Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kisah Desa Ketapanrame Ubah Tanah Kas Desa Jadi Destinasi Wisata

Published September 28, 2026 · Updated September 28, 2026 · By Mary Davis - wahanaberita.com

Foto : Mary Davis - wahanaberita.com

Ketapanrame Menggerakkan Ekonomi Desa lewat Wisata Berbasis Warga

Wahanaberita.com – Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menunjukkan bahwa aset desa dapat menjadi sumber penghidupan bersama ketika dikelola dengan arah yang jelas. Berada di lereng Gunung Welirang pada ketinggian sekitar 800-1.000 meter di atas permukaan laut, desa ini kini berkembang sebagai tujuan wisata yang memberi ruang ekonomi bagi banyak keluarga.

Wilayah Ketapanrame mencakup kurang lebih 345 hektare dan dihuni lebih dari 5.400 penduduk. Masyarakatnya tinggal di tiga dusun, yakni Ketapanrame, Sukorame, dan Slepi. Perubahan yang terjadi di desa ini tidak hanya terlihat dari hadirnya lokasi rekreasi, tetapi juga dari keterlibatan warga dalam mengelola usaha, layanan wisata, perdagangan, hingga pemanfaatan lahan.

Pengembangan dari aset desa

Pengelolaan pariwisata di Ketapanrame mulai dirintis pada 2017. Salah satu pijakan utamanya adalah pemanfaatan tanah kas desa yang sebelumnya belum memberikan manfaat maksimal. Kepala Desa Ketapanrame Zainul Arifin, yang menjabat sejak 2006 dan telah menerima lebih dari 20 penghargaan, mendorong pengembangan tersebut melalui badan usaha milik desa.

“Semua pencapaian itu kita upayakan melalui BUMDes yang aktif sebagai penggerak ekonomi desa,” kata Zainul dalam keterangan resmi.

Peran BUMDes Mutiara Welirang menjadi penting karena pengelolaan wisata tidak berhenti pada pembangunan tempat kunjungan. Badan usaha desa ini melibatkan penduduk dalam operasional objek wisata, pengadaan wahana, layanan parkir, serta berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Dengan pola itu, pariwisata diposisikan sebagai kegiatan bersama, bukan sekadar usaha yang dijalankan oleh segelintir pihak.

Ketapanrame juga menjadi bagian dari program Kampung Berseri Astra atau KBA. Program tanggung jawab sosial PT Astra International Tbk tersebut menggabungkan empat bidang kontribusi berkelanjutan: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Perjalanan desa ini berlanjut pada 2021 ketika Ketapanrame masuk dalam program Desa Sejahtera Astra atau DSA, setelah bersaing dengan sekitar 750 desa dari berbagai wilayah Indonesia pada festival KBA-DSA pada akhir 2020.

Alam, budaya, dan pengalaman edukatif

Wisata alam menjadi salah satu kekuatan Ketapanrame. Desa ini memiliki tiga tujuan unggulan, dimulai dari Air Terjun Dlundung. Air terjun tersebut memiliki ketinggian sekitar 60 meter dan dilengkapi kolam alami di bagian bawahnya. Keberadaan bentang alam ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang mencari suasana pegunungan di kawasan Trawas.

Destinasi lain adalah Wisata Sawah Sumber Gempong. Kawasan ini menawarkan hamparan persawahan, mata air yang jernih, permainan anak, area berkuda, serta camping ground. Wisata ini memperlihatkan bagaimana lanskap pertanian dapat dikembangkan menjadi ruang kunjungan tanpa meninggalkan karakter desa.

Ketapanrame juga mengembangkan kebun kopi yang dipadukan dengan kegiatan jelajah hutan. Selain menikmati suasana alam, pengunjung dapat melihat sisi lain dari potensi pertanian desa. Pengalaman tersebut semakin beragam melalui wisata edukasi, seperti menanam padi, memetik jeruk Nagami, memetik kopi Banggoel, dan mengenal proses pembuatan jamu, kerupuk samiler, tape, serta onde-onde.

