Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dalih Ayah Tiri di Jaktim Siksa Bayi 1 Tahun hingga Tewas

Published Oktober 4, 2026 · Updated Oktober 4, 2026 · By Mary Anderson - wahanaberita.com

Foto : Mary Anderson - wahanaberita.com

Bayi Berusia 1 Tahun Meninggal Usai Diduga Dianiaya Ayah Tiri di Cakung

Wahanaberita.com – Seorang bayi perempuan berusia 1 tahun meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan di kawasan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Polisi menetapkan seorang pria berinisial RP (30), yang merupakan ayah tiri korban, sebagai pelaku dalam perkara tersebut.

Peristiwa ini terungkap pada Kamis (1/10) sekitar pukul 19.50 WIB. Polsek Cakung menerima informasi mengenai seorang bayi yang ditemukan meninggal dalam kondisi tidak wajar. Petugas Unit Reskrim Polsek Cakung, Perwira Pengendali, serta personel piket fungsi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.

Penyelidikan mengarah kepada RP setelah keterangan saksi dan pemeriksaan awal mengungkap adanya luka lebam pada tubuh korban. Dalam pemeriksaan sementara, pria tersebut mengakui melakukan penganiayaan pada hari kejadian ketika ibu kandung bayi tidak berada di rumah.

Korban Disebut Dibenturkan ke Dinding

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi menjelaskan bentuk kekerasan yang diduga dilakukan terhadap korban. Kepala bagian belakang bayi disebut dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali. Selain itu, bagian punggung korban juga dipukul menggunakan tangan kanan pelaku yang mengepal.

“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak tiga kali dan juga bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” jelas I Made Budi.

Kekerasan terhadap anak, terlebih bayi yang belum mampu melindungi diri atau menyampaikan apa yang dialami, menjadi perkara yang memerlukan penanganan menyeluruh. Selain mengusut perbuatan pidana yang diduga terjadi, keterangan para saksi dan kondisi korban menjadi bagian penting dalam proses penyidikan.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk waktu pasti penganiayaan dan keterangan yang disampaikan pelaku kepada orang-orang di sekitar lokasi. Pemeriksaan juga diperlukan untuk menyusun kronologi secara utuh dari saat korban bersama pelaku hingga korban dibawa untuk mendapatkan pertolongan.

Alasan Cemburu Dilampiaskan kepada Anak

RP diduga melakukan kekerasan karena persoalan pribadi dengan istrinya, yang juga ibu kandung korban. Pelaku mengaku tersulut rasa cemburu setelah mengetahui istrinya berkomunikasi melalui pesan dengan pria lain. Rasa kesal itu justru diarahkan kepada anak tiri yang masih berusia sangat muda.

“Untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chatan dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban,” kata I Made Budi, Minggu (4/10/2026).

Motif tersebut masih berupa hasil pemeriksaan sementara. Namun, fakta bahwa konflik orang dewasa diduga berujung pada kekerasan terhadap anak menjadi perhatian serius dalam penanganan kasus ini. Anak tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan relasi orang tua, sehingga tidak dapat dijadikan sasaran pelampiasan emosi dalam keadaan apa pun.

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya orang-orang di sekitar keluarga untuk peka terhadap tanda kekerasan pada anak. Luka lebam, perubahan kondisi fisik yang mendadak, atau penjelasan yang tidak konsisten dari pengasuh dapat menjadi hal yang perlu segera diperhatikan dan ditindaklanjuti melalui jalur yang tepat.

Pelaku Datang Sambil Menangis Meminta Pertolongan

Setelah korban dalam kondisi kritis, RP sempat mendatangi seorang saksi berinisial S sambil menggendong bayi tersebut. Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra menyebut pelaku datang sekitar pukul 18.15 WIB dalam keadaan menangis dan meminta bantuan untuk membawa korban ke rumah sakit.

“Menurut keterangan Saksi 1, sekitar jam 18.15 WIB pelaku datang menggendong anaknya (korban) sambil menangis, terus pelaku meminta tolong terhadap Saksi 1 untuk mengantar korban ke rumah sakit,” ujar Andre Try Putra, Sabtu (3/10).

Saksi S kemudian menanyakan kondisi yang dialami bayi itu. RP awalnya menyampaikan bahwa korban muntah-muntah. Akan tetapi, ketika tubuh anak diperiksa, saksi menemukan wajah korban dipenuhi memar.

“Kemudian Saksi 1 bertanya terhadap pelaku ‘emang korban sakit apa’, kemudian korban diletakkan di lantai oleh pelaku dan berkata kalau korban sakit karena muntah-muntah. Tetapi, sewaktu dicek oleh Saksi 1 bahwa wajah korban penuh dengan luka lebam,” ujarnya.

Penjelasan pelaku tidak berhenti pada alasan korban muntah. Saat kembali ditanya mengenai luka pada bayi tersebut, RP menyebut anak itu tertimpa kipas angin. Keterangan yang dinilai berubah-ubah itu juga disampaikan kepada ibu kandung korban.

“Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” kata Andre.

Penyidikan Masih Berjalan

Petugas kepolisian telah memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan untuk memperjelas peristiwa yang berakhir dengan kematian bayi tersebut. Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan cepat sangat diperlukan apabila seorang anak terlihat mengalami luka, sakit mendadak dengan penjelasan yang meragukan, atau berada dalam situasi pengasuhan yang berisiko.

Lingkungan keluarga, tetangga, dan pihak yang mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak memiliki peran penting untuk mencari pertolongan secepat mungkin. Keselamatan anak harus menjadi prioritas, terutama ketika terdapat tanda luka fisik maupun kondisi yang mengarah pada ancaman serius terhadap nyawa.

Polisi terus menangani perkara dugaan penganiayaan ini untuk memastikan seluruh fakta terungkap, termasuk pertanggungjawaban RP atas kematian anak tirinya di Cakung, Jakarta Timur.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Dalih Ayah Tiri di Jaktim Siksa?

Dalih Ayah Tiri di Jaktim Siksa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dalih Ayah Tiri di Jaktim Siksa matter?

Dalih Ayah Tiri di Jaktim Siksa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.