Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi
Program beasiswa yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sekadar membantu pembiayaan pendidikan, melainkan juga menjadi strategi pengembangan
Table of Contents
Santri Kudus Raih Kesempatan Kuliah Kedokteran Gigi Lewat Beasiswa Pemprov Jateng
Wahanaberita.com – Program beasiswa yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sekadar membantu pembiayaan pendidikan, melainkan juga menjadi strategi pengembangan sumber daya manusia santri agar mampu berkontribusi di berbagai sektor keilmuan.
Aqila Keisha Haulina merupakan salah satu penerima manfaat dari inisiatif tersebut. Santri asal Kudus ini kini sedang menempuh studi di Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Perjalanan Pendidikan dan Seleksi Beasiswa
Dengan fondasi pendidikan pesantren yang kokoh, Aqila sebelumnya menyelesaikan jenjang MTs Tahfidz Yanbu’ul Qur’an 2 Muria sebelum melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA) Mu’allimat NU Kudus.
Keinginannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sempat terbentur masalah biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun, kehadiran program beasiswa santri dari Pemprov Jawa Tengah membuka peluang baru baginya.
Sebelum resmi ditetapkan sebagai penerima, Aqila harus melewati berbagai tahap seleksi. Proses tersebut meliputi administrasi, kemampuan membaca kitab, hafalan Al-Qur’an, wawasan kebangsaan, serta pemahaman tentang pesantren.
Manfaat yang diraih Aqila tidak hanya berupa dukungan finansial untuk kuliah, tetapi juga meringankan beban ekonomi orang tuanya.
Cita-Cita Menjadi Dokter Gigi yang Berintegritas
Sejak kecil, Aqila telah bercita-cita menjadi tenaga medis. Ia berharap dapat menjadi dokter gigi yang tidak hanya profesional, namun juga menjunjung tinggi nilai agama, integritas, dan rasa kemanusiaan.
“Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis Pemprov Jateng, Rabu (12/8/2026).
Aqila juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Tengah atas program beasiswa ini. Ia berharap cakupan jurusan dapat diperluas serta jumlah penerima manfaat ditambah di masa mendatang.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Aqila berkomitmen untuk mengabdikan ilmu yang diperolehnya di Pondok Pesantren El Fat El Islami Kudus. Ia juga mengajak seluruh santri di Indonesia untuk tidak ragu memiliki cita-cita tinggi di berbagai bidang.
Penerima Beasiswa Lainnya Merasakan Manfaat Program
Selain Aqila, Akhmad Khafidz Al Mubarok juga merasakan manfaat dari program beasiswa santri. Ia mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology, China.
“Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China,” katanya.
Program Pesantren Obah dan Target 2026
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren merupakan bagian dari inisiatif Pesantren Obah yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Penyaluran beasiswa dilakukan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP). Program ini mencakup jenjang pendidikan S1, S2, hingga S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Total hibah beasiswa yang diberikan pada tahun 2026 mencapai Rp8,34 miliar.
Tahun ini, terdapat 73 penerima beasiswa yang terdiri dari 15 penerima luar negeri, 27 santri dalam negeri, dan 31 pengasuh dalam negeri.
Penerima beasiswa luar negeri terdiri dari tiga santri bidang saintek yang dikirim ke China, delapan santri ke Mesir (satu orang bidang kedokteran Al-Azhar dan tujuh orang bidang keislaman Al-Azhar), tiga santri ke Al-Ahqof Yaman, serta satu santri yang mengikuti program double degree.
Program ini dirancang agar santri memiliki nilai tambah dengan tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga berbagai bidang lain seperti kedokteran, sains, dan teknologi.
Harapan Gubernur Luthfi untuk Santri
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berharap para santri memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan potensi dan mengejar cita-cita.
“Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran,” kata Luthfi.
Ia menambahkan bahwa program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren harus terus dikembangkan dan menjadi contoh yang dapat diterapkan secara lebih luas.
“Program ini harus dijadikan role model, sehingga tidak hanya provinsi yang bergerak, tetapi kabupaten/kota nanti kita ikut sertakan, sehingga pemberdayaan pesantren dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Berkat Beasiswa Pemprov Jateng Santri Ini Bisa?
Berkat Beasiswa Pemprov Jateng Santri Ini Bisa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Berkat Beasiswa Pemprov Jateng Santri Ini Bisa matter?
Berkat Beasiswa Pemprov Jateng Santri Ini Bisa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
