Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait Dugaan Bullying Siswa
Polisi Periksa Tiga Saksi Sekolah dalam Penanganan Dugaan Kekerasan di Alexandria Islamic School
Wahanaberita.com – Penyelidikan atas dugaan perundungan dan penganiayaan terhadap seorang siswa Alexandria Islamic School di Kota Bekasi masih berlanjut. Polres Metro Bekasi Kota menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga pihak dari lingkungan sekolah pada Jumat, 2 Oktober 2026, untuk mendalami peristiwa yang melibatkan dua siswa tersebut.
Tiga orang yang dimintai keterangan adalah kepala asrama, room master, serta Deputi 2 Alexandria. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mengumpulkan informasi mengenai kejadian yang disebut berlangsung di area asrama.
"Perkembangan kasus Alexandria, meminta keterangan 3 saksi dari pihak sekolah Alexandria," kata Kasat PPA dan PPO Polres Metro Bekasi Kota Kompol Netty Rosdiana dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Netty menyampaikan bahwa ketiga saksi dijadwalkan hadir pada hari yang sama. Keterangan mereka diperlukan untuk membantu petugas memahami situasi di asrama, penanganan yang dilakukan sekolah, serta informasi lain yang berkaitan dengan dugaan kejadian tersebut.
"(Diperiksa) hari ini Jumat, 2 Oktober semoga saksi hadir," ucapnya.
Dugaan Kekerasan Menjadi Perhatian Publik
Perkara ini ramai dibicarakan di media sosial setelah muncul unggahan dari orang tua siswa yang menjadi korban. Siswa itu disebut berinisial K, sedangkan siswa lain yang diduga terlibat berinisial P.
Dalam narasi yang beredar, K disebut mengalami lebam pada beberapa bagian tubuh, benjolan di kepala, dan keluhan sakit pada bagian dada. Pada awalnya, korban sempat menyampaikan bahwa luka yang dialaminya terjadi akibat terjepit pintu. Namun, keluarga menilai kondisi tersebut masih terlihat ketika mereka mengunjungi korban pada pekan berikutnya.
Informasi yang beredar di ruang publik tentu perlu ditempatkan secara hati-hati. Penyelidikan kepolisian bertujuan menguji rangkaian informasi, menggali keterangan dari pihak-pihak terkait, dan menentukan fakta peristiwa melalui prosedur hukum yang berlaku.
Laporan Sudah Diterima Kepolisian
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana sebelumnya membenarkan bahwa kepolisian telah menerima laporan atas dugaan kejadian tersebut. Ia menegaskan proses penanganan masih berada pada tahap penyelidikan.
"Laporan telah diterima pihak kepolisian dan sedang diproses penyelidikan. Sudah ada laporannya, kita tindak lanjuti dan selidiki," kata Kombes Putu saat dihubungi, Jumat (25/9).
Pada tahap ini, pemeriksaan saksi memiliki arti penting karena dapat memberi gambaran mengenai waktu, tempat, pihak yang berada di sekitar lokasi, serta respons setelah kejadian diketahui. Keterangan dari pengelola asrama dan pihak sekolah juga relevan untuk menelusuri bagaimana pengawasan serta pendampingan terhadap siswa dijalankan.
Kasus yang melibatkan pelajar membutuhkan penanganan yang cermat. Selain kepentingan penegakan hukum, terdapat kebutuhan untuk menjaga perlindungan anak dan ruang aman bagi para siswa yang terlibat maupun yang menjadi saksi. Karena itu, hasil penyelidikan menjadi dasar penting sebelum ada kesimpulan mengenai bentuk peristiwa yang terjadi.
Penjelasan dari Alexandria Islamic School
Alexandria Islamic School telah memberikan tanggapan resmi atas peristiwa tersebut. Pihak sekolah menyatakan tidak melihat kejadian itu sebagai tindakan bullying atau perundungan, melainkan perselisihan antara dua siswa kelas I SMP yang berkembang menjadi perkelahian spontan.
"Berdasarkan informasi dan penanganan internal sekolah, kejadian tersebut bukan merupakan tindakan bullying, melainkan kesalahpahaman antara dua siswa kelas I SMP yang berujung pada perkelahian spontan," demikian pernyataan yang diterima, Senin (28/9).
Sekolah menjelaskan peristiwa berlangsung di kamar tidur asrama. Area tersebut tidak dilengkapi kamera pengawas karena dipandang sebagai ruang yang berkaitan dengan privasi para siswa. Kondisi itu membuat kejadian disebut tidak langsung terpantau oleh pengawas.
Setelah kejadian, sekolah menyebut telah mengambil sejumlah langkah. Siswa diperiksa di Unit Health Care, kemudian dibawa ke RS Siloam. Alexandria juga menyatakan telah menghubungi kedua orang tua, memberikan pendampingan, dan mempertemukan keluarga kedua siswa dalam proses mediasi.
"Pada hari yang sama, Alexandria Islamic School telah melakukan langkah penanganan berupa pemeriksaan di Unit Health Care, membawa siswa ke RS Siloam, menghubungi kedua orang tua, memberikan pendampingan, serta melakukan mediasi bersama kedua orang tua siswa," jelasnya.
Mediasi tersebut belum menghasilkan kesepakatan bagi kedua pihak. Dalam situasi itu, salah satu pihak kemudian memilih membawa persoalan ke jalur hukum. Alexandria menyatakan menghormati proses yang kini berlangsung di kepolisian.
"Alexandria Islamic School menghormati proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya.
Perbedaan penilaian antara keluarga korban dan pihak sekolah akan menjadi bagian dari materi yang perlu didalami penyidik. Pemeriksaan terhadap tiga saksi dari lingkungan Alexandria diharapkan dapat melengkapi informasi yang telah dikumpulkan polisi.
Ke depan, penanganan perkara ini akan bergantung pada hasil penyelidikan dan keterangan para pihak. Sementara proses hukum berjalan, perhatian utama tetap berada pada pengungkapan fakta secara objektif serta pemenuhan perlindungan bagi siswa yang terkait dalam peristiwa tersebut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait?Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait matter?Kepala Asrama Alexandria School Diperiksa Terkait matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.