Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bertemu Camat, Tukang Cukur di Bogor Bicara soal Dimarahi Tak Pasang Bendera

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Kang Abuy Klarifikasi Kasus Tak Pasang Bendera di Bogor

Wahanaberita.com – Nurhidayat, yang lebih dikenal sebagai Kang Abuy, seorang pengusaha pangkas rambut di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah memberikan penjelasan resmi terkait insiden yang membuatnya viral. Pria tersebut sempat dimarahi karena tidak memasang bendera merah putih di depan tokonya. Dalam pertemuan dengan Camat Rancabungur, Dita Aprilia, Kang Abuy menegaskan bahwa dirinya tidak merasa diintimidasi oleh pihak kecamatan.

Klarifikasi dari Kang Abuy

Dalam rekaman video yang diterima detikcom pada Kamis (13/8/2026), Kang Abuy menyatakan:

"Saya Kang Abuy atau Nurhidayat selaku pengusaha pangkas rambut di Desa Bantarkambing membenarkan bahwasanya tidak ada tindak intimidasi dari kecamatan maupun Bapak Satpol PP yang ikut serta mensosialisasikan untuk pemasangan bendera pada hari itu."

Menurut Kang Abuy, ada seseorang yang mengaku sebagai perwakilan media yang memintanya membuat video klarifikasi sekaligus meminta maaf atas keramaian yang terjadi. Orang tersebut terus merekam dan mengajukan berbagai pertanyaan, sehingga mengganggu aktivitas Kang Abuy saat melayani pelanggan.

"Adapun yang memaksa saya membuat video klarifikasi adalah dari pihak media tersebut," jelasnya.

Kang Abuy juga membantah bahwa dirinya menolak memasang bendera merah putih. Ia menegaskan bahwa pengibaran bendera dilakukan secara sukarela, bukan karena keterpaksaan.

"Nggak ada sama sekali. Enggak ada. Jadi udah inisiatif sendiri," ujarnya saat ditanya soal bendera yang sudah berkibar di depan tempat kerjanya di Jalan Atang Sanjaya, Bantar Jaya, Rancabungur.

Penjelasan Ucapan "Belum Merdeka"

Ucapan Kang Abuy yang menyatakan "belum merdeka" sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pria tersebut menjelaskan bahwa maksudnya adalah belum tanggal 17 Agustus, sehingga bendera belum dipasang.

"Sebenarnya enggak menjurus ke situ, ya. Maksud saya itu 'belum merdeka' artinya belum hari H-nya Hari Kemerdekaan. Belum tanggal 17," katanya.

Selain itu, Kang Abuy juga memaknai ungkapan tersebut dalam konteks kondisi ekonomi. Ia merasa belum merdeka secara finansial karena masih merasakan kekurangan, baik dari segi harga bahan pokok, ongkos bensin, jumlah pelanggan, maupun kemampuan membawa pulang penghasilan untuk keluarganya.

"Makna merdeka, ya, dari segi ekonomi sih saya pribadi memang belum merdeka. Masih ngerasa kekurangan lah mungkin. Indonesia udah merdeka, tapi bagi saya, bagi diri saya sendiri itu belum," katanya.

Respons Camat Rancabungur

Camat Rancabungur, Dita Aprillia, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026. Ia menyebutkan bahwa setiap hari Jumat dan Selasa, ia bersama tim kecamatan selalu melakukan kegiatan bersih-bersih jalan. Pada momen tersebut, karena sudah memasuki bulan Agustus, mereka juga membagikan bendera.

"Saya itu kan setiap hari Jumat dan Selasa itu, serta dengan tim kecamatan, itu kan selalu ada kegiatan bersih-bersih ya di jalan. Nah, pada momen itu karena sekarang bulan Agustus, jadi kita sekalian bagi-bagi bendera," kata Dita, Rabu (12/8).

Dita menambahkan bahwa stok bendera yang dibagikannya mulai menipis karena sudah dimulai sejak tanggal 1 Agustus. Pihak kecamatan membagikan bendera secara selektif mengingat banyaknya desa yang perlu mendapat jatah.

"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," tuturnya.

Kang Abuy sempat mengiyakan imbauan Camat untuk memasang bendera. Ia menilai pemasangan bendera merah putih sebagai simbol nasionalisme di bulan kemerdekaan. Dita juga menjelaskan bahwa imbauan tersebut sudah sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bogor melalui Bakesbangpol.

"Nah, pada saat itu ada, ada teman media ya yang membantu kita nih. Awalnya sih bukan mau bantu publikasi gitu, dia mau bantu mengimbau warga, mau bantu kebersihan juga, awalnya bukan mau bantu kita untuk publikasi," terangnya.

Dita membantah bahwa orang yang terlibat adu mulut dengan Kang Abuy adalah pegawai kecamatan. Orang tersebut hanyalah seorang teman media yang membantunya memberi imbauan kepada warga.

"Itu bukan pegawai kecamatan," ucapnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bertemu Camat Tukang Cukur di Bogor?

Bertemu Camat Tukang Cukur di Bogor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bertemu Camat Tukang Cukur di Bogor matter?

Bertemu Camat Tukang Cukur di Bogor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.