Internasional

Erdogan Tuding Israel Ingin Hapus Palestina dari Agenda Dunia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan posisinya yang tegas terhadap kebijakan Israel. Dalam pernyataan yang mengguncang dunia internasional

Desk Internasional
Published Agustus 13, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Erdogan Tuding Israel Ingin Hapus Palestina dari Agenda Dunia Secara Sistematis
  2. Related Reading

Erdogan Tuding Israel Ingin Hapus Palestina dari Agenda Dunia Secara Sistematis

Wahanaberita.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali menegaskan posisinya yang tegas terhadap kebijakan Israel. Dalam pernyataan yang mengguncang dunia internasional, Erdogan menuduh pemerintah Israel secara sistematis berusaha menghapus keberadaan Palestina dari perhatian global. Tuduhan ini disampaikan dengan nada serius dan penuh keyakinan.

Konferensi pers yang digelar bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas menjadi momen penting bagi Erdogan untuk menyampaikan pesan tersebut. Abbas yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Ankara menjadi saksi langsung dari pernyataan keras Erdogan. Seperti yang dilaporkan oleh kantor berita internasional AFP pada Kamis (13/8/2026), Erdogan menjelaskan bahwa strategi Israel bertujuan untuk mengesampingkan masalah Palestina dari agenda multilateral.

“Tujuan pemerintah Netanyahu adalah untuk menghapus Palestina dari agenda bersama umat manusia dengan mengambil keuntungan dari kekacauan dan konflik baru di kawasan ini,” tegas Erdogan di hadapan para wartawan.

Analisis Kebijakan Israel Menurut Erdogan

Erdogan tidak hanya menuduh, tetapi juga memberikan penjelasan mendalam tentang bagaimana Israel melakukan upaya penghapusan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Israel memanfaatkan berbagai krisis regional untuk mengalihkan perhatian dunia dari penderitaan rakyat Palestina. Selain itu, Erdogan juga menyoroti bagaimana Israel terus memperluas wilayahnya di Tepi Barat sambil melemahkan posisi Palestina secara diplomatis.

Sebagai negara yang memiliki hubungan historis kuat dengan Palestina, Turki di bawah kepemimpinan Erdogan telah menjadi salah satu suara paling vokal di dunia. Erdogan berkali-kali menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida, terutama dalam konteks konflik di Gaza. Ia juga mengkritik keras kebijakan ekspansionis Israel yang tidak hanya menargetkan Palestina, tetapi juga wilayah Lebanon dan Suriah.

Erdogan bersumpah bahwa Turki tidak akan pernah berhenti berjuang demi pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Komitmen ini akan terus diperjuangkan tanpa henti.

Rincian Kunjungan Abbas ke Turki

Kunjungan Presiden Abbas ke Ankara dimulai pada hari Selasa (11/8) dengan protokol yang sangat tinggi. Delegasi Palestina yang mendampingi Abbas terdiri dari para pejabat senior, termasuk penasihat diplomatik Majdi Khalidi, kepala intelijen Majed Faraj, serta pejabat tinggi Ziad Abu Amr. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara.

Pertemuan bilateral antara Erdogan dan Abbas berlangsung pada hari Rabu (12/8) dengan agenda yang padat. Kedua pemimpin membahas berbagai isu krusial, termasuk situasi keamanan di Gaza, perkembangan diplomatis, dan rencana pemilihan di Palestina. Abbas menilai pertemuan tersebut sangat penting dan bermanfaat bagi kemajuan hubungan kedua negara.

Reformasi Politik Palestina dan Peran Internasional

Salah satu topik utama yang dibahas adalah rencana pemilihan di Palestina. Abbas, yang saat ini berusia 90 tahun, telah mengumumkan bahwa pemilihan legislatif akan diselenggarakan pada 28 November mendatang. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pemilihan presiden yang dijadwalkan pada awal tahun depan.

Jika jadwal ini berjalan sesuai rencana, maka ini akan menjadi pemilu pertama dalam kurun waktu dua dekade. Erdogan menyambut baik inisiatif ini dan melihatnya sebagai langkah maju menuju rekonsiliasi nasional. Ia berharap proses demokratis ini dapat mempersatukan Fatah dan Hamas yang selama ini bersaing secara politik.

“Saya berharap keputusan untuk mengadakan pemilihan legislatif dan presiden di Palestina setelah sekian lama akan membawa keberuntungan… (dan) akan memajukan proses rekonsiliasi,” ujar Erdogan dengan penuh harap.

Implikasi Regional dan Dukungan Global

Tuduhan Erdogan terhadap Israel memiliki implikasi yang lebih luas bagi stabilitas regional. Banyak negara di dunia Arab dan Muslim menyambut baik pernyataan Erdogan tersebut. Mereka melihat Turki sebagai pemimpin yang konsisten dalam memperjuangkan hak-hak Palestina.

Di sisi lain, Israel juga merespons tuduhan ini dengan berbagai pernyataan diplomatik. Pemerintah Israel menyatakan bahwa mereka hanya berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya. Namun, menurut Erdogan, upaya Israel untuk menghapus Palestina dari agenda dunia merupakan ancaman serius bagi perdamaian global.

Erdogan juga menekankan bahwa perjuangan Palestina bukan hanya masalah regional, tetapi merupakan isu kemanusiaan yang harus diperhatikan oleh seluruh komunitas internasional. Ia mengajak negara-negara lain untuk tidak diam saja dan memberikan dukungan nyata kepada rakyat Palestina.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Erdogan

Apa yang dimaksud Erdogan dengan “menghapus Palestina dari agenda dunia”? Erdogan menjelaskan bahwa Israel berusaha mengesampingkan masalah Palestina dari pembahasan internasional, terutama dengan memanfaatkan konflik-konflik baru di kawasan Timur Tengah untuk mengalihkan perhatian dunia.

Kapan kunjungan Abbas ke Turki dilakukan? Kunjungan Presiden Abbas ke Ankara dimulai pada hari Selasa (11/8) dan pertemuan bilateral dengan Erdogan berlangsung pada hari Rabu (12/8/2026).

Berapa jumlah delegasi yang mendampingi Abbas? Abbas didampingi oleh tiga pejabat senior, yaitu penasihat diplomatik Majdi Khalidi, kepala intelijen Majed Faraj, dan pejabat tinggi Ziad Abu Amr.

Kapan pemilihan legislatif Palestina akan diselenggarakan? Pemilihan legislatif dijadwalkan pada 28 November, sementara pemilihan presiden akan diadakan pada awal tahun depan.

Apa reaksi Israel terhadap tuduhan Erdogan? Israel menyatakan bahwa mereka hanya berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dan menyangkal tuduhan bahwa mereka ingin menghapus Palestina dari agenda global.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan terbaru, Anda dapat mengunjungi [berita internasional detik.com](https://news.detik.com/internasional) dan [berita politik detik.com](https://news.detik.com/berita-politik).

Leave a Comment