Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Jukir Seberang Gandaria City Protes Razia Dishub Hanya di Akhir Bulan

Published Oktober 26, 2026 · Updated Oktober 26, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Jukir di Seberang Gandaria City Soroti Waktu Razia Parkir Liar

Wahanaberita.com – Penertiban parkir liar di seberang Mal Gandaria City, Jalan M Syafii Hadzami, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali memicu keberatan dari juru parkir di kawasan tersebut. Operasi yang dilakukan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan pada Senin, 26 Oktober 2026, menyasar sejumlah sepeda motor yang parkir di sekitar warteg dan area trotoar.

Salah seorang juru parkir bernama Bobi mempertanyakan pola penindakan yang, dalam pandangannya, lebih sering muncul menjelang akhir bulan. Ia menilai pengawasan parkir seharusnya diterapkan secara rutin agar aturan dan kondisi di lapangan dapat lebih tertib bagi semua pihak.

“Dia cuma gajian jadinya tiap bulan doang. Tanggal 26, 27, baru dia bergerak. Hari-hari biasa enggak apa-apa, lewat-lewat aja. Nah, saya mau tuh tiap hari dia lewat. Nah, jadi teratur, kan? Nah, gitu,” kata Bobi seusai razia di lokasi, Senin (26/10/2026).

Bobi menyampaikan bahwa razia di sekitar lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Namun, ia menilai penertiban yang berlangsung pada hari itu perlu mempertimbangkan posisi kendaraan. Ia berpendapat area parkir yang dikelolanya tidak mengambil jalur utama pejalan kaki.

“Enggak, seharusnya enggak boleh diangkut. Karena enggak ganggu jalan (trotoar), kan,” ucapnya.

Sembilan Motor Diangkut dalam Penertiban

Dalam operasi tersebut, petugas mengangkut sembilan kendaraan roda dua yang dinilai melanggar ketentuan parkir. Razia dimulai sekitar pukul 13.45 WIB dan berfokus pada satu titik di sisi jalan yang berhadapan dengan Gandaria City.

Petugas Dishub yang datang ke lokasi segera menindak sepeda motor yang terparkir di trotoar hingga menghambat akses pejalan kaki. Dua truk serta satu mobil derek dikerahkan dalam kegiatan itu. Sembilan motor kemudian dimasukkan ke dalam dua truk dari area depan warteg di seberang pusat perbelanjaan tersebut.

Trotoar pada dasarnya disediakan sebagai ruang pergerakan pejalan kaki. Ketika area itu digunakan sebagai tempat parkir, akses warga dapat menyempit atau terputus, terutama bagi orang tua, anak-anak, serta pengguna kursi roda atau alat bantu mobilitas lainnya. Penertiban kendaraan yang menghalangi jalur pedestrian menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi ruang publik tetap dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Di tengah proses pengangkutan, seorang juru parkir sempat menyampaikan protes karena kendaraan pelanggan ikut dibawa petugas. Protes tersebut tidak menghentikan proses penertiban.

“Udah ambil aja itu enggak apa-apa biarin. Biar puas biar penuh,” kata jukir itu.

Posisi Motor di Dekat Warteg Dipersoalkan

Bobi menjelaskan bahwa kendaraan yang menjadi sasaran operasi berada dekat bangunan warteg. Dalam penilaiannya, motor-motor itu diparkir rapat ke sisi bangunan dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun akses jalan.

“Iya. Warteg sama di situ, sama yang sebelah situ. Itu ganggu jalan enggak? Enggak, kan,” katanya.

Perbedaan pandangan tersebut memperlihatkan persoalan yang kerap muncul di kawasan dengan aktivitas tinggi: kebutuhan parkir bagi pengunjung dan pekerja berhadapan dengan kewajiban menjaga jalan serta trotoar tetap bebas dari hambatan. Di lokasi seperti ini, penempatan kendaraan menjadi penting karena penggunaan ruang di tepi jalan dapat berdampak langsung pada kenyamanan pengguna jalan lain.

Kawasan seberang Gandaria City didatangi beragam pengguna kendaraan, mulai dari pengunjung warung hingga pekerja yang beraktivitas di pusat perbelanjaan. Bobi menyebut sebagian kendaraan yang parkir di sana digunakan oleh karyawan mal, termasuk mereka yang pulang pada malam hari.

“Ya ada karyawan juga (yang parkir). Yang pulang malam dari mal. Karena mereka mungkin enggak punya SIM, apa STNK, apa sulit di dalam gitu lah, apa dipersulit gitu apa ya enggak tahu lah. Maunya yang simpel langsung jalan (jadi parkir di luar),” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa biaya parkir di lokasi itu berbeda-beda. Pengendara yang memarkirkan motor sepanjang hari dikenai tarif Rp5.000 atau Rp7.000, sedangkan pengemudi Gojek dikenai Rp2.000.

“(Tarifnya) Rp5.000, Rp7.000. Kalau Gojek Rp2.000,” imbuh dia.

Pengemudi Ojol Mengejar Motor yang Diangkut

Penertiban tersebut turut berdampak pada pengemudi ojek online yang sedang mengambil pesanan di sekitar warteg. Dua pengemudi sempat mengejar kendaraan mereka setelah mengetahui sepeda motor yang diparkir di dekat lokasi turut diangkut.

Salah satunya, Ibnu, langsung naik ke truk Dishub setelah menerima informasi dari rekan-rekannya. Ia mengaku tengah mengambil order ketika motornya dibawa petugas.

“Iya (motor saya), saya baru masuk ambil orderan. Iya ojol. Iya saya parkir sini, biasa parkir di sini. Dikabarin teman-teman (diangkut),” kata Ibnu.

Situasi ini menjadi pengingat bagi pengendara untuk memastikan lokasi parkir tidak berada di trotoar atau titik yang dapat mengganggu pergerakan pejalan kaki. Bagi pekerja dan pengunjung di kawasan padat aktivitas, pilihan tempat parkir yang sesuai ketentuan penting untuk menghindari pengangkutan kendaraan saat penertiban berlangsung.

Di sisi lain, keberatan Bobi atas waktu razia menunjukkan harapan agar pengawasan dilakukan dengan pola yang lebih konsisten. Penertiban rutin dapat memberi kepastian kepada pengguna jalan, pelaku usaha di sekitar lokasi, juru parkir, serta pemilik kendaraan mengenai batas area yang dapat dan tidak dapat digunakan untuk parkir.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Jukir Seberang Gandaria City Protes Razia?

Jukir Seberang Gandaria City Protes Razia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jukir Seberang Gandaria City Protes Razia matter?

Jukir Seberang Gandaria City Protes Razia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.