DPRD Surabaya Prioritaskan Perekonomian & Penanganan Banjir di APBD 2027
DPRD Surabaya Prioritaskan Perekonomian Penanganan Banjir dalam APBD 2027
Wahanaberita.com – DPRD Surabaya telah menetapkan arah kebijakan anggaran daerah untuk tahun 2027 dengan fokus pada dua sektor krusial. Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Syaifuddin Zuhri, disepakati bahwa DPRD Surabaya Prioritaskan Perekonomian Penanganan Banjir sebagai agenda utama dalam Rancangan Kerangka Anggaran (KUA) dan Rancangan Program Prioritas Anggaran dan Sumber Pendanaan (PPAS). Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif kota untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.
Rapat yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni, Laila Mufidah, Bakhtiar Rifai, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini menghasilkan kesepakatan untuk menyelesaikan pembahasan pada bulan Agustus. Syaifuddin Zuhri menegaskan bahwa meskipun ada batasan waktu sesuai Peraturan Pemerintah dan Permendagri, kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan anggaran.
Strategi Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Salah satu poin penting dalam pembahasan adalah pengembangan Sentra Wisata Kuliner (SWK) sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal. Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot Surabaya untuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan daya tarik yang membuat SWK kembali ramai dikunjungi. Konsep ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui sektor pariwisata kuliner.
Sesuai dengan PP dan Permendagri, Agustus harus selesai. Maka tentunya kita dalam pelaksanaannya harus mempertimbangkan kaidah aturan dan kepentingan masyarakat menjadi satu prioritas utama. Terutama memaksimalkan APBD untuk pro rakyat,
— Syaifuddin Zuhri, dalam keterangan tertulis, Jumat (14/7/2026)
Wali Kota Eri Cahyadi menambahkan bahwa proyeksi anggaran mencapai Rp 15 triliun, meskipun angka ini masih bersifat fleksibel. Ketergantungan pada Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat menjadi faktor penentu dalam finalisasi angka tersebut. Pemkot akan melakukan perhitungan komprehensif berdasarkan proyeksi penerimaan tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.
Penanganan Banjir sebagai Prioritas Infrastruktur
Selain aspek ekonomi, penanganan banjir menjadi salah satu fokus utama dalam APBD 2027. Program pengaspalan jalan, peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penanganan genangan air akan menjadi tiga pilar utama infrastruktur kota. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Pemkot akan memprioritaskan persoalan-persoalan yang paling mendesak agar penanganannya lebih optimal dan terukur.
Jadi 2027 terkait pengaspalan jalan. Yang kedua terkait penerangan jalan umum. Yang ketiga, (penanganan) genangan air. Jadi prioritas kita itu, maka kita lakukan hal itu,
— Eri Cahyadi
Komitmen DPRD Surabaya untuk mengutamakan kedua sektor ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan alokasi anggaran yang tepat, kota pahlawan ini bertujuan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil sekaligus mengurangi risiko banjir yang sering melanda berbagai wilayah.
Frequently Asked Questions
Berapa proyeksi APBD Surabaya 2027? Proyeksi anggaran mencapai Rp 15 triliun, namun angka ini masih dapat berubah tergantung pada kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Kapan pembahasan APBD 2027 harus selesai? Pembahasan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS harus diselesaikan pada bulan Agustus sesuai ketentuan PP dan Permendagri.
Apa saja program prioritas infrastruktur dalam APBD 2027? Tiga program utama meliputi pengaspalan jalan, peningkatan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penanganan genangan air untuk mengurangi risiko banjir.
Bagaimana strategi pengembangan SWK menurut DPRD? Pengembangan SWK tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan daya tarik dengan menampilkan seniman dan variasi kuliner agar menjadi magnet bagi pengunjung.