Pilihan wisata buatan melengkapi kawasan tersebut. Taman Ghanjaran dibangun di atas tanah bengkok atau tanah ganjaran. Area ini menghadirkan wisata kuliner, kolam renang, dan taman bunga. Ada pula Taman Kelinci sebagai pelengkap pilihan rekreasi di Desa Ketapanrame.

Di luar wisata alam dan wahana, desa ini turut menjaga ruang bagi kesenian lokal. Tari Mayang Rontek, Bedoyo Putri Mojosakti, bantengan, pencak silat, tari jaranan, barong, serta ganongan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang dihidupkan. Kehadiran kegiatan budaya memberi nilai tambahan bagi wisata desa karena pengunjung tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, melainkan juga dapat mengenal ekspresi masyarakat setempat.

Manfaat ekonomi untuk ratusan keluarga

Pendapatan total Desa Ketapanrame mencapai Rp3,021 miliar. Dari jumlah itu, Rp530 juta berasal dari usaha desa. Angka tersebut mencerminkan besarnya peran pengelolaan aset dan kegiatan ekonomi lokal dalam memperkuat kapasitas desa.

Pada 2023, sekitar 900 dari 1.800 rumah tangga di Ketapanrame terlibat langsung dalam bidang pariwisata. Sebanyak 533 rumah tangga menyertakan modal di BUMDes. Lebih dari 100 rumah tangga bekerja sebagai petugas parkir, sekitar 150 rumah tangga berdagang, 50 rumah tangga menjadi pegawai maupun pengelola destinasi, sementara 30 rumah tangga tercatat sebagai pemilik lahan objek wisata.

Skema manfaatnya juga menyentuh berbagai jenis pekerjaan. Pemilik lahan menerima pembagian sebesar 10 persen dari tiket masuk dan memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp1 juta setiap bulan. Pedagang dapat menghasilkan Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan. Petugas parkir memperoleh Rp75 ribu sampai Rp150 ribu per hari, sedangkan pegawai di objek wisata menerima gaji antara Rp1,5 juta dan Rp2,5 juta per bulan.

Dampak ekonomi tersebut tidak terbatas di dalam batas desa. Di sekitar Kecamatan Trawas, jalur menuju kawasan wisata turut mendorong munculnya warung kopi, toko cendera mata, kafe, dan rumah makan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa pergerakan pengunjung dapat membuka peluang bagi usaha pendukung di wilayah sekitar.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pernah mengunjungi Ketapanrame dan menekankan arti keikutsertaan masyarakat dalam keberhasilan desa.

“Kunci pemberdayaan adalah keterlibatan aktif dari masyarakat,” kata Muhaimin.

Pengakuan atas pengelolaan yang konsisten

Pengelolaan Ketapanrame juga memperoleh pengakuan dari berbagai pihak. Pada 2020, BUMDes Ketapanrame menerima penghargaan sebagai BUMDes terbaik di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Setahun kemudian, desa ini menjadi runner-up Desa Brilian 2021, sebuah program inkubasi desa dari BRI. Program tersebut berjalan terpisah dari DSA Astra, tetapi menjadi penanda bahwa Ketapanrame mendapatkan perhatian dalam pengembangan desa dari lebih dari satu pihak.

Pencapaian berikutnya diraih pada 2023 ketika Ketapanrame ditetapkan sebagai Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia atau ADWI oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pada setiap akhir pekan, desa ini menerima sekitar seribu wisatawan.

Perjalanan Ketapanrame memperlihatkan bahwa tanah desa dapat memberi nilai lebih ketika dirancang sebagai fondasi kegiatan ekonomi yang melibatkan warga. Wisata alam, pertanian, budaya, kuliner, dan edukasi di desa ini saling melengkapi. Yang paling penting, pengembangan tersebut membuka peran bagi masyarakat untuk ikut menjadi pemilik, pekerja, pelaku usaha, dan penjaga identitas desanya sendiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kisah Desa Ketapanrame Ubah Tanah Kas Desa?

Kisah Desa Ketapanrame Ubah Tanah Kas Desa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kisah Desa Ketapanrame Ubah Tanah Kas Desa matter?

Kisah Desa Ketapanrame Ubah Tanah Kas Desa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.