Buka MPLS SKB di STIS Cibinong, Wamensos Tekankan Kesetaraan Pendidikan
Wahanaberita.com – Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dalam kegiatan Buka MPLS SKB di STIS Cibinong tersebut, sebanyak 92 siswa dan siswi mengikuti awal masa pembelajaran mereka.
Agus membuka kegiatan MPLS secara daring dari Kantor Kementerian Sosial di Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa kehadiran SKB merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, terutama anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah tetapi menghadapi kendala biaya maupun kondisi lainnya.
SKB Menjadi Alternatif Akses Pendidikan
Menurut Agus, SKB juga menjadi pilihan bagi anak-anak yang belum dapat bergabung dengan Sekolah Rakyat. Sejumlah kondisi, seperti usia maupun kemampuan akademik, dapat membuat sebagian anak belum bisa mengikuti program tersebut. Karena itu, Kementerian Sosial tetap menyediakan ruang belajar melalui SKB di sentra-sentra miliknya.
“Anak-anak kita yang belum bisa masuk ke Sekolah Rakyat karena masalah umur, terus kemudian kemampuan siswa dalam hal pelajaran dan segala macam. Tetapi tetap kemudian Kemensos memfasilitasi anak-anak kita yang belum bisa masuk ke Sekolah Rakyat, ditampung di SKB-SKB,” kata Agus.
Dalam agenda Buka MPLS SKB di STIS Cibinong, Agus menyampaikan bahwa SKB dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, atau belum memperoleh kesempatan belajar. Program ini memberi mereka peluang untuk kembali mengenyam pendidikan dengan pola pembelajaran yang lebih fleksibel dan inklusif.
Peserta didik di SKB dapat mengikuti Pendidikan Kesetaraan Paket A yang setara sekolah dasar, Paket B yang setara sekolah menengah pertama, serta Paket C yang setara sekolah menengah atas. Jalur pendidikan kesetaraan tersebut terbuka untuk semua usia dan diselenggarakan melalui sentra-sentra Kementerian Sosial.
92 Siswa Mengikuti SKB STIS Cibinong
Jumlah peserta yang mengikuti SKB STIS Cibinong mencapai 92 siswa. Dari jumlah tersebut, terdapat 36 siswa pada jenjang SD, terdiri atas 26 laki-laki dan 10 perempuan. Pada jenjang SMP, terdapat 41 siswa, yakni 30 laki-laki dan 11 perempuan.
Sementara itu, jenjang SMA diikuti 15 siswa, terdiri atas 11 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka memulai masa belajar melalui MPLS sebagai tahap pengenalan lingkungan pendidikan, kegiatan belajar, serta kesempatan yang tersedia melalui program SKB.
Pendidikan untuk Memutus Rantai Kemiskinan
Agus menjelaskan, pembentukan SKB memiliki tujuan lebih luas, yaitu membantu memutus transmisi kemiskinan antargenerasi lewat pendidikan. Pemerintah ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah dan membangun masa depan yang lebih baik.
“Maka dari itu, kemudian tugas kita, tugas negara, tugas pemerintah adalah menjemput anak-anak dari keluarga yang tidak mampu itu untuk bisa bersekolah,” ujar Agus.
Ia menyebut pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berupaya menjangkau anak-anak Indonesia agar tidak kehilangan kesempatan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarga. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, memiliki karakter kebangsaan kuat, serta mampu meningkatkan derajat diri dan keluarganya.
Agus menilai Sekolah Rakyat dan SKB sama-sama menghadirkan harapan baru bagi keluarga kurang mampu. Jika Sekolah Rakyat belum dapat diakses oleh seorang anak, SKB dapat menjadi sarana lain untuk melanjutkan pendidikan kesetaraan.
“Sekolah Rakyat dan SKB ini adalah harapan baru bagi saudara-saudara kita dari keluarga-keluarga yang kurang mampu untuk bisa melanjutkan sekolah,” kata Agus. Ia menambahkan bahwa SKB merupakan jembatan bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita sekaligus mewujudkan harapan orang tua mereka.
FAQ tentang SKB di STIS Cibinong
Apa tujuan Buka MPLS SKB di STIS Cibinong?
Pembukaan MPLS bertujuan mengenalkan lingkungan belajar kepada para peserta didik SKB STIS Cibinong. Kegiatan ini juga menandai dimulainya kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan kesetaraan.
Jenjang pendidikan apa saja yang tersedia di SKB?
SKB menyediakan Pendidikan Kesetaraan Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Sistem pembelajarannya dirancang fleksibel dan inklusif.
Siapa yang dapat mengikuti program SKB?
SKB menjadi pilihan bagi anak-anak yang tidak bersekolah, putus sekolah, belum memperoleh kesempatan pendidikan, atau belum dapat mengikuti Sekolah Rakyat karena kondisi tertentu. Program pendidikan kesetaraan ini terbuka untuk semua usia.

