Dw

Bisnis Perang dengan Rusia, Hujan Duit Buat Diktator Korut

Kota-kota di Korea Utara selama ini dikenal minim cahaya. Citra satelit malam hari selama bertahun-tahun hanya menunjukkan sedikit titik terang. Kelangkaan

Desk Dw
Published Agustus 13, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Perang Melawan Ukraina, Duit Mengalir ke Pyongyang
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Perang Melawan Ukraina, Duit Mengalir ke Pyongyang

Wahanaberita.com – Kota-kota di Korea Utara selama ini dikenal minim cahaya. Citra satelit malam hari selama bertahun-tahun hanya menunjukkan sedikit titik terang. Kelangkaan listrik membuat sebagian besar wilayah negeri itu tertutup kegelapan. Namun, sejak April 2020 terjadi perubahan mencolok. Luas area yang mendapat penerangan di pusat Pyongyang kini lebih dari dua kali lipat dibanding sebelumnya. Kecerahan juga naik hingga tiga kali lipat.

Transformasi Ibu Kota

Menurut portal NK News, peningkatan pasokan listrik di kota-kota besar menjadi pencapaian signifikan pemerintah. Kim Jong Un pada 2021 dalam Kongres Partai ke-8 mengumumkan rencana membangun 50 ribu hunian baru di ibu kota. Rencana tersebut berhasil direalisasikan, salah satunya di kawasan Hwasong. Di sana berdiri dua blok apartemen setinggi 40 lantai dengan bentuk menyerupai rudal balistik Hwasong.

Pelancong asing yang sudah lama mengunjungi negeri itu melaporkan perubahan besar. Pyongyang kini terlihat lebih modern dengan kehadiran mobil-mobil impor, termasuk kendaraan listrik dari Tiongkok. Aplikasi smartphone untuk pembayaran QR dan pemesanan taksi juga mulai populer. Pusat perbelanjaan baru menjual merek fesyen dan kosmetik Barat.

Rezim menyelesaikan rumah sakit terbesar di Pyongyang serta membangun rumah kaca seluas Central Park New York. Di pantai timur, Kim pada Juni 2025 meresmikan resor Wonsan-Kalma sepanjang lima kilometer yang mampu menampung 20 ribu tamu. Wall Street Journal pada Juni menyebut Korea Utara sebagai “kisah sukses ekonomi terbesar di dunia”.

Uang dari Perang Rusia

Rezim komunis tersebut diduga membiayai investasi domestik melalui pendapatan besar dari dukungan dalam perang Rusia melawan Ukraina. Laporan Institute for National Security Strategy (INSS) Korea Selatan pada Maret mencatat Pyongyang meraup hingga US$14,4 miliar atau sekitar Rp257 triliun dari penjualan amunisi ke Moskow dan pengiriman pasukan. Bloomberg Economics baru-baru ini memperkirakan dukungan militer kepada Rusia menghasilkan lebih dari US$14 miliar bagi Korea Utara antara 2022 dan 2025.

Hampir US$8 miliar tambahan berasal dari perdagangan dengan Tiongkok, penyewaan tenaga kerja ke luar negeri, kegiatan ekspor, dan kejahatan siber. Dalam serangan terbesar terhadap platform Bybit pada Februari 2025, peretas yang diduga dari Korea Utara mencuri Ethereum senilai US$1,5 miliar. Sebagai pembanding, produk domestik bruto Korea Utara pada tahun sebelumnya mencapai US$27 miliar.

Pengaruh dan Pengakuan Internasional

Peran sebagai pendukung Rusia menambah pengaruh politik dan militer dinasti Kim. Dia juga mendorong peluncuran dua kapal perusak berbobot 5.000 ton. Selama 15 tahun berkuasa, rezim komunis di Pyongyang belum pernah memiliki pengaruh dan uang sebanyak sekarang.

Sebelumnya, selama pandemi Covid-19 posisi sang autokrat justru melemah. Dalam Kongres Partai Buruh pada awal 2021, dia mengakui sambil menangis bahwa “hampir semua sektor ekonomi tertinggal dari harapan”. Lima tahun kemudian, pada kongres partai berikutnya, tujuh baris meriam artileri berdiri di depan gedung. Kim bersorak “semuanya telah berubah secara mendasar.”

Kemitraan dengan Rusia membuat Korea Utara tak lagi berstatus paria dalam politik dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Kim di Pyongyang pada Juni 2024. Pemimpin Tiongkok Xi Jinping datang pada Juni tahun ini, tiga bulan setelah diktator Belarus Alexander Lukashenko. Pada September 2025, Kim berdiri di sisi Xi dan Putin dalam perayaan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Beijing.

Menyewakan Tentara ke Rusia

Belum diketahui apakah Rusia atau Korea Utara yang lebih dulu mencetuskan gagasan menggunakan persediaan amunisi raksasa milik negeri miskin itu untuk perang di Ukraina. Menurut perkiraan Ukraina, pada 2024 dan 2025 Korea Utara memasok separuh amunisi yang dibutuhkan Rusia di garis depan. Selain itu, Pyongyang memasok meriam swagerak, peluncur roket multipel, dan rudal balistik.

Saat ini, menurut keterangan Ukraina, Korea Utara berencana mengirim satu unit rudal yang terdiri atas 90 tentara, enam peluncur, dan hingga 120 rudal ke Rusia untuk bertempur melawan Ukraina.

Sebanyak 16 ribu hingga 22 ribu tentara Korea Utara telah membantu Rusia memukul mundur pasukan Ukraina dari Provinsi Kursk di perbatasan dan kemudian membersihkan wilayah tersebut.

Frequently Asked Questions

What is Bisnis Perang dengan Rusia Hujan Duit?

Bisnis Perang dengan Rusia Hujan Duit is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bisnis Perang dengan Rusia Hujan Duit matter?

Bisnis Perang dengan Rusia Hujan Duit matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment