Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Api Padam – Penyebab Kebakaran Auditorium Binus Jakbar Masih Diselidiki

Published Mei 22, 2026 · Updated Mei 22, 2026 · By Jennifer Jackson

Api Padam - Penyebab Kebakaran Auditorium Binus Jakbar Masih Diselidiki

Api Padam - Kebakaran yang menghanguskan ruangan auditorium di kampus Binus, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran melakukan upaya intensif. Meski api telah dikuasai, penyebab kejadian tersebut masih menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Sejumlah petugas dari Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menyatakan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk menentukan akar masalah dari kebakaran yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) pagi.

Deteksi dan Penanganan Awal

Kebakaran dilaporkan muncul sekitar pukul 05.30 WIB, saat warga kampus dan sekitarnya masih bermaksud menikmati suasana tenang pagi hari. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan bahwa respons petugas kebakaran sudah cepat, dengan 12 unit mobil pemadam dan sekitar 60 personel yang terlibat. "Api muncul dari area auditorium lantai 5, dan kami langsung meluncur ke lokasi setelah menerima laporan," jelas Syaiful saat dijumpai di Kampus Binus Anggrek.

"Api pertama kali sulit dikenali karena tertutup asap tebal. Petugas memakai alat respirator dan melakukan pembongkaran plafon untuk mengidentifikasi sumber api," tambahnya. Proses pemadaman memakan waktu sekitar empat jam, hingga pukul 10.15 WIB, ketika seluruh mobil pemadam mulai meninggalkan lokasi. Meski api sudah padam, tim penyelidik masih bekerja keras untuk memahami apa penyebab kebakaran tersebut.

Kondisi Pasca-Kebakaran

Kebakaran tidak menyebar ke area lain di gedung kampus, berkat tindakan cepat dari petugas pemadam. Area yang terkena api hanya terbatas pada auditorium lantai 5, dengan kerusakan utama terjadi pada struktur interior dan peralatan elektronik. "Api tidak merusak bangunan secara signifikan, tapi beberapa perangkat proyektor dan meja telah hancur," ungkap Syaiful. Ia menambahkan bahwa seluruh area kampus masih dalam pengawasan untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran lanjutan.

"Setelah pemadaman, tim menyisihkan sisa bara dan memeriksa setiap bagian gedung untuk memastikan keamanan. Api Padam terjadi secara tiba-tiba, sehingga kami harus mengevakuasi beberapa warga kampus sebelum memulai proses pemadaman," jelas Syaiful. Ia juga menyebutkan bahwa meski api sudah padam, proses investigasi tetap membutuhkan waktu lebih lama untuk memastikan penyebab akhir dari kebakaran tersebut.

Pasca-api Padam, kampus Binus Jakarta Barat kembali pulih secara bertahap. Pintu pagar kampus yang sempat tertutup akibat kebakaran kini telah dibuka, memungkinkan warga dan mahasiswa untuk kembali ke lingkungan kampus. Namun, seluruh area lantai 5 masih ditutup sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami akan melibatkan tim teknis untuk mengecek sistem listrik dan alat keselamatan di lokasi," tambah Syaiful.

Langkah Investigasi

Dalam penyelidikan, pihak kepolisian mengumpulkan data dari saksi mata dan petugas pemadam. Mereka juga melakukan inspeksi menyeluruh terhadap gedung untuk mencari bukti-bukti yang bisa menunjukkan sumber api. "Kami sedang menelusuri kemungkinan kebocoran kabel atau alat elektronik yang mungkin menjadi penyebab utama kebakaran," kata Syaiful. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan penyedia listrik kampus untuk mengecek kondisi kabel dan sirkuit di area yang terkena.

"Api Padam kemungkinan dipicu oleh faktor teknis, tetapi kami belum bisa memastikan sampai hasil investigasi selesai. Kami akan memberikan laporan lengkap dalam beberapa hari ke depan," lanjut Syaiful. Ia menambahkan bahwa pihak Binus juga telah menyiapkan tim khusus untuk mendukung proses penyelidikan. Tim ini akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menelusuri segala kemungkinan penyebab kebakaran tersebut.

Menurut informasi yang didapat, kebakaran terjadi tanpa adanya indikasi awal dari peristiwa kecil. Dalam proses pemadaman, petugas mengalami tantangan berupa asap yang sangat pekat, sehingga memperlambat upaya penanganan. Syaiful menekankan bahwa kebocoran kabel atau alat elektronik menjadi salah satu kemungkinan utama, terutama karena area auditorium sering digunakan untuk acara teknis yang melibatkan perangkat elektronik.

Respons dari Kampus

Kebakaran di Auditorium Binus Jakbar memicu respons cepat dari pihak kampus. Rektorat segera memberi perintah untuk menghentikan semua aktivitas di area yang terkena, sementara tim darurat melakukan evakuasi. "Api Padam mengganggu rencana acara hari ini, tetapi kami berterima kasih atas tindakan sigap petugas pemadam," kata perwakilan Binus dalam pernyataan resmi. Ia juga menyebutkan bahwa kampus telah berkomitmen untuk memperbaiki sistem keselamatan dan memastikan tidak ada kejadian serupa di masa depan.

"Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan kampus. Selain itu, kami juga akan meningkatkan pengawasan terhadap peralatan elektronik yang digunakan di ruangan seperti auditorium," tambah perwakilan tersebut. Ia menegaskan bahwa kampus akan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, termasuk penggantian peralatan yang rusak dan pelatihan keselamatan bagi staf dan mahasiswa.

Sejumlah warga kampus juga memberikan pernyataan tentang pengalaman mereka saat kebakaran terjadi. Seorang mahasiswa menyampaikan bahwa asap yang keluar dari auditorium membuat suasana kampus terganggu. "Api Padam datang sangat mendadak, dan kami sempat panik sejenak," katanya. Namun, setelah petugas tiba, kondisi kampus kembali tenang. Peristiwa ini juga memicu perhatian warga sekitar, yang beberapa orang terlihat mendekati lokasi untuk melihat perkembangan kebakaran.