Nyago Bumi Sriwijaya

Percepatan Penanganan Karhutla, Polda Sumsel Manfaatkan Drone & X-Fire

polda-sumsel-1790501357305_169

Drone dan X-Fire Dikerahkan untuk Menangani Karhutla di Pemulutan

Wahanaberita.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, diperkuat dengan pemanfaatan teknologi udara. Polri mengoperasikan drone berkapasitas besar untuk membawa cairan pemadam khusus X-Fire ke area terbakar yang sulit dicapai tim melalui jalur darat.

Lokasi penanganan berada pada koordinat -3,1012060, 104,7188240, di sekitar pintu masuk Tol Pemulutan. Kondisi medan dan keterbatasan akses menjadi pertimbangan penggunaan metode pemadaman dari udara, yang dipadukan dengan kerja manual personel gabungan di lapangan.

Peninjauan Kesiapan di Lapangan

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Staf Logistik Polri Brigjen Pol. Hery Santoso meninjau langsung titik kebakaran pada Jumat (25/9). Kegiatan itu dilakukan untuk melihat kesiapan sarana pemadaman, kondisi tanah, jalur menuju titik api, sumber air, serta kesiapan petugas yang terlibat dalam operasi.

Dua drone besar milik Staf Logistik Polri diterbangkan oleh operator Slog Polri. Masing-masing perangkat menjalankan penyemprotan cairan X-Fire selama kurang lebih 30 menit ke area yang terdampak api. Pendekatan ini memberi pilihan bagi tim untuk menjangkau bagian lahan yang tidak mudah dimasuki kendaraan maupun personel.

Pemadaman tidak berhenti pada sore hari. Rombongan kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk mengevaluasi perkembangan penanganan malam hari. Operasi terpadu melibatkan drone serta pemadaman langsung oleh personel Satbrimob, Ditsamapta, dan Polres Ogan Ilir.

Teknologi untuk Menjangkau Titik Sulit

Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso menyampaikan bahwa penggunaan drone membantu penanganan titik api yang berada di area dengan akses darat terbatas. Teknologi tersebut juga dinilai mendukung keselamatan petugas saat bekerja di medan yang sulit.

“Penggunaan drone yang dilengkapi cairan khusus X-Fire sangat membantu kami menjangkau titik api yang jauh dari akses darat. Teknologi ini mempercepat proses pemadaman sekaligus meningkatkan keselamatan personel di lapangan,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).

Penggunaan perangkat udara dalam operasi karhutla memungkinkan cairan pemadam disemprotkan tanpa seluruh petugas harus berada tepat di titik yang paling sulit dijangkau. Namun, metode ini tetap membutuhkan koordinasi dengan tim di darat, terutama untuk memastikan area yang ditangani, pergerakan api, serta akses aman bagi personel.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti menilai dukungan peralatan dan tambahan kekuatan personel membantu mempercepat respons terhadap kebakaran di Pemulutan, khususnya pada kawasan yang berdekatan dengan akses Tol Pemulutan.

“Kami sangat terbantu dengan kehadiran drone dan cairan X-Fire ini. Dukungan personel dan alat dari Polda Sumsel serta Mabes Polri mempercepat penanganan titik api di Pemulutan, khususnya di area yang berdekatan dengan akses Tol Pemulutan,” ujarnya.

Kolaborasi Lintas Instansi

Peninjauan dan pemadaman melibatkan sejumlah unsur kepolisian serta tim penanganan karhutla. Hadir dalam kegiatan tersebut Karo Log Polda Sumsel Kombes Pol. Budi Santosa, Kasubbagrenminops Polda Sumsel Kompol Muhammad Indra Parameswara, unsur Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan tim karhutla yang telah bersiaga di lokasi.

Pada pemantauan malam, turut hadir Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, serta Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda. Personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, Polres Ogan Ilir, dan jajaran polsek juga dikerahkan dalam proses pemadaman.

Kolaborasi tersebut penting karena penanganan kebakaran lahan tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat. Petugas juga perlu menjaga agar api tidak merambat ke area lain, memantau kondisi lapangan secara berkelanjutan, dan menyesuaikan metode kerja dengan karakteristik medan.

Perlindungan Masyarakat dan Lingkungan

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyatakan pemakaian peralatan modern merupakan bagian dari penguatan respons terhadap karhutla. Tujuannya adalah mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mengurangi dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung penuh penggunaan teknologi modern seperti drone dan cairan X-Fire dalam penanganan karhutla, demi percepatan pemadaman dan perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap,” ujar Kombes Pol. Nandang.

Hingga penanganan berlangsung, situasi di wilayah Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, dilaporkan aman dan kondusif. Polri, Polda Sumsel, serta unsur terkait terus mengoptimalkan peralatan, personel, dan pola kerja untuk menekan risiko api meluas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan penanganan karhutla yang cepat, terukur, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan di Sumatera Selatan. Dengan kombinasi teknologi drone, cairan X-Fire, dan kerja petugas di darat, pemadaman diarahkan untuk melindungi masyarakat serta menjaga lingkungan dari dampak kebakaran dan kabut asap.

Frequently Asked Questions

What is Percepatan Penanganan Karhutla Polda Sumsel Manfaatkan?

Percepatan Penanganan Karhutla Polda Sumsel Manfaatkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Percepatan Penanganan Karhutla Polda Sumsel Manfaatkan matter?

Percepatan Penanganan Karhutla Polda Sumsel Manfaatkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *