Aceh Menjadi Wilayah Pertama dengan JKN Kesehatan Syariah oleh BPJS Kesehatan!

Wahana Berita – Daerah Istimewa Aceh akan menjadi pelopor dalam menerapkan layanan jaminan kesehatan nasional (JKN) berbasis syariah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Langkah ini merupakan inovasi terbaru yang menawarkan opsi yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Ali Ghufron, Direktur Utama BPJS Kesehatan, mengungkapkan bahwa pengembangan JKN Kesehatan Syariah masih dalam proses dan akan diterapkan di Aceh. Hal ini sejalan dengan qanun yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat di Aceh.

Ghufron tidak memberikan rincian apakah JKN Kesehatan Syariah akan diperluas secara nasional. Namun, dia menegaskan bahwa fokus saat ini adalah pengembangan di Aceh.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan, lembaga yang juga diatur oleh undang-undang yang sama, telah meluncurkan layanan syariah di Aceh pada tahun 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan adanya wacana perluasan layanan secara nasional, yang saat ini sedang dibahas dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Perluasan ini diharapkan memberikan kontribusi dan manfaat kepada peserta berdasarkan prinsip syariah.

Sri Mulyani menekankan bahwa layanan BPJS Ketenagakerjaan Syariah akan memberikan pilihan dan kepercayaan tambahan bagi peserta. Dana kelolaan investasi peserta akan diarahkan ke instrumen berbasis syariah, yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Dengan adanya inisiatif ini, Aceh menjadi wilayah pertama yang mengadopsi JKN Kesehatan Syariah. Langkah ini tidak hanya memberikan pilihan yang lebih sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai masyarakat Aceh, tetapi juga menawarkan kepastian dan kepercayaan tambahan bagi peserta yang menginginkan perlindungan kesehatan dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Inovasi ini menunjukkan komitmen BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dalam terus mengembangkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan dan preferensi peserta. Dengan JKN Kesehatan Syariah dan BPJS Ketenagakerjaan Syariah, peserta dapat memanfaatkan manfaat jaminan kesehatan sambil mempertahankan keyakinan dan prinsip-prinsip syariah yang penting bagi mereka.

Sumber : bisnis.com