Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gus Ipul Apresiasi Wartawan di Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026

Published Oktober 18, 2026 · Updated Oktober 18, 2026 · By Mark Williams - wahanaberita.com

Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Penghargaan Jurnalistik Soroti Peran Media dalam Mengangkat Sekolah Rakyat

Wahanaberita.com – Kementerian Sosial menggelar Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 di SRT 1 Bekasi, Jawa Barat. Penghargaan ini ditujukan bagi insan media yang menghadirkan cerita tentang Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk perjuangan siswa, keluarga, dan tenaga pendidik yang terlibat di dalamnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan penghormatan kepada jurnalis yang terus mengikuti program-program sosial pemerintah. Ia menilai liputan media memiliki arti besar dalam membuka perhatian publik terhadap kelompok masyarakat yang selama ini kerap luput dari sorotan.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial M. Hasan Chabibie, jajaran Kemensos, para siswa Sekolah Rakyat, serta perwakilan pers.

Kebijakan, Fakta, dan Martabat Manusia

Gus Ipul menekankan bahwa pemerintah dan pers memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi. Pemerintah menjalankan kerja sosial melalui kebijakan dan program, sedangkan jurnalis menghadirkan fakta serta suara warga yang terdampak oleh kebijakan tersebut.

“Pemerintah bekerja melalui kebijakan, sementara wartawan bekerja melalui fakta. Wartawan bukan sekadar menyampaikan berita, melainkan mata yang membantu melihat mereka yang terabaikan, telinga yang mendengar mereka yang tak terdengar, dan suara bagi mereka yang selama ini tak bersuara,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Ia menyampaikan pandangan itu saat menghadiri malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat. Bagi Gus Ipul, pemberitaan yang berimbang dan berkelanjutan dapat membantu masyarakat memahami tujuan program sosial secara lebih dekat, sekaligus mendorong pengawasan publik atas pelaksanaannya.

Program Sekolah Rakyat digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memutus kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan serta pemberdayaan orang tua siswa. Dalam pelaksanaannya, sekolah ini tidak hanya menempatkan pendidikan anak sebagai perhatian utama, tetapi juga menghubungkannya dengan upaya memperkuat kondisi keluarga.

Hingga 2026, terdapat 182 titik Sekolah Rakyat di Indonesia. Seluruh titik tersebut menampung lebih dari 44 ribu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini diposisikan sebagai langkah strategis yang berpijak pada amanat Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 mengenai tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak terlantar.

“Kita patut bersyukur salah satu gagasan besar Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan,” kata Gus Ipul.

Ruang untuk Kisah yang Sering Tak Terdengar

Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 mengusung tema Sekolah Rakyat Memuliakan ‘The Invisible People’. Kompetisi ini membuka ruang bagi jurnalis untuk mengolah cerita dari lingkungan Sekolah Rakyat dalam karya tulis, foto jurnalistik, maupun video.

Istilah the invisible people digunakan untuk menggambarkan warga yang sebelumnya sering tidak terjangkau kebijakan atau kurang memperoleh perhatian luas. Melalui karya jurnalistik, pengalaman siswa, orang tua, guru, kepala sekolah, dan pelaksana program dapat hadir dalam percakapan publik secara lebih nyata.

Gus Ipul memandang kabar baik mengenai perjuangan mereka penting untuk disampaikan. Tanpa perhatian publik, upaya pendidikan dan pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh siswa, keluarga, pendidik, sekolah, serta pemerintah akan lebih sulit memperoleh dukungan dari masyarakat luas.

Namun, fungsi media tidak berhenti pada penyebaran informasi positif. Liputan pers juga dapat menjadi ruang bagi masukan, evaluasi, dan pengawasan. Keberhasilan Sekolah Rakyat, sebagaimana ditekankan Gus Ipul, membutuhkan kepedulian dari berbagai unsur masyarakat, bukan semata-mata kerja pemerintah.

Penilaian karya peserta telah dilakukan oleh tim juri sejak kompetisi berlangsung pada Juni 2026. Dari proses tersebut, dipilih 10 nominasi karya jurnalistik media cetak dan online, lima nominasi foto jurnalistik, serta lima nominasi video jurnalistik.

Pemberdayaan Keluarga sebagai Bagian dari Pendidikan

Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga menyampaikan apresiasi terhadap Sekolah Rakyat. Ia melihat model pendidikan berasrama ini sebagai pendekatan yang menggabungkan pendidikan anak dengan pemberdayaan keluarga, sehingga perhatian terhadap kemiskinan tidak hanya berhenti pada kebutuhan pendidikan sehari-hari.

Dalam pandangannya, anak memperoleh kesempatan belajar, sementara orang tua didorong untuk semakin berdaya. Pendekatan tersebut mencerminkan kehadiran negara bagi warga miskin yang sebelumnya kerap berada di luar jangkauan program pembangunan.

“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan. Melalui politik anggaran pemberdayaan dan kolaborasi dengan media, kita optimistis dapat melahirkan manusia Indonesia yang kuat, berdaya, dan mandiri,” ujar Cak Imin.

Pesan tersebut menempatkan pemberdayaan sebagai tujuan penting dari penggunaan anggaran negara. Pendidikan dipandang bukan hanya sebagai proses belajar di kelas, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperluas peluang hidup anak dan keluarganya.

Melalui Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat, Kemensos juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi negara dan pers. Ketika cerita warga yang rentan disampaikan secara akurat dan manusiawi, masyarakat dapat melihat bahwa persoalan kemiskinan bukan sekadar angka, melainkan pengalaman nyata yang membutuhkan perhatian bersama.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Gus Ipul Apresiasi Wartawan di Anugerah?

Gus Ipul Apresiasi Wartawan di Anugerah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gus Ipul Apresiasi Wartawan di Anugerah matter?

Gus Ipul Apresiasi Wartawan di Anugerah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.