Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa Timur di Mojokerto
RS Adhyaksa Jawa Timur Mulai Perkuat Akses Layanan Kesehatan di Mojokerto
Wahanaberita.com – Rumah Sakit Adhyaksa Jawa Timur di Mojokerto resmi dioperasikan secara kelembagaan melalui peresmian yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Selasa, 27 Oktober 2026. Fasilitas kesehatan tersebut telah memiliki izin operasional aktif dan meraih predikat Akreditasi Tingkat Utama.
Meski acara peresmian baru digelar, rumah sakit ini sebenarnya telah menjalankan pelayanan bagi warga. Sampai September 2026, RS Adhyaksa Jawa Timur mencatat 5.988 kunjungan pasien, membangun 25 kemitraan, serta menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP dari layanan kesehatan sebesar Rp2,23 miliar.
Capaian itu menunjukkan bahwa keberadaan rumah sakit tidak semata ditandai oleh seremoni pembukaan. Pelayanan medis, dukungan tenaga kesehatan, kerja sama dengan berbagai pihak, dan kesiapan sarana menjadi bagian penting dari fungsi rumah sakit bagi masyarakat Mojokerto dan wilayah sekitarnya.
Apresiasi bagi tenaga medis dan penunjang
Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan penghormatan kepada tenaga medis serta seluruh petugas pendukung yang telah menjalankan tugas pelayanan. Ia menilai peresmian tersebut menjadi pengakuan atas pengabdian yang telah berlangsung sebelum acara digelar.
"Penghargaan tersebut patut diberikan karena peresmian hari ini bukanlah titik awal dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melainkan peneguhan atas pengabdian yang telah lebih dulu berjalan," kata Burhanuddin.
Pelayanan rumah sakit membutuhkan peran yang luas, mulai dari dokter, perawat, tenaga farmasi, laboratorium, administrasi, hingga petugas penunjang lainnya. Dalam konteks itu, apresiasi terhadap sumber daya manusia menjadi bagian dari upaya menjaga mutu layanan dan kenyamanan pasien.
Akreditasi Tingkat Utama juga menjadi penanda bahwa rumah sakit telah memenuhi standar penilaian yang ditetapkan dalam penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan. Bagi masyarakat, aspek tersebut penting karena berkaitan dengan tata kelola pelayanan, keselamatan pasien, dan konsistensi kualitas layanan.
Bukan fasilitas khusus bagi insan kejaksaan
Jaksa Agung menegaskan RS Adhyaksa Jawa Timur dibuka untuk semua kalangan. Rumah sakit ini tidak dirancang sebagai fasilitas yang hanya bisa digunakan oleh pegawai atau keluarga besar Kejaksaan.
"RS Adhyaksa bukan hanya diperuntukkan secara eksklusif bagi insan Kejaksaan. Rumah sakit ini adalah milik masyarakat, melayani seluruh lapisan tanpa membedakan latar belakang ekonomi, sosial, agama, maupun profesi," tegas Burhanuddin.
Penegasan tersebut menempatkan rumah sakit sebagai salah satu ruang pelayanan publik. Pasien yang datang diharapkan memperoleh perlakuan yang setara, tanpa membedakan latar belakang pribadi maupun pekerjaan. Akses layanan kesehatan yang dekat dan terbuka menjadi kebutuhan yang relevan bagi warga di daerah berkembang seperti Mojokerto.
"Eksistensinya harus dimaknai sebagai kehadiran negara yang semakin dekat dengan masyarakat. Setiap pasien yang datang harus merasakan bahwa mereka dilayani dengan hati, dihormati martabatnya, dan memperoleh kepastian pelayanan terbaik," lanjut dia.
Burhanuddin menyebut pendirian RS Adhyaksa merupakan bentuk komitmen Korps Adhyaksa dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Rumah sakit itu diharapkan berkembang sebagai layanan medis yang modern, profesional, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.
Kesehatan dan penghormatan terhadap martabat manusia
Dalam penjelasannya, Burhanuddin mengaitkan hak atas kesehatan dengan pelaksanaan penegakan hukum. Ia menilai keduanya memiliki hubungan penting, terutama untuk memastikan proses hukum tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.
"RS Adhyaksa mencerminkan eratnya hubungan antara perlindungan hak atas kesehatan dan proses penegakan hukum. Dalam sistem peradilan pidana, kedua aspek tersebut saling berkaitan untuk memastikan bahwa hukum ditegakkan dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia," tutur Burhanuddin.
Ke depan, RS Adhyaksa Jawa Timur diproyeksikan mendukung fungsi Kesehatan Yustisial Kejaksaan sebagaimana diatur dalam Pasal 30C Undang-Undang Kejaksaan. Fungsi tersebut diarahkan untuk membantu terciptanya penegakan hukum yang efektif dan efisien, dengan tetap berpijak pada rasa kemanusiaan.
Rumah sakit juga diharapkan menjadi titik temu kerja sama antara berbagai unsur. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, institusi kesehatan, perguruan tinggi, organisasi profesi, serta pemangku kepentingan lain dinilai penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Timur.
"Saya berharap Rumah Sakit Adhyaksa Jawa Timur dapat menjadi simpul kolaborasi antara pemerintah daerah, institusi kesehatan, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Provinsi Jawa Timur," terang Burhanuddin.
Sejumlah pejabat hadir dalam peresmian
Peresmian RS Adhyaksa Jawa Timur dihadiri Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sruningwati Burhanuddin, Jaksa Agung Muda Pembinaan Hendro Dewanto, serta Sekretaris Jaksa Agung Muda Pembinaan Rina Virawati.
Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Abd Qohar, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat RD Mohammad Teguh Darmawan, dan Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta Sri Kuncoro beserta jajaran.
Selain jajaran Kejaksaan Agung dan pejabat eselon II, acara tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten dan Kota Mojokerto, perwakilan Bappenas, mitra dari PT Pembangunan Perumahan, serta pimpinan BUMN di wilayah Surabaya dan Mojokerto. Kehadiran berbagai unsur itu mencerminkan pentingnya dukungan lintas sektor bagi keberlanjutan pelayanan kesehatan di daerah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa?Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa matter?Jaksa Agung Resmikan RS Adhyaksa Jawa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.