Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Hari Kesaktian Pancasila, Kemensos Tekankan Pengamalan Nilai Pancasila

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By James Thomas - wahanaberita.com

Foto : James Thomas - wahanaberita.com

Kemensos Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan Penegasan Persatuan

Wahanaberita.com – Kementerian Sosial menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 secara khidmat di halaman kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Kamis. Kegiatan tersebut diikuti para pejabat tinggi madya dan pratama bersama ratusan pegawai di lingkungan kementerian.

Peringatan ini menjadi ruang refleksi bagi aparatur negara untuk memperkuat penerapan nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam menjaga kebersamaan, keadilan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abdul Muis Pimpin Jalannya Upacara

Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Abdul Muis bertugas sebagai inspektur upacara. Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Cecep Sulaeman menjalankan peran sebagai komandan upacara.

Rangkaian acara mencakup pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Setelah itu, petugas membacakan Ikrar Kesaktian Pancasila sebagai penegasan komitmen untuk mempertahankan dasar negara sekaligus menerapkannya dalam kehidupan berbangsa.

“Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Abdul Muis dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).

Tema Pemersatu Bangsa

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema tersebut menempatkan Pancasila sebagai landasan bersama bagi masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman latar belakang, budaya, bahasa, dan keyakinan.

Dalam kehidupan bernegara, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai rumusan yang dibacakan dalam upacara. Nilai-nilainya juga berkaitan dengan cara warga dan aparatur memperlakukan sesama, menghormati perbedaan, mengutamakan musyawarah, serta memperjuangkan keadilan sosial.

Bagi lingkungan pelayanan publik, pengamalan Pancasila memiliki arti yang dekat dengan pekerjaan sehari-hari. Semangat kemanusiaan dan keadilan, misalnya, dapat tercermin melalui layanan yang menghormati martabat setiap penerima manfaat, termasuk kelompok yang membutuhkan aksesibilitas dan perlindungan sosial.

Nilai persatuan juga penting dalam pelaksanaan program sosial karena persoalan kemiskinan, kerentanan, kebencanaan, disabilitas, dan perlindungan kelompok rentan membutuhkan kerja bersama. Kolaborasi antarlembaga, pemerintah daerah, masyarakat, serta keluarga menjadi bagian dari upaya menghadirkan bantuan dan pendampingan yang tepat bagi warga.

Mengenang Pahlawan Revolusi

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober. Momentum tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap pengorbanan Pahlawan Revolusi dalam peristiwa G30S/PKI 1965. Peringatan ini juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Makna peringatan tidak berhenti pada mengenang sejarah. Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bahwa persatuan nasional perlu terus dirawat dalam kehidupan nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi perbedaan pandangan dan tantangan sosial yang beragam.

Komitmen pada Pancasila menuntut sikap yang tidak mudah terpecah, tetapi juga tidak mengabaikan keadilan. Persatuan yang kuat perlu dibangun melalui penghormatan terhadap hak warga negara, kepedulian kepada kelompok rentan, dan kesediaan menyelesaikan persoalan secara bermartabat.

Mensos dan Wamensos Hadiri Upacara di Lubang Buaya

Pada waktu yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

Monumen Pancasila Sakti merupakan lokasi yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah peristiwa 1965 dan peringatan terhadap para Pahlawan Revolusi. Kehadiran pejabat pemerintah dalam upacara tersebut menegaskan penghormatan negara terhadap sejarah perjuangan mempertahankan ideologi Pancasila.

Bagi para pegawai Kemensos, pelaksanaan upacara di kantor kementerian sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan sosial tidak sekadar bersifat administratif. Pelayanan kepada masyarakat juga membawa tanggung jawab moral untuk mengedepankan kemanusiaan, keberpihakan kepada warga yang membutuhkan, serta rasa keadilan.

Pengamalan Pancasila dapat dimulai dari tindakan yang sederhana namun konsisten: bekerja dengan integritas, memberikan layanan tanpa diskriminasi, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Dalam konteks kebangsaan, praktik seperti itu memperkuat rasa saling percaya dan menjaga Indonesia tetap utuh.

Dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila 2026, Kemensos menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai kekuatan untuk membangun kebersamaan. Nilai dasar negara tersebut diharapkan terus hidup dalam pelayanan publik dan dalam kehidupan masyarakat menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Hari Kesaktian Pancasila Kemensos Tekankan Pengamalan?

Hari Kesaktian Pancasila Kemensos Tekankan Pengamalan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Hari Kesaktian Pancasila Kemensos Tekankan Pengamalan matter?

Hari Kesaktian Pancasila Kemensos Tekankan Pengamalan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.