Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor – Keluarga Panik-Lapor Damkar

Published Juli 18, 2026 · Updated Juli 18, 2026 · By Mary Davis

Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor - Keluarga Panik-Lapor Damkar

Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor - Seorang kakek berusia 70 tahun berhasil dievakuasi dari dalam sumur setelah terjatuh ke dalam pada Sabtu (18/7/2026) pagi di Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB saat korban sedang mengisi air di sumur yang terletak di area kamar mandi. Kakek tersebut bernama Suryadi, warga setempat, yang tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman sekitar 3 meter. Insiden ini langsung memicu kepanikan di kalangan keluarga korban, yang segera mengambil tindakan untuk meminta bantuan dari instansi terkait.

Proses Evakuasi yang Berlangsung Cepat dan Efektif

Keluarga korban mengaku tidak mampu menyelamatkan Suryadi secara mandiri karena sumur tersebut tidak memiliki tangga atau alat bantu yang memadai. Mereka langsung menghubungi Damkar melalui call center 112 setelah memastikan bahwa korban terperangkap di dalam sumur. Menurut Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, tim pemadam kebakaran menerima laporan dalam waktu singkat dan segera menuju ke lokasi kejadian.

"Keluarga korban mendengar suara seperti ada yang terjatuh dari kamar mandi. Merasa curiga dan panik, mereka segera melakukan pengecekan," ujar Yudi, Sabtu (18/7/2026).

Dalam proses evakuasi, tim Damkar menggunakan alat khusus seperti tali dan alat pengangkat untuk menyelamatkan kakek yang masih sadar. Proses ini memakan waktu sekitar 25 menit, dengan petugas melakukan koordinasi ketat dengan keluarga untuk memastikan keamanan dan keselamatan korban. Suryadi akhirnya dievakuasi dalam kondisi stabil, setelah tim menemukan posisi korban dan melakukan operasi penyelamatan yang membutuhkan beberapa langkah teknis.

Pelajaran dari Kecelakaan di Sumur Ciseeng

Kecelakaan yang terjadi di Sumur Ciseeng ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di area sumur. Meski kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, Suryadi sempat mengalami cedera ringan akibat benturan saat jatuh. Menurut informasi dari warga setempat, sumur tersebut dibiarkan terbuka sejak lama dan tidak dilengkapi pagar atau penutupan yang memadai.

"Karena korban berada di dalam sumur dan tidak dapat dievakuasi mandiri, keluarga segera menghubungi call center 112 untuk minta bantuan," tambah Yudi.

Setelah Suryadi berhasil dievakuasi, petugas Damkar melakukan pemeriksaan terhadap kondisi sumur untuk mencegah terjadi lagi kejadian serupa. Hasilnya, sumur tersebut dinyatakan tidak terlalu dalam dan kaki korban tidak mengalami kerusakan parah. Namun, pihak Damkar mengimbau agar masyarakat di sekitar sumur memasang pengaman seperti pagar atau lampu indikator agar tidak ada yang terjatuh kembali.

Respons Keluarga dan Warga Sekitar

Setelah mengalami kejadian tersebut, keluarga korban mengungkapkan rasa syukur atas respons cepat tim Damkar. "Kami sangat berterima kasih karena petugas datang dengan cepat dan menyelamatkan ayah kami," kata salah satu anggota keluarga, Tuti, kepada media. Selain itu, warga Desa Karihkil juga memberikan dukungan moril dan bantuan logistik, seperti makanan serta alat bantu evakuasi sederhana, selama tim Damkar sedang melakukan operasi.

Dalam wawancara dengan media, Yudi Santosa mengatakan bahwa kecelakaan seperti ini sering terjadi di wilayah pedesaan karena banyak sumur yang tidak memiliki pengaman. "Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan menjaga keamanan di sekitar sumur, terutama saat orang tua atau lansia sedang menggunakan area tersebut," katanya. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi keselamatan di lingkungan rumah tangga, termasuk penggunaan alat bantu yang tepat.

Keselamatan di Lingkungan Perumahan

Kecelakaan kakek tercebur sumur di Ciseeng ini menyoroti pentingnya keselamatan di lingkungan perumahan. Sumur yang menjadi sumber air sehari-hari bagi banyak keluarga ternyata juga memiliki risiko tinggi jika tidak dijaga dengan baik. Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran, sepanjang tahun ini telah terjadi minimal lima kejadian serupa di daerah pedesaan, di mana anak-anak atau orang tua terjatuh ke sumur dan membutuhkan evakuasi darurat.

Kelompok warga Desa Karihkil sedang berdiskusi untuk membuat kebijakan pengamanan sumur di lingkungan mereka. "Kami berencana memasang pagar di sekitar sumur dan memberikan pelatihan keselamatan kepada warga," kata salah satu tokoh masyarakat, Bapak Rudi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa terjadi di masa depan, terutama saat anak-anak atau lansia sering menggunakan sumur sebagai tempat mandi atau mengambil air.

Sebagai penutup, kejadian kakek tercebur sumur di Ciseeng ini menjadi contoh nyata bagaimana keselamatan dapat ditingkatkan dengan kesadaran masyarakat. Dengan adanya kerja sama antara keluarga, warga, dan instansi terkait, risiko kecelakaan di area sumur dapat diminimalkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi banyak pihak, terutama dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.