Dampak Green Policing Dirasakan Warga, Air Sungai Kampar Mulai Jernih
Dampak Green Policing Dirasakan Warga di berbagai wilayah Riau, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kampar. Program unggulan yang
Table of Contents
Dampak Green Policing Dirasakan Warga: Sungai Kampar Kembali Jernih Pasca Operasi PETI
Wahanaberita.com – Dampak Green Policing Dirasakan Warga di berbagai wilayah Riau, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Kampar. Program unggulan yang digagas oleh Polda Riau bersama seluruh jajarannya kini memberikan hasil yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat. Salah satu bentuk nyata dari implementasi kebijakan tersebut adalah penertiban terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI yang berlangsung di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, atau yang lebih dikenal sebagai Kuansing.
Penertiban yang dilakukan dalam rangka Operasi PETI Merah Putih Kuantan pada periode 1 hingga 10 Agustus 2026 ini telah memberikan efek positif yang meluas. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penduduk di Kuansing, namun juga menjangkau hingga ke Kabupaten Kampar. Perubahan lingkungan yang terjadi menjadi bukti konkret bahwa program Green Policing berhasil menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.
Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di Desa Lipatkain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, yang lokasinya berdekatan dengan Sungai Kampar, perubahan yang terjadi sangat terasa. Warga setempat melaporkan bahwa kondisi perairan sungai saat ini terlihat jauh lebih jernih dibandingkan dengan masa sebelumnya. Kejernihan air ini menjadi indikator positif bahwa aktivitas penambangan ilegal telah berhasil ditekan.
Komitmen Kapolda Riau dalam Menjaga Lingkungan
Junaidi, yang menjabat sebagai Kepala Desa Lipatkain Selatan, menjelaskan bahwa perubahan pada Sungai Kampar ini mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir dan menjadi perhatian serius dari masyarakat setempat. Menurutnya, kejernihan air sungai ini bukan hanya perubahan visual, tetapi juga mencerminkan keberhasilan program Green Policing dalam menjaga ekosistem perairan.
Alhamdulillah, sekarang air Sungai Kampar mulai tampak lebih jernih. Kami di Kampar ikut merasakan dampak positif dari penertiban PETI yang dilakukan di wilayah Kuansing, ujar Junaidi kepada wartawan pada Rabu (12/8/2026).
Junaidi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, beserta seluruh jajarannya atas langkah-langkah tegas yang telah diambil dalam menertibkan aktivitas PETI. Selama ini, aktivitas tersebut diduga kuat memberikan dampak negatif terhadap kualitas air sungai. Dengan penertiban yang dilakukan, warga kini dapat melihat perubahan yang signifikan.
Sementara itu, di wilayah Kuansing sendiri, warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, terlihat antusias berenang di Sungai Kuantan yang kini kembali jernih. Operasi PETI Merah Putih Kuantan yang diselenggarakan pada tanggal 1-10 Agustus 2026 berhasil mengembalikan kejernihan perairan Sungai Kuantan. Hal ini menunjukkan bahwa program Green Policing memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Manfaat untuk Wilayah Hilir dan Keberlanjutan Lingkungan
Menurut Junaidi, kejernihan air Sungai Kampar ini menjadi bukti nyata bahwa program Green Policing dalam upaya menjaga lingkungan tidak hanya memberikan manfaat bagi daerah tempat penertiban dilakukan, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat yang berada di wilayah hilir. Dampak Green Policing Dirasakan Warga di berbagai lapisan masyarakat, menunjukkan bahwa program ini berhasil mencapai tujuannya.
Kami melihat ini sebagai komitmen nyata Bapak Kapolda melalui program Green Policing. Bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar memberikan perubahan yang dirasakan masyarakat, imbuhnya.
Junaidi berharap kondisi sungai yang mulai membaik ini dapat terus dijaga melalui pengawasan yang konsisten serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menolak aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan. Program Green Policing yang dijalankan oleh Polda Riau menekankan pentingnya perlindungan lingkungan hidup, termasuk menjaga ekosistem sungai dan mencegah kerusakan alam demi keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang.
Keberhasilan program ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat lokal sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari warga, diharapkan Sungai Kampar dan Sungai Kuantan dapat terus menjadi sumber kehidupan yang sehat bagi masyarakat Riau.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Green Policing dan Sungai Kampar
Apa itu Green Policing? Green Policing adalah program kepolisian yang berfokus pada penegakan hukum lingkungan, termasuk penertiban aktivitas pertambangan ilegal dan perlindungan ekosistem perairan.
Berapa lama Operasi PETI Merah Putih Kuantan berlangsung? Operasi PETI Merah Putih Kuantan berlangsung selama 10 hari, yaitu dari tanggal 1 hingga 10 Agustus 2026.
Wilayah mana saja yang merasakan dampak Green Policing? Selain wilayah Kuansing, masyarakat di Kabupaten Kampar, khususnya Desa Lipatkain Selatan, juga merasakan dampak positif dari program ini.
Bagaimana cara masyarakat mendukung program Green Policing? Masyarakat dapat mendukung program ini dengan melaporkan aktivitas pertambangan ilegal, menjaga kebersihan sungai, dan berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan bersama kepolisian.
Apakah kejernihan Sungai Kampar akan bertahan lama? Kejernihan Sungai Kampar akan bertahan lama jika pengawasan tetap konsisten dan masyarakat terus mendukung penertiban aktivitas pertambangan ilegal.
