Bahlil Cerita Pernah Jadi ‘Bubur’ di 2025, Minta Siagakan Pasukan Udara
Bahlil Cerita Pernah Jadi Bubur di 2025, Perintahkan Siagakan 'Pasukan Udara' Golkar
Wahanaberita.com – Bahlil cerita pernah jadi bubur di 2025 menjadi sorotan ketika Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka forum internal di Kantor DPP, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Di hadapan jajaran pengurus dari berbagai daerah, ia mengungkit pengalaman pahit pada Januari 2025 saat dirinya menjadi sasaran kritik publik yang sangat masif hingga merasa "hancur total." Bukan sekadar anekdot, kisah itu ia jadikan landasan untuk mereformasi cara partai mengelola opini publik.
Bagi Bahlil, episode tersebut membuktikan bahwa tanpa mekanisme komunikasi yang terstruktur, pesan partai berisiko tersesat atau bahkan berbalik arah. Ia kemudian meminta Wakil Ketua Umum Meutya Hafid segera mengaktifkan kembali struktur Media dan Penggalangan Opini (MPO) di setiap tingkatan organisasi, dari provinsi hingga kabupaten/kota.
"Saya sudah pernah merasakan betul pernah menjadi bubur ayam di 2025 Januari. Iya, benar pun kalau tidak mampu kita tata dengan baik, akan susah pesan itu tersampaikan. Apalagi kalau ada kelirunya," jelas Bahlil.
Perintah Siagakan 'Pasukan Udara' di Setiap Daerah
Bahlil mengibaratkan MPO sebagai "angkatan baru" yang ia sebut pasukan udara. Tanpa sayap komunikasi ini, ia menilai partai akan kehilangan kendali atas narasi publik di tingkat akar rumput. Instruksinya tegas: seluruh simpul MPO harus segera dibentuk, diperkuat, atau diganti dengan kader yang benar-benar aktif bergerak di lapangan.
"Untuk Ibu Meutya, karena musda-musda sudah selesai, saya meminta untuk MPO harus segera dibentuk di semua struktur di bawah. Provinsi, kabupaten/kota. Jadi angkatan apa, angkatan baru itu apa ya namanya? Pasukan udara. Pasukan udara ini kalau tidak, waduh, bahaya kita," ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa kebenaran sebuah kebijakan tidak otomatis diterima publik jika cara penyampaiannya keliru. Ia menginstruksikan agar struktur yang belum ada segera didirikan, yang sudah ada diperkuat, dan yang tidak aktif segera diganti dengan personel responsif yang mampu menerjemahkan kebijakan ke dalam bahasa lokal.
"Jadi saya minta untuk struktur kita di bawah harus segera direhabilitasi, yang belum ada segera diadakan, yang sudah ada diperkuat, yang tidak aktif segera cari yang aktif," sebutnya.
Implikasi Strategis bagi Jaringan Golkar
Peringatan Bahlil cerita pernah jadi bubur ini menggarisbawahi kerentanan struktural partai dalam mengelola opini publik. Di era media sosial, satu narasi yang tidak terkelola dapat menyebar jauh lebih cepat daripada klarifikasi resmi. Dengan mengaktifkan MPO di semua tingkatan, Golkar berupaya membangun lapisan respons cepat yang mampu mengantisipasi, mengklarifikasi, dan mengarahkan wacana sebelum eskalasi terjadi.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda penguatan kapasitas organisasi pasca-musyawarah daerah. Dengan MPO yang berfungsi penuh, setiap daerah memiliki kapasitas untuk menerjemahkan kebijakan pusat ke dalam bahasa yang mudah dicerna masyarakat, sekaligus menjadi kanal umpan balik dua arah antara kader dan konstituen. Tanpa infrastruktur komunikasi semacam itu, partai berisiko menjadi reaktif dan selalu tertinggal satu langkah dari arus opini.
FAQ
Apa makna istilah "bubur" yang digunakan Bahlil Lahadalia? Bahlil merujuk pada pengalaman Januari 2025 ketika ia menjadi sasaran kritik publik yang sangat masif