Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Getaran Gempa M 6,4 Simalungun Dirasakan hingga Sumbar

Published Agustus 16, 2026 · Updated Agustus 16, 2026 · By Mark Williams - wahanaberita.com

Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Getaran Gempa M 6,4 Simalungun Tercapai Hingga Wilayah Sumatera Barat

Wahanaberita.com – Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara pada Sabtu sore. Peristiwa ini mencatatkan diri sebagai salah satu gempa signifikan yang terjadi di kawasan Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir. Getaran kuat dari peristiwa ini tidak hanya terasa di lokasi episenter, namun juga mencapai beberapa daerah jauh, termasuk kawasan Kota Limapuluh di Sumatera Barat yang berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa.

Detail Teknis Gempa dan Lokasi Episenter

Peristiwa gempa tercatat terjadi pada pukul 17.54 WIB. Data analisis terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa magnitudo gempa mencapai 6,4 dengan kedalaman hiposenter sebesar 168 kilometer. Episenter gempa berada pada posisi 2,97 derajat Lintang Utara dan 98,95 derajat Bujur Timur, tepatnya di daratan dengan jarak 11 kilometer ke arah tenggara dari Simalungun.

"Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) di Kota Tebingtinggi; Kota Kabanjahe; Kota Limapuluh," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, Sabtu (15/8/2026).

Intensitas Getaran di Berbagai Wilayah

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan informasi melalui pernyataan resmi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap, intensitas getaran mencapai skala V MMI di tiga kota utama. Skala tersebut menandakan bahwa hampir seluruh penduduk merasakan getaran, bahkan banyak orang yang terbangun dari tidur.

Sementara itu, pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa wilayah lain mengalami getaran dengan skala IV MMI. Kondisi ini berarti pada siang hari, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah. Daerah-daerah yang merasakan intensitas ini meliputi Raya Simalungun, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, serta Kota Pangururan.

Karakteristik Gempa dan Potensi Bahaya

Hasil pemodelan lebih lanjut menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Wijayanto menambahkan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa dikategorikan sebagai gempa menengah yang disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber juga menunjukkan bahwa gempa memiliki karakteristik sesar geser turun atau oblique normal fault.

Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Badan tersebut mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga disarankan untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang harus dilakukan jika merasakan getaran gempa? Masyarakat disarankan untuk segera mencari tempat yang aman, menjauhi bangunan yang berpotensi runtuh, dan mengikuti instruksi dari petugas terkait.

Apakah gempa M 6,4 Simalungun berpotensi tsunami? Berdasarkan analisis BMKG, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami karena kedalaman hiposenter dan lokasi episenter yang berada di daratan.

Berapa lama getaran dirasakan di Sumatera Barat? Getaran gempa tercatat hingga mencapai wilayah Sumatera Barat, khususnya di Kota Limapuluh dengan intensitas yang bervariasi tergantung jarak dari episenter.

Apakah ada gempa susulan setelah peristiwa ini? Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan yang signifikan.

Related Reading