Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM Dipulangkan ke Toraja
Jenazah Aris Sanda Akan Diterbangkan ke Toraja untuk Dimakamkan
Wahanaberita.com – Jenazah Aris Sanda, pengemudi travel yang tewas dalam penembakan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dijadwalkan dipulangkan ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan. Pemulangan dilakukan agar korban dapat dimakamkan di tanah kelahirannya bersama keluarga.
Saat ini, jenazah Aris berada di rumah duka di Wamena. Rencana penerbangan ke Sulawesi Selatan juga mencakup istrinya, Sinta Bilolo, yang sebelumnya berada di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan bahwa proses pengantaran jenazah dan keluarga korban telah disiapkan untuk dilakukan pada Jumat, 18 September 2026.
“Rencananya besok (hari ini), Jumat, jenazah beserta istri beliau akan kita terbangkan ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di tanah kelahirannya,” kata Lucky.
Evakuasi Jenazah dan Pendampingan Istri Korban
Setelah peristiwa penembakan, prajurit Koops Habema yang berada di bawah kendali Kogabwilhan III melakukan evakuasi terhadap Aris Sanda. Jenazah kemudian dibawa ke Wamena dan ditempatkan di rumah duka untuk menunggu proses pemulangan.
Di saat yang sama, aparat juga mengevakuasi Sinta Bilolo. Ia merupakan guru yang bertugas di Distrik Mbua, wilayah Kabupaten Nduga. Perjalanan Sinta menuju Wamena dilakukan melalui Kenyam sebelum melanjutkan penerbangan menggunakan pesawat Caravan.
Dalam proses tersebut, Sinta didampingi oleh dua orang. Setelah tiba di Wamena, ia diantar langsung ke rumah duka untuk bersama keluarga dan menunggu kepulangan suaminya ke Toraja.
“Beliau (istri korban) kami bawa menuju Kenyam lalu diterbangkan ke Wamena menggunakan pesawat Caravan bersama dua orang pendamping, hingga akhirnya kami antarkan langsung menuju rumah duka,” ungkap Lucky.
Pengantaran istri korban menjadi bagian penting dari penanganan setelah peristiwa itu. Selain pemulangan jenazah, keberadaan keluarga di rumah duka diperlukan untuk memastikan proses penghormatan terakhir dapat berlangsung dengan layak sebelum jenazah dibawa keluar Papua Pegunungan.
Peran Aris Selama 13 Tahun di Nduga
Aris Sanda bukan sekadar pengemudi travel bagi warga di wilayah Nduga. Selama 13 tahun, ia menjalankan pekerjaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat di daerah tersebut. Aktivitas pengemudi lajuran atau travel memiliki peran besar dalam menjaga pergerakan orang maupun barang, terutama di wilayah dengan akses transportasi yang tidak selalu mudah.
Dalam pekerjaannya, Aris bersama pengemudi lain membantu mengangkut hasil pertanian warga. Kendaraan mereka juga digunakan untuk membawa bahan kebutuhan pokok ke berbagai wilayah. Layanan itu turut membantu anak-anak berangkat ke sekolah serta mendukung warga yang membutuhkan perjalanan ke kota, termasuk ibu-ibu dan orang tua yang harus memperoleh pengobatan.
Fungsi transportasi semacam itu menjadikan pengemudi travel sebagai bagian dari mata rantai kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Perjalanan yang dilakukan setiap hari dapat menghubungkan kampung-kampung dengan pusat layanan, pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Ketika jalur pergerakan terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengemudi dan keluarganya, tetapi juga oleh warga yang mengandalkan layanan tersebut.
“Ketika satu nyawa pengemudi jujur seperti Aris Sanda dihilangkan secara keji, sejatinya urat nadi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di tiga distrik Nduga seolah ikut terhenti,” imbuhnya.
Duka bagi Keluarga dan Masyarakat
Kematian Aris meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang akan menyambut kepulangannya di Toraja. Pemakaman di kampung halaman menjadi kesempatan bagi keluarga besar untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama bertahun-tahun bekerja jauh dari daerah asalnya.
Di Papua Pegunungan, kehilangan seorang pengemudi yang melayani rute-rute masyarakat juga memiliki arti tersendiri. Pengemudi travel kerap menjadi penghubung praktis bagi warga untuk memenuhi keperluan dasar, mulai dari menjual hasil kebun hingga mendatangi layanan publik. Karena itu, keselamatan pekerja transportasi menjadi perhatian yang berkaitan erat dengan kelangsungan aktivitas warga.
Rencana pemulangan Aris Sanda ke Sulawesi Selatan menandai tahapan berikutnya setelah evakuasi dari lokasi kejadian dan penyatuan kembali keluarga korban di Wamena. Jenazah akan diterbangkan bersama istrinya menuju Toraja, kemudian dimakamkan di tanah kelahirannya.
Bagi keluarga Aris, perjalanan tersebut adalah kepulangan yang penuh kehilangan. Bagi masyarakat yang pernah dilayaninya di Nduga, peristiwa ini mengingatkan bahwa pekerjaan transportasi di wilayah pegunungan tidak hanya menyangkut perjalanan, melainkan juga menopang kebutuhan hidup banyak orang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM Dipulangkan?Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM Dipulangkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM Dipulangkan matter?Jenazah Sopir Travel Korban Penembakan OPM Dipulangkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.