Berita

Tabebuya Berbunga Bikin Warga Merasa Cikini Bak Korea

suasana-di-jalan-cikini-raya-saat-bunga-tabebuya-bermekaran-taufiqdetikcom-1791700602023_169

Tabebuya Mekar Ubah Wajah Cikini Raya Jadi Lokasi Foto Akhir Pekan

Wahanaberita.com – Deretan pohon tabebuya yang sedang berbunga memberi warna berbeda di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. Pada Minggu, 11 Oktober 2026, kawasan ini ramai didatangi warga yang ingin mengabadikan bunga-bunga berwarna merah muda dan putih tersebut melalui foto maupun video.

Perubahan suasana paling terasa di beberapa bagian trotoar yang dinaungi pepohonan. Kelopak tabebuya yang telah gugur juga tampak menutupi sebagian jalur pejalan kaki, menciptakan latar visual yang menarik bagi pengunjung. Momen berbunga ini membuat sejumlah warga menyebut Cikini terasa seperti berada di luar negeri.

Titik Foto di Sekitar Warung Bakmi dan TIM

Salah satu area yang banyak didatangi berada di dekat warung bakmi. Di titik itu, cabang-cabang pohon dipenuhi bunga, sementara kelopaknya yang jatuh menambah warna pada trotoar. Rindangnya pepohonan turut membuat area tersebut terasa lebih teduh bagi warga yang berhenti untuk mengambil gambar.

Lokasi lain yang juga diminati berada tidak jauh dari Taman Ismail Marzuki. Pengunjung memanfaatkan perjalanan akhir pekan mereka di kawasan Cikini untuk menyempatkan diri menikmati pemandangan tabebuya. Bagi sebagian orang, kunjungan ini menjadi kegiatan tambahan sebelum atau sesudah menghadiri agenda di sekitar TIM.

Selain menjadi objek foto, bunga yang bermekaran memberi pengalaman visual yang tidak selalu ditemui setiap saat. Musim bunga tabebuya di lokasi tersebut dipandang sebagai kesempatan singkat untuk melihat sisi lain jalanan Jakarta yang biasanya identik dengan lalu lintas dan aktivitas perkotaan.

Momen untuk Jurnal Pribadi

Ifa datang membawa kamera analog untuk merekam suasana Cikini saat tabebuya sedang mekar. Ia memperlihatkan hasil foto yang masih harus diproses sebelum dapat dilihat sepenuhnya.

“Ini analog, jadi masih gelap nunggu prosesnya,” kata Ifa sambil memperlihatkan hasil jepretannya.

Foto-foto itu rencananya akan menjadi bagian dari jurnal pribadinya. Bagi Ifa, pemandangan tersebut memiliki nilai kenangan karena suasana Cikini dengan bunga yang penuh seperti itu tidak sering dijumpai dalam setahun.

“Buat journaling sih. Karena kan ini kayak momen setahun sekali ya, jarang gitu. Cikini secakep ini tuh jarang. Jadi mumpung lagi cakep, kayak berasa di luar negeri gitu kan. Jadi foto-foto aja deh buat kenang-kenangan,” ujarnya.

Pilihan menggunakan kamera analog juga membuat proses mengabadikan momen terasa berbeda. Pengunjung tidak sekadar membidik lalu melihat hasilnya di layar, tetapi menunggu proses pencucian film sebelum mengetahui rekaman suasana yang mereka dapatkan. Bunga tabebuya pun menjadi latar yang dianggap layak disimpan sebagai dokumentasi pribadi.

Informasi dari Media Sosial Mengundang Pengunjung

Rika menjadi salah satu warga yang mengetahui kondisi tabebuya Cikini melalui TikTok. Ia dan rekannya semula sedang mencari tujuan untuk menghabiskan waktu pada akhir pekan. Informasi tentang bunga yang sedang gugur kemudian membuat Cikini masuk dalam rencana perjalanan mereka.

“Aku tahunya dari sosmed sih, lebih tepatnya di TikTok. Kebetulan weekend ini kita kan mau main, terus agak bingung mau ke mana. Terus nyari-nyari di TikTok, oh kebetulan tabebuyanya ini lagi berguguran dan cocok banget nih untuk foto-foto gitu. Dan kita juga mau ke pameran di TIM sih, jadi sekalian deh,” kata Rika.

Kunjungan seperti yang dilakukan Rika menunjukkan bagaimana informasi visual di media sosial dapat membuat warga lebih memperhatikan sudut-sudut kota. Kawasan yang sudah dikenal sebagai ruang kegiatan seni dan budaya itu mendapat daya tarik tambahan ketika pepohonan di sekitarnya memasuki masa berbunga.

Bagi pejalan kaki, keberadaan pohon besar juga memberi manfaat yang mudah dirasakan. Naungan di trotoar membuat perjalanan di tepi jalan terasa lebih nyaman, sementara bunga yang bermekaran memperkaya tampilan ruang publik. Pengunjung tetap perlu memperhatikan pengguna trotoar lain saat berhenti mengambil foto agar jalur pejalan kaki tetap dapat digunakan dengan leluasa.

Nuansa Sakura dan Harapan untuk Jakarta yang Lebih Teduh

Lidia menilai warna merah muda pada bunga tabebuya mengingatkannya pada sakura. Baginya, pemandangan itu menghadirkan kesan seperti berada di Korea, meski lokasi yang dinikmati berada di tengah Jakarta.

“Bagus banget, bagus banget. Mirip kayak di luar negeri ya, Korea, Korea. Sakura kan, mirip bunga sakura pink-pink,” jelasnya.

Ia berharap penanaman tabebuya tidak hanya terlihat di satu kawasan. Lidia menyebut Condet dan Cakung di Jakarta Timur sebagai daerah yang juga dapat memiliki lebih banyak pohon serupa. Harapannya bukan semata agar kota tampak menarik ketika musim berbunga tiba, melainkan juga agar ruang pejalan kaki terasa lebih sejuk.

“Iya sih, benar. Bisa diperbanyak lagi di daerah-daerah lain gitu. Jadi biar makin cantik juga, terus jadi adem juga kan trotoarnya,” ucapnya.

Mekarnya tabebuya di Cikini Raya memperlihatkan bahwa ruang jalan dapat menjadi tempat warga berhenti sejenak, menikmati lingkungan, dan menciptakan kenangan. Di antara aktivitas akhir pekan, pameran di sekitar TIM, serta lalu lintas kawasan pusat kota, bunga-bunga merah muda dan putih itu menghadirkan alasan sederhana untuk memperlambat langkah dan melihat Cikini dari sudut yang berbeda.

Frequently Asked Questions

What is Tabebuya Berbunga Bikin Warga Merasa Cikini?

Tabebuya Berbunga Bikin Warga Merasa Cikini is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tabebuya Berbunga Bikin Warga Merasa Cikini matter?

Tabebuya Berbunga Bikin Warga Merasa Cikini matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *