Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi Besar BUMN Era Prabowo

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Sandra Wilson - wahanaberita.com

Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com

Bamsoet: Swasembada Pangan dan Transformasi BUMN Jadi Sorotan Utama

Wahanaberita.com – Bambang Soesatyo, yang merangkap sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ketua MPR RI periode ke-15, serta Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Hukum & Keamanan di KADIN Indonesia, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut dilontarkan menyusul Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Bamsoet, pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo menggarisbawahi arah pembangunan nasional yang kian berfokus pada kemandirian bangsa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan sektor pangan dan energi, penguatan fondasi ekonomi, serta efisiensi dalam tata kelola pemerintahan.

Capaian Ekonomi yang Signifikan

Dalam paparannya, Presiden Prabowo mengemukakan berbagai pencapaian nyata. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tahun 2026 tercatat sebesar 5,45 persen. Realisasi investasi mencapai Rp 1.010 triliun hingga pertengahan 2026, sekaligus membuka lebih dari 1,4 juta peluang kerja baru. Sementara itu, sepanjang tahun 2025, investasi tercatat Rp 1.931 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 2,7 juta orang.

"Pidato Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintahan telah bekerja dengan arah dan target yang semakin jelas, yaitu membangun kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat. Di tengah ketidakpastian geopolitik, perang dagang, perubahan rantai pasok dan tekanan ekonomi dunia, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan dan menarik investasi. Ini patut diapresiasi," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Lebih lanjut, Bamsoet menekankan bahwa angka-angka capaian tersebut harus terus diwujudkan menjadi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya beli, penguatan kelas menengah, serta pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Kemandirian Pangan sebagai Fondasi Kedaulatan

Pernyataan Bamsoet tersebut disampaikan setelah menghadiri sidang-sidang penting di Kompleks Parlemen. Sebagai Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, ia menyoroti keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam kurun waktu satu tahun. Pemerintah juga berhasil memangkas 145 aturan terkait penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen.

Menurut Bamsoet, kebijakan tersebut sangat krusial mengingat biaya produksi menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi daya saing petani. Di sisi lain, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah pada sejumlah komoditas yang belum sepenuhnya mandiri. Oleh karena itu, keberhasilan swasembada perlu dilanjutkan dengan peningkatan produktivitas, kepastian harga, penguatan irigasi, mekanisasi, dan regenerasi petani.

"Swasembada pangan merupakan fondasi kedaulatan negara. Ketika Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari produksi sendiri, kita memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat menghadapi gejolak dunia. Pemerintah juga perlu memastikan harga hasil panen tetap menguntungkan petani. Jangan sampai produktivitas meningkat, tetapi petani justru kehilangan margin keuntungan karena tingginya biaya distribusi, permainan tengkulak atau lemahnya rantai pasok," kata Bamsoet.

Reformasi BUMN dan Prospek Ekonomi

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar serta Wakil Ketua Umum dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI, Bamsoet memaparkan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi 5,45 persen pada semester I 2026 memberikan sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia relatif mampu bertahan di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Pres Prabowo juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, yang disebut sebagai pertumbuhan kuartal pertama dan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja, sedangkan hingga semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp1.010 triliun dengan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.

"Saya sepakat dengan penekanan Presiden bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi merupakan sarana penting untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Angka pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti tanpa diikuti dengan pekerjaan yang layak, pendapatan yang meningkat dan biaya hidup yang terkendali. Karena itu, pemerintah perlu terus memperkuat industri nasional, hilirisasi, UMKM, ekonomi kreatif dan sektor padat karya agar pertumbuhan yang kita capai semakin berkualitas dan dirasakan secara luas," urai Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini juga memberikan apresiasi terhadap reformasi besar-besaran BUMN melalui Danantara. Presiden mengungkapkan pemerintah telah menutup 290 BUMN sebagai bagian dari upaya efisiensi dan optimalisasi aset negara.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi?

Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi matter?

Bamsoet Apresiasi Swasembada Pangan dan Reformasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.