Berita

3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang, BNPB Kerahkan Heli Water Bombing

penanganan-kebakaran-tpa-supiturang-1792611632384_169

Helikopter Water Bombing Ditambah untuk Tangani Kebakaran TPA Supiturang

Wahanaberita.com – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang, Kota Malang, Jawa Timur, memasuki hari ketiga dengan sejumlah titik panas masih terdeteksi. Meski api di beberapa bagian kawasan mulai berkurang, asap yang terus muncul menunjukkan panas di dalam tumpukan sampah belum seluruhnya hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi pemadaman dengan mengirim tambahan satu helikopter water bombing ke Malang. Helikopter tersebut sebelumnya berada di Kalimantan Selatan dan dikerahkan untuk membantu mempercepat pengendalian kebakaran di lokasi.

“Upaya operasi di wilayah tersebut diperkuat, dengan menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan ke Malang,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dalam keterangan, Jumat (23/10/2026).

Penambahan dukungan udara menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan suhu di area yang masih menyimpan panas. Kebakaran pada timbunan sampah membutuhkan penanganan yang berkelanjutan karena titik panas dapat berada di bawah permukaan dan tidak selalu terlihat sebagai kobaran api.

Injeksi Air dan Ekskavator Digunakan Bersamaan

Tim di lapangan terus melakukan pemadaman melalui teknik injeksi air ke dalam gunungan sampah. Metode ini diarahkan untuk menjangkau bagian timbunan yang panasnya tersimpan di dalam material sampah, sehingga proses pemadaman tidak hanya berfokus pada api yang terlihat dari permukaan.

Selain penyiraman, alat berat berupa ekskavator juga dioperasikan untuk mengurai tumpukan sampah. Penguraian dilakukan agar bagian yang masih menyimpan panas dapat dijangkau lebih mudah oleh petugas dan suplai air. Kombinasi antara pembongkaran timbunan, pendinginan, serta pemadaman dari darat dan udara menjadi fokus penanganan di TPA Supiturang.

Kepala UPT Damkar Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyatakan kondisi pada sejumlah area telah menunjukkan perkembangan. Namun, asap yang masih membubung menjadi tanda bahwa petugas tetap perlu melanjutkan proses pendinginan secara intensif.

“Kondisi di zona new landfill sisi timur minim ditemukan titik api. Hanya saja masih ditemukan adanya titik panas ditengarai dari adanya beberapa titik kepulan asap,” ungkap Pandu.

Zona new landfill di sisi timur menjadi salah satu area yang menunjukkan penurunan temuan titik api. Walaupun demikian, keberadaan kepulan asap di beberapa titik membuat operasi pemadaman belum dapat dianggap selesai. Dalam kondisi seperti ini, pemantauan terhadap area bekas terbakar penting dilakukan agar panas yang tersisa tidak kembali memicu api.

Penanganan Dipusatkan di Old Landfill Bagian Tengah

Situasi di zona old landfill pada sisi barat dan selatan juga mulai membaik. Area tersebut berbatasan langsung dengan Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Intensitas api di kawasan itu dilaporkan menurun, tetapi sejumlah titik panas masih ditemukan dan tetap menjadi sasaran penanganan petugas.

Titik api dengan kekuatan paling tinggi masih terkonsentrasi di bagian tengah zona old landfill. Karena itu, tim pemadam memusatkan pekerjaan di area tersebut untuk menurunkan suhu dan menipiskan asap yang masih cukup tebal.

Fokus di bagian tengah old landfill mencerminkan kebutuhan untuk memprioritaskan lokasi dengan panas paling besar. Pemadaman di TPA bukan hanya soal menghentikan nyala api di permukaan, melainkan juga memastikan sumber panas di dalam tumpukan dapat dikendalikan. Selama asap masih muncul, petugas perlu melanjutkan penyiraman, pembongkaran, dan pengawasan di titik-titik yang dinilai rawan.

Dukungan armada dari berbagai unsur telah dikerahkan untuk menjaga pasokan air dan memperkuat daya jangkau pemadaman. Tiga unit kendaraan Damkar Kota Malang terlibat dalam operasi tersebut. Kekuatan itu didukung dua armada suplai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), satu armada suplai milik Damkar Kabupaten Malang, serta dua kendaraan pemadam kebakaran militer.

Ketersediaan kendaraan pemadam dan armada suplai menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran yang berlangsung beberapa hari. Kebutuhan air harus tetap terjaga, sementara petugas juga perlu bergerak mengikuti perubahan kondisi di setiap zona. Penggunaan alat berat turut membantu membuka akses ke tumpukan yang perlu didinginkan lebih dalam.

Asap Menjadi Penanda Titik Panas Belum Padam

Perkembangan yang menunjukkan berkurangnya titik api memberi ruang bagi petugas untuk mengarahkan tenaga ke lokasi yang masih kritis. Namun, penurunan intensitas kebakaran tidak berarti seluruh risiko telah berakhir. Kepulan asap yang masih terlihat di kawasan TPA Supiturang menjadi indikator bahwa masih ada panas tersisa pada bagian tertentu dari timbunan sampah.

Operasi pemadaman akan terus membutuhkan ketelitian dalam membedakan area yang telah cukup dingin dengan area yang masih membutuhkan penyiraman dan penguraian. Penanganan di new landfill sisi timur, old landfill sisi barat dan selatan, serta konsentrasi pekerjaan di old landfill bagian tengah menunjukkan bahwa kondisi kebakaran tidak seragam di seluruh kawasan.

Dengan tambahan helikopter water bombing, BNPB memperbesar dukungan terhadap upaya yang telah dilakukan dari darat. Sementara itu, unsur pemadam kebakaran, armada suplai, kendaraan militer, dan alat berat tetap menjadi bagian penting dalam penanganan langsung di lokasi. Tujuan utamanya adalah menekan panas yang tersisa, mengurangi asap, dan mencegah titik api kembali membesar.

Hingga Jumat, 23 Oktober 2026, pemadaman di TPA Supiturang masih berlanjut. Perhatian utama tetap diarahkan pada titik panas yang bertahan di dalam tumpukan sampah, terutama di zona old landfill bagian tengah, sambil menjaga kondisi yang mulai membaik di area lainnya.

Frequently Asked Questions

What is 3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang?

3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang matter?

3 Hari Kebakaran TPA Supiturang Malang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *