Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BNPB-PNM Dorong Warga Agam Bangkit Pascabencana Lewat Usaha Produktif

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Program Klasterisasi 2026 Perkuat Ekonomi Warga Agam Pasca Bencana

Wahanaberita.com – Upaya pemulihan masyarakat di Kabupaten Agam tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, namun juga menitikberatkan pada revitalisasi mata pencaharian warga. Kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), serta Pemerintah Kabupaten Agam melalui Program Klasterisasi 2026 bertujuan mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membantu masyarakat terdampak bencana kembali produktif dan memiliki sumber pendapatan yang stabil.

Dua Klaster Utama sebagai Pusat Pengembangan

Program ini mencakup dua wilayah klaster, yaitu Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau yang berlokasi di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, serta Olahan Pinang Salareh Aia di Kecamatan Palembayan. Melalui serangkaian pelatihan, pendampingan intensif, penyediaan sarana produksi, dan kemudahan akses pembiayaan, PNM berupaya membantu masyarakat terdampak bencana kembali produktif dan memiliki sumber pendapatan yang stabil.

Di klaster Olahan Ikan Danau Maninjau, PNM berkolaborasi dengan Pemkab Agam melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menyelenggarakan tiga sesi pelatihan bagi kelompok masyarakat Huntara Linggai. Fokus utama adalah pengembangan ikan asap sebagai produk bernilai tambah. Selain itu, PNM menyediakan oven pengasapan dan membuka jalur pembiayaan tanpa agunan sesuai ketentuan guna memenuhi kebutuhan modal kerja kelompok.

Sementara itu, klaster Olahan Pinang Salareh Aia mendapat pendampingan dari akademisi Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Kehadiran para akademisi ini bertujuan memperkuat keterampilan pengolahan dan meningkatkan kapasitas produksi masyarakat. PNM juga memberikan kontribusi berupa oven, pisau pemotong pinang, dan genset. Dalam kunjungan tersebut, PNM meninjau langsung usaha pengolahan pinang milik pelaku usaha lokal yang telah memiliki jaringan pemasok bahan baku yang solid.

Visi Kemandirian Ekonomi Jangka Panjang

Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi merupakan elemen krusial dalam proses pemulihan pascabencana. Tujuannya agar masyarakat tidak sekadar bergantung pada bantuan, melainkan mampu membangun sumber penghidupan secara mandiri.

Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, menjelaskan bahwa dukungan PNM diarahkan agar potensi yang telah dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan tidak hanya bersifat sementara, tetapi memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi setelah bencana.

Pernyataan tersebut disampaikan Hendra pada Jumat (14/8/2026) dalam keterangannya kepada media. Di sisi lain, Pemkab Agam memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi BNPB dan PNM dalam memperkuat ekonomi masyarakat terdampak. Asisten II Adrinaldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendukung upaya masyarakat untuk kembali bangkit.

Pemda Agam selalu mendukung masyarakat agar bisa bangkit dari bencana yang telah berdampak kepada kehidupan mereka. Kami berterima kasih kepada BNPB, PNM, dan seluruh mitra yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Klasterisasi 2026

Apa itu Program Klasterisasi 2026? Program Klasterisasi 2026 adalah inisiatif kolaboratif antara BNPB, PNM, dan Pemkab Agam yang bertujuan mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui dua klaster utama, yaitu Olahan Ikan Danau Maninjau dan Olahan Pinang Salareh Aia.

Bagaimana cara masyarakat mendapatkan akses pembiayaan? PNM menyediakan jalur pembiayaan tanpa agunan sesuai ketentuan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja kelompok. Masyarakat dapat mengakses pembiayaan ini melalui proses pendaftaran yang dipandu oleh pendamping PNM.

Apa saja bantuan yang diberikan PNM? PNM memberikan berbagai bantuan berupa oven pengasapan, oven, pisau pemotong pinang, genset, serta pendampingan dari akademisi untuk memperkuat keterampilan pengolahan dan meningkatkan kapasitas produksi.

Berapa lama program ini berlangsung? Program Klasterisasi 2026 dirancang untuk berlangsung selama satu tahun dengan fokus pada pengembangan potensi lokal menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

Melalui pengembangan ikan Danau Maninjau hingga pinang Salareh Aia, PNM berharap potensi lokal tidak hanya menjadi sumber pemulihan ekonomi sesaat, tetapi tumbuh menjadi usaha produktif yang membuka pasar, memperkuat pendapatan keluarga, dan mengembalikan harapan masyarakat Agam untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Related Reading