Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemensos Kirim 48 Ton Beras, Wamensos Turun Langsung Tangani Gempa NTT

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mary Anderson - wahanaberita.com

Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Responsi Cepat Kemensos Pasca Gempa 7,7 Magnitudo di NTT

Wahanaberita.com – Kementerian Sosial segera mengirimkan bantuan berupa 48 ton beras kepada warga yang terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Langkah ini dilakukan bersamaan dengan keberangkatan Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, yang langsung menuju lokasi bencana untuk memperkuat koordinasi penanganan sosial di lapangan.

Detail Gempa dan Dampaknya

Bencana alam berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut mengguncang NTT pada Sabtu pagi, pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA. Pusat gempa atau episenter terletak di perairan laut, tepatnya sekitar 30 hingga 38 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer dari permukaan laut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menerbitkan peringatan dini tsunami sebelum akhirnya mencabutnya pada pukul 07.41 WIB. Serangkaian gempa susulan juga terjadi setelah gempa utama.

Berdasarkan laporan awal yang diterima Kemensos hingga Sabtu pukul 15.40 WIB, sekitar 2.000 jiwa terdampak. Proses pendataan jumlah pengungsi masih berlangsung. Data sementara menunjukkan 38 korban jiwa, dengan rincian 16 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, satu orang di Manggarai Barat, dan tiga orang di Sikka. Selain itu, enam orang dilaporkan luka-luka dan dua orang masih tertimbun reruntuhan.

Pergerakan Logistik dan Bantuan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa seluruh jajarannya telah bergerak sejak gempa terjadi. Selain beras, berbagai logistik kebencanaan senilai awal sekitar Rp4,52 miliar juga telah digerakkan.

Dari Sentra Efata Kupang, bantuan senilai Rp1,015 miliar tengah menuju Kabupaten Nagekeo. Isinya meliputi velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids wear, dan tenda serbaguna.

Sementara itu, dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, bantuan senilai Rp541,6 juta dikirim ke Nagekeo, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. Barang-barang tersebut antara lain tenda keluarga, velbed, kasur, dan tenda serbaguna.

Dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi, dua paket bantuan dengan nilai hampir Rp3 miliar sedang dalam perjalanan menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang. Kontennya mencakup 6.000 paket makanan siap saji, tenda gulung, tenda keluarga, tenda serbaguna, tenda induk, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, shower kit, serta dua set dapur umum lapangan.

Koordinasi dan Verifikasi Data

Gus Ipul menekankan pentingnya kehadiran Wakil Menteri Sosial di lokasi untuk memperkuat koordinasi penyaluran bantuan. Kemensos juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Tagana, BPBD, Basarnas, TNI-Polri, serta unsur lain yang terlibat.

"Sekarang yang paling utama adalah menyelamatkan dan melindungi warga. Pastikan pengungsi mendapatkan tempat yang aman, makanan tersedia, kelompok rentan terlayani, dan pendataan korban dilakukan secepat mungkin tetapi tetap akurat," ungkapnya.

Menurut Gus Ipul, wilayah yang dilaporkan terdampak mencakup Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, Ende, serta sejumlah wilayah lain di NTT. Titik-titik pengungsian sementara tersebar di Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

"Kita kirim 48 ton beras untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pak Wamen Agus Jabo juga berangkat ke NTT untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat, bantuan sampai kepada masyarakat, dan kebutuhan-kebutuhan yang masih kurang segera kita penuhi," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Kemensos menegaskan bahwa seluruh data masih bersifat sementara dan terus diverifikasi bersama pemerintah daerah serta instansi terkait.

"Saya minta tim jangan hanya cepat, tetapi juga teliti. Data korban meninggal, luka, pengungsi, maupun kerusakan rumah harus terus diverifikasi. Dari data itulah kita menentukan intervensi berikutnya, termasuk santunan bagi ahli waris korban meninggal," jelas Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan bahwa prinsip utama adalah menggerakkan stok terdekat dengan lokasi terlebih dahulu, kemudian ditambah dari pusat. Dengan demikian, bantuan tidak menunggu satu jalur saja. Semua sumber daya dimobilisasi untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Kemensos juga telah menurunkan Tagana dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) untuk membantu asesmen, evakuasi, pendataan korban, pendirian tenda darurat, serta pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan pendataan jumlah warga yang bertahan di pengungsian setelah peringatan tsunami dicabut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos?

Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos matter?

Kemensos Kirim 48 Ton Beras Wamensos matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.