Wahanaberita
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Delegasi Taiwan Terkesan Lihat Pabrik Sido Muncul, Buka Peluang Kerja Sama

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Mark Williams - wahanaberita.com

Foto : Mark Williams - wahanaberita.com

Delegasi Taiwan Terpesona Skala Produksi Sido Muncul, Buka Jendela Kerja Sama

Wahanaberita.com – Sebuah delegasi yang terdiri dari akademisi dan peneliti dari Taiwan melakukan kunjungan ke pabrik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk. Kunjungan ini berlangsung pada siang hingga sore hari di lokasi pabrik yang berada di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Para tamu tersebut mengamati secara langsung bahan baku serta tahapan pengolahan tanaman herbal yang digunakan dalam proses produksi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari studi lapangan yang diselenggarakan antara tanggal 9 hingga 17 Agustus untuk meneliti sumber daya tanaman obat di Indonesia. Delegasi tersebut terdiri dari para ahli dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, akademisi, pertanian, praktisi Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM), perusahaan farmasi TCM, dan importir tanaman obat TCM.

Profil Delegasi dan Fasilitas yang Dikunjungi

Para akademisi dan peneliti itu dipimpin oleh Prof. Yuan Shiun Cheng, Ph.D., seorang Profesor Farmakognosi dari Departemen Ilmu Farmasi Tiongkok, Fakultas Kedokteran Tiongkok, China Medical University, Taichung, Taiwan.

Selama kunjungan, mereka melihat sejumlah fasilitas, mulai dari pabrik Tolak Angin, laboratorium, laboratorium farmakologi, pabrik ekstraksi hingga laboratorium penelitian rempah.

Mereka juga membawa daftar 100 tanaman obat TCM yang menjadi komoditas utama impor Taiwan. Sejumlah tanaman yang telah diimpor Taiwan dari Indonesia, antara lain cengkeh, akar Helminthostachys zeylanica, lada, dan rimpang Curcuma longa, juga menjadi bagian dari objek kajian.

Sambutan dan Potensi Kerja Sama dari Sido Muncul

Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C) Irwan Hidayat pun menyambut baik kunjungan delegasi Taiwan tersebut. Ia mengatakan kunjungan dari akademisi hingga pelaku industri dari berbagai negara menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan industri obat bahan alam secara modern dan terstandar.

"Kami menyambut baik kunjungan delegasi dari Taiwan ini. Bagi kami, kunjungan seperti ini bukan hanya untuk memperkenalkan Sido Muncul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan mengenai tanaman obat, standar mutu, penelitian, dan pengembangan industri herbal," kata Irwan di pabrik Sido Muncul, Kamis (13/8/2026).

Irwan mengatakan kunjungan tersebut berpotensi membuka peluang kerja sama. Pihaknya telah menjelaskan kepada delegasi mengenai ekosistem yang dimiliki perusahaan, mulai dari kelompok tani, penelitian, hingga proses produksi.

"Nanti kalau mereka tertarik, mereka akan melakukan pembelian ke Indonesia. Kami punya kelompok tani, kami punya penelitian, kemudian kami punya proses produksi," ujarnya.

"Di Taiwan belum ada yang sebesar ini. Di Taiwan kecil-kecil. Jadi lebih efisien kalau beli bahannya dari Indonesia, kemudian mereka buat produk-produk jadi," lanjutnya.

Selain peluang pembelian bahan baku, Irwan juga membuka kemungkinan kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga penelitian Taiwan.

"Siapa tahu kami bisa kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga penelitian dari Taiwan," ujarnya.

Irwan mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat yang besar. Menurutnya, potensi tersebut harus didukung budidaya berkelanjutan, standar mutu dan penelitian ilmiah agar mampu bersaing di pasar internasional.

"Indonesia memiliki sumber daya tanaman obat yang luar biasa. Yang penting adalah bagaimana bahan baku tersebut dibudidayakan dengan baik, diproses secara benar, memiliki standar mutu, dan dibuktikan secara ilmiah," ujarnya.

"Kalau itu dilakukan, saya yakin Indonesia mempunyai peluang besar untuk menjadi salah satu sumber bahan baku herbal dunia," imbuhnya.

Irwan pun berharap, kunjungan delegasi Taiwan tersebut dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret di bidang bahan baku, produk herbal, maupun penelitian.

"Kalau ada peluang untuk meningkatkan perdagangan tanaman obat dengan Taiwan, tentu kami menyambut baik. Tetapi yang lebih penting adalah membangun kerja sama jangka panjang," katanya.

Kesan Delegasi Taiwan

Sementara, salah satu anggota delegasi Profesor China Medical University, Yuan Shiun mengaku terpukau melihat besarnya fasilitas dan skala produksi Sido Muncul. Menurutnya, pabrik tersebut memiliki standar yang tinggi.

"We are very impressed by the scale of the company. Such a huge factory (Kami sangat terkesan dengan skala perusahaan ini, ini pabrik yang besar)," kata Prof Yuan.

Prof Yuan menjelaskan, Taiwan juga memiliki industri yang memproduksi obat-obatan tradisional Cina. Meski tidak menyebut produknya sebagai jamu seperti di Indonesia.

"Di Taiwan kami tidak menyebutnya jamu. Kami memiliki pabrik farmasi tradisional China yang memproduksi berbagai jenis sediaan obat tradisional China. Ada beberapa pabrik yang berbeda," ujarnya.

Meski bentuk industrinya berbeda, Prof Yuan menilai bahwa kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua negara dalam bidang tanaman obat dan industri herbal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Delegasi Taiwan Terkesan Lihat Pabrik Sido?

Delegasi Taiwan Terkesan Lihat Pabrik Sido is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Delegasi Taiwan Terkesan Lihat Pabrik Sido matter?

Delegasi Taiwan Terkesan Lihat Pabrik Sido matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.