Berita

Tim Forensik Swab Jasad Sutrimo Saat Ekshumasi, Cari Penyebab Kematian

Polda Metro Jaya bersama para ahli kedokteran forensik telah melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo yang dimakamkan di Desa Wlahar, Kecamatan

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Ekshumasi Sutrimo: Tim Forensik Mengambil Sampel untuk Menentukan Penyebab Kematian
  2. Related Reading

Ekshumasi Sutrimo: Tim Forensik Mengambil Sampel untuk Menentukan Penyebab Kematian

Wahanaberita.com – Polda Metro Jaya bersama para ahli kedokteran forensik telah melakukan proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo yang dimakamkan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Rabu, 12 Agustus 2026, dan memakan waktu sekitar tiga setengah jam, dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00 WIB. Proses ini dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya dari korban yang sebelumnya dinyatakan meninggal dunia.

Sutrimo awalnya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Kamis, 23 Juli lalu. Setelah dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazahnya kemudian dimakamkan dan baru kini diekskavasi kembali untuk investigasi lebih lanjut. Masyarakat dan pihak berwajib menunggu hasil pemeriksaan forensik yang komprehensif untuk mendapatkan kejelasan mengenai kasus ini.

Proses Swab dan Pengambilan Sampel

Saat proses ekshumasi berlangsung, tim forensik melakukan pengambilan sampel melalui metode swab pada jasad. Prof Yudi, yang menjabat sebagai Ketua Tim Dokter Forensik, menjelaskan situasi yang dihadapi oleh para ahli selama proses pengambilan sampel.

Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada, kata Prof Yudi dalam konferensi pers.

Menurutnya, meskipun buih sudah tidak terlihat saat ekshumasi, tim tetap melakukan pemisahan laboratorium dengan cara swab untuk memastikan apakah masih ada sisa zat yang terkandung dalam tubuh korban. Langkah ini penting untuk menentukan apakah ada unsur racun atau zat kimia tertentu yang menyebabkan kematian.

Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men- swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini, tambahnya.

Pemeriksaan Lanjutan dan Sampel yang Diambil

Jenazah Sutrimo telah mengalami pembusukan karena telah tiga pekan dimakamkan. Kedokteran forensik akan melanjutkan uji toksikologi serta berbagai pemeriksaan lainnya untuk menemukan penyebab kematian yang pasti. Proses ini memerlukan ketelitian tinggi karena kondisi jenazah yang sudah membusuk.

Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya, ujarnya.

Tim forensik juga mengambil sejumlah sampel tubuh yang mencakup area dari kepala hingga badan. Sampel-sampel tersebut meliputi kulit yang dicurigai memiliki kelainan, serta isi organ-organ dalam seperti lambung dan jantung. Setiap sampel akan dianalisis secara terpisah untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Pemeriksaan yang kami lakukan itu seperti saya sampaikan, itu saya ambil sampel dari kepala sampai badan. Mulai dari kulit yang kami curigai di situ ada kelainan, kami ambil, dan juga termasuk swab, dan termasuk isi organ-organ dalam seperti lambung dan juga ada jantung, tuturnya.

Polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti kematian Sutrimo dengan mengedepankan pendekatan scientific crime investigation. Hasil dari berbagai pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses ini akan melibatkan beberapa pihak terkait untuk memastikan tidak ada aspek yang terlewatkan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Sutrimo

Berapa lama proses ekshumasi Sutrimo berlangsung? Proses ekshumasi berlangsung selama sekitar tiga setengah jam, dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00 WIB pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

Apa saja sampel yang diambil dari jenazah Sutrimo? Sampel yang diambil mencakup area dari kepala hingga badan, termasuk kulit yang dicurigai memiliki kelainan, serta isi organ-organ dalam seperti lambung dan jantung.

Kapan hasil pemeriksaan forensik diharapkan keluar? Hasil pemeriksaan laboratorium, termasuk toksikologi, DNA, dan histopatologi, masih dalam proses dan akan diumumkan setelah semua analisis selesai.

Di mana jenazah Sutrimo dimakamkan? Jenazah Sutrimo dimakamkan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Apa metode pengambilan sampel yang digunakan? Tim forensik menggunakan metode swab untuk mengambil sampel dari jasad, terutama untuk memastikan apakah masih ada sisa zat yang terkandung dalam tubuh korban.

Leave a Comment