Berita

352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG, SPPG Bakal Di-suspend

sejumlah-wali-murid-tengah-panik-melihat-anaknya-yang-diduga-keracunan-mbg-di-sdn-beber-lombok-tengah-1789110815829_169

352 Siswa SD di Lombok Tengah Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Wahanaberita.com – Sebanyak 352 Siswa SD di Lombok Tengah dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini berlangsung di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan membuat para siswa harus mendapatkan pemeriksaan di beberapa fasilitas kesehatan.

Keluhan yang dialami para siswa antara lain muntah dan pusing. Karena jumlah siswa yang terdampak cukup banyak, penanganan dilakukan melalui Puskesmas Peringgarata, Puskesmas Mantang, dan Puskesmas Aik Darek. Makanan MBG tersebut sebelumnya disalurkan oleh mitra dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Lendang Tampel, Kecamatan Batukliang.

Kasus 352 Siswa SD di Lombok Tengah ini masih berstatus dugaan keracunan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa, termasuk evaluasi terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan sebelum sampai kepada penerima manfaat.

Seluruh Siswa Telah Pulang Setelah Observasi

Hingga Jumat, 11 September 2026, seluruh siswa yang sempat mendapat penanganan medis telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing. Meski demikian, kondisi mereka tetap menjadi perhatian setelah menjalani masa observasi di fasilitas kesehatan.

“Jumlah korban 352 semua sudah balik ke rumah. Tadi sudah dilakukan observasi 3 jam nanti kita update lagi,”

Penanganan para siswa dipantau oleh Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah. Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menyampaikan bahwa perkembangan kondisi anak-anak terus diperiksa, terutama bagi siswa yang sebelumnya dirawat atau menjalani observasi di puskesmas.

Firman menerima laporan bahwa sebagian siswa telah pulang ketika pejabat daerah dalam perjalanan menuju lokasi SPPG dan sejumlah fasilitas kesehatan. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi penerima MBG serta perkembangan penanganan di lapangan.

“Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang,” kata Firman, Jumat (11/9/2026).

SPPG yang Terkait Berpotensi Disuspend

Peristiwa yang melibatkan 352 Siswa SD di Lombok Tengah berpotensi membuat operasional SPPG terkait dihentikan sementara. Ketua Satgas Program MBG NTB, Fathul Gani, menyebut opsi suspend menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan melihat situasi yang terjadi.

“Ya kalau melihat situasi otomatis suspend,” ujar Ketua Satgas Program MBG NTB Fathul Gani di kantor Gubernur NTB.

Penghentian sementara atau suspend dimaksudkan sebagai bagian dari evaluasi atas kejadian tersebut. Namun, belum ada kepastian mengenai durasi suspend karena keputusan selanjutnya masih menunggu arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Fathul menegaskan, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan distribusi makanan. Langkah itu juga penting untuk memastikan keamanan penerima manfaat, khususnya anak-anak yang menjadi sasaran utama Program Makan Bergizi Gratis. Kejelasan evaluasi diharapkan dapat memberi rasa aman kepada siswa, orang tua, dan masyarakat.

“Cuma jangka waktunya (suspend) nanti menunggu keputusan BGN. Sebagai bahan evaluasi apalagi ini menimbulkan keracunan,” ujarnya.

Keselamatan Pangan Menjadi Perhatian Utama

Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa menunjukkan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap tahapan penyediaan makanan sekolah. Dalam program yang melayani banyak anak dalam waktu bersamaan, kualitas bahan pangan, kebersihan pengolahan, penyimpanan, serta ketepatan distribusi perlu diperhatikan secara menyeluruh.

Bagi 352 Siswa SD di Lombok Tengah yang telah kembali ke rumah, pemantauan lanjutan tetap diperlukan apabila keluhan muncul kembali. Orang tua dapat memperhatikan kondisi anak setelah observasi dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muntah, pusing, atau keluhan lain berlanjut.

Kasus di Batukliang juga menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan MBG secara lebih luas. Penanganan yang cepat terhadap siswa, pemeriksaan atas dugaan penyebab, dan keputusan terhadap operasional SPPG menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan penerima manfaat serta kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.

FAQ Dugaan Keracunan MBG di Lombok Tengah

Berapa jumlah siswa yang diduga terdampak?

Jumlah siswa yang dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap MBG adalah 352 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Di mana para siswa mendapat penanganan?

Para siswa diperiksa dan mendapat penanganan di Puskesmas Peringgarata, Puskesmas Mantang, serta Puskesmas Aik Darek.

Apakah seluruh siswa sudah pulang?

Ya, hingga Jumat, 11 September 2026, seluruh siswa yang sempat menjalani penanganan telah diperbolehkan pulang setelah observasi.

Apakah SPPG akan dihentikan operasionalnya?

SPPG yang terkait berpotensi disuspend sebagai bagian dari evaluasi. Durasi penghentian sementara masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *