Berita

Nyabu di Dapur MBG, 2 Pegawai SPPG Sumenep Diciduk Polisi

dua-tersangka-saat-detik-detik-penangkapan-di-depan-dapur-mbg-sumenep-1792758092231_169

Dua Pegawai Dapur MBG di Sumenep Diamankan dalam Kasus Sabu

Wahanaberita.com – Aktivitas di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi lokasi penindakan kasus narkoba. Dua pekerja satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diamankan polisi saat diduga menggunakan sabu pada Kamis, 22 Oktober, sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedua pria itu berinisial MA (39) dan AFH (27). Mereka bekerja di lingkungan dapur MBG dan menjalankan tugas pada bagian pengemasan makanan. Penanganan perkara kini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Sumenep.

Penangkapan Terjadi di Area Dapur

Kasi Humas Polresta Sumenep, Ipda Ach Putra Wardana, mengonfirmasi status keduanya sebagai pekerja MBG. Polisi mendapati MA dan AFH berada di area dapur ketika penindakan berlangsung.

“Ya, betul, keduanya karyawan MBG,” kata Ipda Ach Putra Wardana pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kasus ini mendapat perhatian karena lokasi penindakan berkaitan dengan aktivitas pelayanan makanan. Dapur MBG merupakan area kerja yang memiliki peran dalam proses penyiapan serta pengemasan makanan, sehingga setiap kegiatan di dalamnya semestinya berjalan sesuai ketentuan operasional dan lingkungan kerja yang aman.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa yang melibatkan kedua tersangka. Fokus pemeriksaan mencakup asal barang terlarang tersebut serta keterlibatan pihak lain yang mungkin berkaitan dengan perolehannya.

AFH Disebut Memesan Melalui MA

Dari keterangan awal yang diterima penyidik, AFH disebut memesan sabu dengan bantuan MA sebagai perantara. Informasi itu menjadi salah satu bagian yang terus ditelusuri dalam penyidikan.

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai sumber sabu yang diduga digunakan kedua pekerja tersebut. Pendalaman asal-usul narkotika diperlukan untuk mengungkap jalur peredaran barang itu dan memastikan seluruh fakta perkara dapat diperiksa secara utuh.

Dalam perkara narkotika, proses penegakan hukum tidak berhenti pada penangkapan di lokasi. Penyidik dapat menelusuri keterangan para pihak, barang bukti, komunikasi yang relevan, serta kemungkinan hubungan dengan pihak lain. Hasil pemeriksaan lanjutan nantinya akan menentukan perkembangan penanganan kasus ini.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Saat melakukan penindakan, petugas menyita dua plastik klip kecil yang berisi sabu. Berat masing-masing barang tersebut tercatat 0,39 gram dan 0,11 gram.

Selain dua paket sabu, sejumlah benda lain turut dibawa untuk kepentingan penyidikan. Barang yang diamankan meliputi alat isap berupa bong dari botol plastik, sedotan, pipet kaca, korek api gas, sobekan tisu, serta celana jeans yang dikenakan salah seorang terlapor.

Polisi juga menyita satu unit telepon genggam milik AFH. Perangkat tersebut berpotensi menjadi bagian dari pemeriksaan untuk menelusuri informasi terkait pemesanan maupun komunikasi yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkoba.

Barang bukti memiliki arti penting dalam penyidikan karena dapat membantu menghubungkan keterangan saksi, pernyataan pihak yang diperiksa, dan temuan di lokasi. Setiap benda yang disita akan menjadi bagian dari proses hukum sesuai kebutuhan penyidik.

Keduanya Bertugas Mengemas Makanan

Kepala SPPG Lenteng Timur 3, Mellisa Agustin, membenarkan bahwa MA dan AFH merupakan pekerja di unit tersebut. Keduanya ditempatkan pada bagian packing atau pengemasan makanan.

“Iya, dua-duanya karyawan,” kata Mellisa.

Pengemasan menjadi salah satu tahapan dalam alur penyediaan makanan. Setelah makanan disiapkan, proses ini berkaitan dengan penataan sebelum makanan didistribusikan. Karena itu, kondisi lingkungan kerja, kedisiplinan petugas, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi perhatian penting dalam kegiatan pelayanan pangan.

Meski demikian, perkara yang tengah ditangani polisi berfokus pada dugaan penyalahgunaan narkoba oleh individu yang diamankan. Status keduanya sebagai pekerja dapur MBG merupakan konteks lokasi dan pekerjaan, sementara proses pembuktian hukum tetap berjalan melalui pemeriksaan oleh aparat berwenang.

Penyidikan Masih Berlangsung

Penanganan kasus MA dan AFH masih berada dalam tahap pendalaman. Polisi akan melanjutkan pemeriksaan untuk mengurai peran masing-masing tersangka serta menelusuri asal sabu yang ditemukan dalam penindakan tersebut.

Masyarakat perlu membedakan informasi mengenai penangkapan dengan kesimpulan akhir perkara. Penegak hukum akan bekerja melalui tahapan penyidikan, pengumpulan alat bukti, dan proses hukum berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini sekaligus mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat muncul di berbagai lingkungan dan berpotensi mengganggu keselamatan, kedisiplinan, serta kepercayaan dalam tempat kerja. Penanganan yang transparan dan pemeriksaan menyeluruh penting untuk memastikan fakta peristiwa terungkap secara jelas.

Polresta Sumenep masih melanjutkan pengusutan terhadap dua pekerja SPPG tersebut. Perkembangan perkara akan bergantung pada hasil pemeriksaan lanjutan atas para tersangka, barang bukti, dan penelusuran jaringan asal narkotika yang diduga digunakan di area dapur MBG Desa Lenteng Timur.

Frequently Asked Questions

What is Nyabu di Dapur MBG 2 Pegawai?

Nyabu di Dapur MBG 2 Pegawai is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nyabu di Dapur MBG 2 Pegawai matter?

Nyabu di Dapur MBG 2 Pegawai matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *