penyelesaian kekeluargaan.

Related Reading