Berita

Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet, PDIP Tetap Pilih Jadi Penyeimbang

ketua-dpp-pdip-bidang-organisasi-dan-keanggotaan-andreas-hugo-pareira-foto-nizar-aldidetiksumut-1763553177272_169

PDIP Tegaskan Peran Penyeimbang Saat Prabowo Buka Opsi Evaluasi Kabinet

Wahanaberita.com – Peluang evaluasi besar terhadap susunan Kabinet Merah Putih pada masa dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan dari PDI Perjuangan. Partai tersebut menegaskan tetap mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang di luar kabinet, sembari menghormati kewenangan presiden dalam menentukan komposisi pembantunya.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya berada di tangan kepala negara. Ia menyebut kewenangan itu perlu dihormati oleh seluruh pihak.

“Soal reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Kita hormati hak tersebut,” kata Andreas saat dihubungi, Jumat (18/9/2026).

Andreas menilai Prabowo memiliki pertimbangan paling lengkap untuk mengukur kecocokan setiap pejabat dengan tugas yang diemban. Menurutnya, presiden mengetahui kebutuhan kabinet serta kapasitas para menteri yang berada di dalamnya.

“Presiden tahu siapa yang terbaik, siapa yang tepat untuk posisi di kabinetnya. Kabinet pun sudah beberapa kali melakukan retreat sehingga seharusnya paham apa yang harus dikerjakan,” ucap Andreas.

Retreat kabinet menjadi salah satu ruang konsolidasi bagi jajaran pemerintah untuk menyatukan arah kerja dan memahami prioritas yang ditetapkan presiden. Dalam konteks itu, evaluasi kinerja tidak hanya dipahami sebagai kemungkinan pergantian menteri, melainkan juga sebagai upaya memastikan setiap kementerian bergerak sesuai sasaran pemerintahan.

PDIP Memilih Tetap di Luar Kabinet

Di tengah pembicaraan mengenai potensi reshuffle, Andreas kembali menegaskan posisi PDIP. Ia menyebut Presiden Prabowo telah memahami sikap partainya yang berada di luar pemerintahan, tetapi menjalankan fungsi penyeimbang dalam dinamika politik nasional.

“Presiden pun tahu posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang yang berada di luar kabinet, dan di dalam beberapa kesempatan beliau pun mengapresiasi posisi PDI Perjuangan,” tegas dia.

Peran penyeimbang memungkinkan partai untuk memberikan pandangan, kritik, maupun dukungan terhadap kebijakan pemerintah dari luar struktur kabinet. Sikap tersebut juga menempatkan PDIP pada posisi yang berbeda dari partai-partai yang memiliki kader sebagai menteri atau wakil menteri dalam pemerintahan Prabowo.

Andreas tidak mengarahkan pembahasannya pada nama tertentu yang berpotensi masuk atau keluar dari kabinet. Fokusnya berada pada prinsip bahwa presiden bertanggung jawab menentukan figur yang dinilai paling sesuai untuk menjalankan agenda pemerintah.

Prabowo Menilai Timnya Bekerja Baik

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan bahwa penilaian terhadap kinerja para pembantunya dilakukan secara berkelanjutan. Dalam wawancara program Prabowo Menjawab pada Rabu (16/9/2026), ia menjawab pertanyaan mengenai kepuasan terhadap para menteri dan kemungkinan melakukan perubahan kabinet menjelang dua tahun masa pemerintahannya.

Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Rivana Pratiwi menanyakan apakah dua tahun pemerintahan dapat menjadi titik untuk evaluasi besar, termasuk kemungkinan reshuffle dalam skala luas. Prabowo menjawab bahwa secara objektif ia melihat timnya bekerja dengan baik, tetapi tetap menekankan pentingnya evaluasi dan penataan personel.

“Jadi begini, kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif, ya saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tetapi saya katakan juga kepada tim, ingat ya ibarat kita kesebelasan sepak bola ada pemain inti, ada striker, ada cadangan. Jadi saya fokus dulu karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya, kita harus fokus pada hal yang mendasar,” jawab Prabowo.

Perumpamaan sepak bola yang digunakan Prabowo menggambarkan bahwa sebuah pemerintahan membutuhkan pembagian peran, kesiapan pengganti, dan penempatan orang sesuai kebutuhan. Ia menekankan perhatian pemerintah saat ini diarahkan pada persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia.

Prabowo juga mengakui tidak seluruh kementerian bekerja dengan tingkat sorotan publik yang sama. Ada kementerian yang tidak selalu berada di barisan depan dalam isu sehari-hari, namun tetap memiliki tanggung jawab menjalankan kewenangan dan inisiatif masing-masing.

“Jadi pada saat ini ada beberapa kementerian yang tentunya istilahnya tidak di garis depan, tetapi mereka mengerti. Dan mereka bekerja sesuai inisiatif masing-masing,” ujar Prabowo.

Kompetensi dan Pertanggungjawaban Jadi Pertimbangan

Bagi Prabowo, reshuffle dapat menjadi instrumen organisasi untuk menempatkan pejabat pada jabatan yang paling sesuai dengan kemampuan mereka. Perubahan susunan kabinet, jika dilakukan, tidak selalu berarti penilaian negatif terhadap seseorang. Langkah itu juga dapat berbentuk promosi atau pemindahan tugas demi memperoleh kecocokan antara kompetensi dan posisi.

“Jadi, kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener,” katanya.

Selain pertimbangan kemampuan, Prabowo menyebut adanya kemungkinan persoalan yang harus dipertanggungjawabkan oleh pejabat terkait. Ia mencontohkan situasi ketika aparat penegak hukum membawa bukti mengenai dugaan masalah yang melibatkan seorang pejabat. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah tidak dapat menghalangi proses hukum.

“Atau dia sendiri yang ada masalah ya kita nggak hindari kan. Seperti saya nggak tau ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini..’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya, gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan. ‘You ada bukti? Kalau ada bukti, silakan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” lanjutnya.

Saat kembali ditanya apakah momentum dua tahun pemerintahannya akan diisi pergantian atau evaluasi jajaran kabinet, Prabowo menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Ia memandang dua tahun merupakan rentang waktu yang cukup bagi setiap anggota kabinet untuk menunjukkan kapasitas dan hasil kerjanya.

“Saya kira itu sesuatu yang logis ya, ya kan, 2 tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya,” jawab Prabowo.

Pernyataan itu membuka ruang bahwa penilaian terhadap kabinet akan terus berjalan. Namun, belum ada pengumuman mengenai waktu, skala, maupun nama-nama yang akan terkait dengan kemungkinan perombakan tersebut. Sementara itu, PDIP menegaskan akan tetap menjalankan perannya sebagai penyeimbang di luar kabinet.

Frequently Asked Questions

What is Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet PDIP Tetap?

Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet PDIP Tetap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet PDIP Tetap matter?

Prabowo Berpeluang Rombak Kabinet PDIP Tetap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *