Bisik-bisik Mantan Biduan di Balik Mulusnya Aksi Curanmor Hajatan
Kapolres Serang Beberkan Peran Mantan Biduan dalam Aksi Curanmor Hajatan
Bisik bisik Mantan Biduan di Balik - Polres Serang berhasil mengungkap operasi pencurian sepeda motor yang terjadi di sejumlah tempat hajatan. Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, menyebut bahwa satu dari lima anggota kelompok kriminal ini adalah mantan biduan yang menjadi informan utama. Pemakaian kata "Bisik bisik Mantan Biduan di Balik" muncul karena mantan penyanyi ini dianggap memahami dinamika acara hiburan yang sering menjadi target operasi.
Aksi Curanmor di Kampung Rukem dan Waktu Terjadinya
Insiden pencurian sepeda motor terjadi pada 12 Mei 2026, sekitar pukul 23.3 WIB, di Kampung Rukem, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten. Korban mengklaim motor yang dicuri hilang setelah acara hajatan di tempat tersebut usai. Dalam pemaparan Kapolres, AKBP Andri Kurniawan, polisi menyebut bahwa lokasi acara hajatan memudahkan para pelaku untuk mengamati situasi.
"Motor korban tak ditemukan, padahal sebelumnya berada di dekat rumah warga," kata AKBP Andri Kurniawan, Jumat (22/5).
"Mereka memanfaatkan situasi pengawasan yang rapi di acara hajatan, sehingga mudah mengambil kesempatan," tambahnya.
Proses Penangkapan dan Tersangka
Dua pria yang terlibat sebagai penadah kendaraan curian ditangkap pada Rabu (14/5) di Bogor. Mereka bernama Saedi dan Suherman. Menurut Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES, para tersangka mengaku memperoleh informasi dari seseorang bernama Jimi alias Kiming. Dalam penjelasan, kata "Bisik bisik Mantan Biduan di Balik" diulang karena Kiming dikenal sebagai penghubung utama antara informan dan pelaku.
"Kami menangkap Kiming saat beraksi di Kota Serang bersama pacarnya, Dian, yang dikenal sebagai mantan penyanyi. Mereka memanfaatkan informasi dari Dian untuk merencanakan aksi," ujar Andri.
Rincian Aksi dan Pelaku
Keming, salah satu pelaku, mengaku terlibat dalam lima aksi pencurian, sementara Kiming lebih sering melakukan operasi sendirian berdasarkan data yang didapat dari Dian. Menurut AKP Andi Kurniady ES, Dian juga memberikan informasi tentang lokasi hajatan di Banten hingga Jakarta. "Kami menemukan bahwa mantan biduan ini memiliki jaringan luas untuk memperoleh kejutan dari korban," kata penyidik.
"Pelaku mencuri motor di Serang, Lebak, Tangerang, hingga Jakarta. Mereka memanfaatkan situasi di acara hajatan untuk menghindari tindak lanjut dari pengawasan warga," ujar Andi.
Kasus Sebelumnya dan Peran Mantan Biduan
Jimi alias Kiming, sebelumnya dikenal sebagai mantan biduan, telah terlibat dalam pencurian di 15 titik lokasi dalam tiga bulan terakhir. Aksi ini sering kali berlangsung di tempat hajatan, di mana keamanan terlihat lebih rapi. Dalam penyelidikan, kata "Bisik bisik Mantan Biduan di Balik" terus diulang karena informan ini memberikan gambaran yang jelas tentang kebiasaan korban.
"Pelaku melakukan pencurian sepeda motor di 15 TKP di Provinsi Banten, termasuk di tempat hajatan. Mereka menggunakan jaringan mantan biduan untuk merencanakan aksi jahat," kata Kasat Reskrim Polres Serang.
Pelaku dan Motif Pencurian
Dian, mantan penyanyi yang menjadi informan, disebut memiliki hubungan dekat dengan Kiming. Menurut sumber dari penyidik, Dian terlibat dalam beberapa aksi curanmor karena memahami bagaimana korban berperilaku di acara hajatan. "Mantan biduan ini memberi petunjuk lokasi yang rentan, sehingga pelaku bisa merencanakan aksi secara rapi," ungkap Andri.
"Mereka menunggu hingga acara hajatan selesai agar tidak mengganggu kegiatan warga. Bisik bisik Mantan Biduan di Balik menjadi kata kunci yang tepat karena pelaku menggunakan keahlian dalam mengenal acara hiburan untuk merancang aksi."
Hasil Penyitaan dan Penindakan
Dalam operasi ini, polisi menyita lima sepeda motor, empat handphone, serta satu set kunci T dari para tersangka. Para pelaku dikenai pasal 477 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan. Kapolres mengatakan bahwa "Bisik bisik Mantan Biduan di Balik" bukan hanya sekadar judul, tetapi juga refleksi dari pola kerja kriminal yang memanfaatkan lingkungan hajatan sebagai celah.
"Kami menangkap lima tersangka dalam operasi ini, termasuk mantan biduan yang menjadi penggerak utama. Bisik bisik Mantan Biduan di Balik menjadi bukti bagaimana aksi pencurian bisa merajalela di tempat hiburan," ujar AKBP Andri Kurniawan.
Sebagai langkah pencegahan, polisi juga berencana memberikan sosialisasi tentang keamanan di acara hajatan. Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang yang memiliki pengalaman dalam mengenal kebiasaan warga di tempat