Eddy Soeparno Puji Pidato Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Karbon
Eddy Soeparno Puji Pidato Prabowo: Visi Kuat untuk Ekonomi Karbon Indonesia
Wahanaberita.com – Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, kembali menegaskan apresiasinya terhadap orasi Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026. Dalam pidatonya yang berfokus pada pengembangan ekonomi karbon, Eddy Soeparno Puji Pidato Prabowo karena dianggap mencerminkan komitmen nyata pemerintah terhadap transformasi ekonomi hijau. Kepala negara tersebut secara eksplisit menyoroti pentingnya penguatan perdagangan karbon melalui implementasi Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) serta pengembangan bursa nilai ekonomi karbon yang terintegrasi.
Komitmen Politik Menuju Ekonomi Hijau
Menurut Eddy Soeparno, pernyataan Presiden tersebut bukan sekadar wacana belaka, melainkan menunjukkan adanya konsistensi politik dalam mendorong ekonomi karbon sebagai bagian dari strategi nasional. Politikus dari Universitas Indonesia ini menekankan bahwa ekonomi karbon tidak boleh hanya dipandang sebagai instrumen untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca, tetapi harus menjadi pilar utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
"Saya sangat mengapresiasi perhatian Presiden terhadap ekonomi karbon. Ini sejalan dengan apa yang selama ini saya dorong bahwa ekonomi karbon harus kita jadikan salah satu pilar ekonomi baru Indonesia. Dekarbonisasi harus dilihat dalam cara pandang luas sebagai isu lingkungan sekaligus peluang untuk menciptakan investasi, penerimaan negara, lapangan kerja dan sumber pertumbuhan ekonomi baru," ucap Eddy.
SRUK sebagai Fondasi Pasar Karbon
Doktor Ilmu Politik UI tersebut juga menyoroti peran strategis SRUK dalam membangun kepercayaan pasar. Sistem ini diperlukan untuk memastikan setiap unit karbon yang diperdagangkan memiliki pencatatan, verifikasi, dan keterlacakan yang jelas. Tanpa fondasi yang kuat, pasar karbon Indonesia akan kesulitan menarik minat investor domestik maupun asing.
"SRUK adalah fondasi kepercayaan terhadap pasar karbon Indonesia. Kalau kita ingin menarik investasi dan menjadikan karbon sebagai komoditas ekonomi yang kredibel, maka integritas data, transparansi, keterlacakan, dan standar internasional harus menjadi prinsip utama," tegasnya.
Orasi Presiden Prabowo di Sidang Tahunan
Pada Sidang Tahunan DPR, MPR dan DPD, Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah terus menggerakkan ekonomi hijau melalui pembangunan ekosistem nilai ekonomi karbon. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi dan meningkatkan kontribusi sektor lingkungan terhadap PDB nasional.
"Kita juga menggerakkan ekonomi hijau. Sistem Registri Unit Karbon dan bursa nilai ekonomi karbon telah kita dirikan dan telah berjalan dengan mengadopsi standar karbon dunia," kata Prabowo dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Potensi Besar Indonesia di Era Ekonomi Karbon
Eddy menambahkan, penguatan SRUK harus berjalan beriringan dengan kepastian regulasi, kesiapan proyek karbon, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, banyak proyek karbon telah berada dalam tahap persiapan teknis, finansial, dan kelembagaan sehingga Indonesia harus memastikan proyek-proyek tersebut memiliki jalur yang jelas menuju monetisasi karbon dan integrasi ke dalam sistem nasional.
Lebih lanjut, Eddy menjelaskan Indonesia memiliki modal besar untuk membangun ekonomi karbon. Kekayaan hutan, lahan gambut, mangrove, potensi energi terbarukan, pengelolaan sampah, hingga teknologi seperti Carbon Capture and Storage (CCS) dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi rendah karbon. Dengan pengelolaan yang tepat, nilai ekonomi dari aset-aset tersebut dapat mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya.
"Pesan Presiden hari ini harus kita tindak lanjuti dengan kerja konkret. Dengan potensi karbon yang besar maka nilai ekonominya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kita harus membangun pasar karbon yang kredibel, kompetitif dan memberikan manfaat ekonomi bagi Indonesia," tutupnya.
FAQ: Ekonomi Karbon Indonesia
Apa itu SRUK? Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) adalah platform pencatatan dan verifikasi unit karbon yang diperdagangkan di Indonesia untuk memastikan transparansi dan keterlacakan.
Berapa nilai potensi ekonomi karbon Indonesia? Berdasarkan berbagai studi, potensi ekonomi karbon Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1.000 triliun hingga Rp 2.000 triliun per tahun jika dikelola secara optimal.
Apakah Indonesia sudah memiliki bursa karbon? Ya, Indonesia telah memiliki bursa nilai ekonomi karbon yang beroperasi dengan mengadopsi standar internasional untuk perdagangan karbon.
Bagaimana peran Eddy Soeparno dalam pengembangan ekonomi karbon? Eddy Soeparno secara konsisten mendorong ekonomi karbon sebagai pilar ekonomi baru dan memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah dalam hal ini.
Kapan Sidang Tahunan MPR RI 2026 berlangsung? Sidang Tahunan MPR RI 2026 berlangsung pada pertengahan Agustus 2026, dengan pidato Presiden Prabowo pada Sabtu, 15 Agustus 2026.