Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Beroperasi Sejak 2024, Sindikat Judol Boxkia Raup Omzet Rp 2 M Per Bulan

Published Oktober 24, 2026 · Updated Oktober 24, 2026 · By Robert Brown - wahanaberita.com

Foto : Robert Brown - wahanaberita.com

Polri Ungkap Operasional Boxkia, Omzet Diduga Capai Rp 2 Miliar Tiap Bulan

Wahanaberita.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan perjudian online yang memanfaatkan situs Boxkia.com. Penyidik menduga kegiatan tersebut telah berjalan sejak 2024 dan menghasilkan omzet sekitar Rp 2 miliar setiap bulan.

Kasus ini berawal dari patroli siber pada September 2026. Dalam penelusuran tersebut, penyidik menemukan situs yang menawarkan permainan berformat spin game dan gacha. Pemain menggunakan mata uang virtual untuk memperoleh hadiah berupa item, action figure, atau kartu. Barang-barang itu kemudian dapat dijual kembali sehingga menghasilkan keuntungan.

Wadirtipid Siber Bareskrim Polri Kombes Setyo K. Heriyanto menjelaskan mekanisme permainan tersebut menjadi perhatian penyidik karena mengandung unsur perjudian.

"Situs tersebut menyediakan permainan seperti spin game dan gacha, yang mana nanti pemainnya melakukan penukaran hadiah," kata Setyo dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Untuk mendukung aktivitas transaksi, pengelola diduga membuka sejumlah pilihan pembayaran. Metode yang tersedia mencakup virtual account, aset kripto USDT, serta QRIS. Pola pembayaran digital seperti ini menjadi bagian penting dalam penyelidikan karena penyidik juga menelusuri pergerakan dana yang berkaitan dengan operasional situs.

"Mereka sudah mulai kegiatan ini diperkirakan sejak tahun 2024 dari keterangan mereka. Dan omzet mereka sekitar Rp 2 miliar per bulannya," ungkap Setyo.

Operasional Disebut Berjalan di Jakarta dan Kuala Lumpur

Pusat pengelolaan situs disebut berada di Jakarta. Namun, kegiatan operasionalnya diduga tidak hanya dilakukan dari satu lokasi. Penyidik menemukan adanya aktivitas yang dijalankan dari Jakarta dan Kuala Lumpur, Malaysia.

"Untuk situs ini berpusat memang di Jakarta, tapi untuk operasinya dilakukan di dua kota, yaitu Jakarta dan Kuala Lumpur, Malaysia," ucap Setyo.

Empat orang telah diamankan dalam pengungkapan perkara ini. Mereka disebut memiliki peran berbeda, dari penanggung jawab kegiatan hingga pelaksana teknis dan pengelola keuangan. Keempat tersangka adalah Jhiazi Chen atau C, warga negara China yang diduga mengendalikan sekaligus bertanggung jawab atas operasional kantor Boxkia; Farhan Akbar Djafar atau F; Alfi Sena Pradipta atau A; serta Lesica atau L.

Farhan Akbar Djafar disebut bekerja pada divisi kreatif dan bertugas mengunggah materi promosi melalui Instagram serta TikTok. Alfi Sena Pradipta diduga menangani layanan pelanggan sekaligus administrasi untuk meningkatkan peringkat situs. Sementara itu, Lesica disebut mengurus pembukuan, pembayaran gaji pegawai, serta transaksi deposit dan penarikan dana pemain.

Penyidik masih memperluas pendalaman terhadap kemungkinan pihak lain yang terlibat. Setyo menyatakan, jaringan tersebut diduga mempunyai keterkaitan lintas negara.

"Sementara ini masih dikembangkan, namun patut diduga mereka adalah termasuk dalam jaringan internasional," tutur Setyo.

Barang Bukti Digital dan Dokumen Disita

Dalam rangkaian penindakan di sejumlah lokasi di Jakarta Barat, polisi turut membawa sejumlah barang bukti. Barang yang diamankan terdiri atas delapan telepon genggam berbagai merek, tiga bundel dokumen, 19 CPU beserta monitor, tujuh kartu ATM BCA, dan tujuh kartu ATM dari bank China.

Penyitaan perangkat elektronik dan dokumen menjadi bagian dari upaya memetakan cara kerja situs, hubungan antaroperator, materi promosi, serta jalur transaksi yang digunakan. Penelusuran rekening dan instrumen pembayaran juga diperlukan untuk mengidentifikasi aliran dana yang diduga terkait aktivitas perjudian online.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Suhermanto menegaskan penegakan hukum tidak berhenti pada pengelola situs. Aparat juga menelusuri aspek pendanaan dan pihak-pihak yang terhubung dengan operasi tersebut. Langkah itu disebut sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pemberantasan perjudian online.

"Pemberantasan perjudian online menjadi salah satu program prioritas bapak Kapolri. Kami akan terus melakukan upaya untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat, termasuk menelusuri sistem operasional, sarana transaksi, dan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas perjudian online," kata Suhermanto melalui keterangannya, Rabu (21/10).

Penelusuran Juga Menyasar Dugaan Pencucian Uang

Penanganan perkara ini mencakup pemeriksaan terhadap transaksi keuangan yang berpotensi berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang. Fokus tersebut penting karena aktivitas perjudian online tidak hanya melibatkan penyedia permainan, melainkan juga sistem promosi, akun pembayaran, pengelolaan deposit, dan proses penarikan dana.

Penggunaan berbagai kanal pembayaran, termasuk aset kripto dan QRIS, menjadi salah satu unsur yang akan didalami. Setiap metode memiliki jejak transaksi yang dapat membantu penyidik menelusuri keterhubungan antarakun maupun pihak penerima dana.

Para tersangka dapat dikenakan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik. Mereka juga terancam dijerat Pasal 426 juncto Pasal 20 serta Pasal 607 ayat (1) huruf a, b, dan c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang berkaitan dengan perjudian online dan pencucian uang.

Perkara ini masih terus dikembangkan. Pendalaman terhadap perangkat, rekening, dokumen, serta pola operasional lintas negara akan menentukan sejauh mana jaringan Boxkia diduga bekerja dan siapa saja pihak yang mungkin terlibat di dalamnya.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Beroperasi Sejak 2024 Sindikat Judol Boxkia?

Beroperasi Sejak 2024 Sindikat Judol Boxkia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Beroperasi Sejak 2024 Sindikat Judol Boxkia matter?

Beroperasi Sejak 2024 Sindikat Judol Boxkia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.