Berita

Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Kebersihan Lingkungan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengundang Pandawara Group untuk turut serta dalam kampanye menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Kemendagri dan Pandawara Group Kolaborasi Kampanye Kebersihan Lingkungan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kemendagri dan Pandawara Group Kolaborasi Kampanye Kebersihan Lingkungan

Wahanaberita.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengundang Pandawara Group untuk turut serta dalam kampanye menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah. Langkah ini sejalan dengan dukungan terhadap Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang digagas pemerintah.

Pandawara Group dikenal sebagai organisasi pemuda asal Bandung, Jawa Barat, yang aktif melakukan aksi pembersihan sampah di berbagai lokasi seperti sungai, selokan, hingga pantai.

Inisiatif Presiden Prabowo Subianto

Safrizal ZA, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI mencerminkan kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi kebersihan di beberapa wilayah yang masih memerlukan peningkatan. Masalah yang sering terlihat meliputi sampah berserakan dan pemasangan spanduk yang kurang tertata, khususnya di kawasan wisata.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Prabowo telah memberikan instruksi kepada para menteri, termasuk Mendagri, untuk menggerakkan program Indonesia ASRI dengan melibatkan masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi, gerakan ini yang kemudian kita gunakan untuk membersihkan lingkungan. Bukan saja jangan buang sampah sembarangan, tetapi yang daerah-daerah yang kotor, kita bikin gerakan massal dengan semua masyarakat, dengan agen-agen lingkungan, dengan LSM-LSM. Ayo kita bersihkan,” ujar Safrizal dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Safrizal menjadi narasumber dalam Talkshow Gerakan Indonesia ASRI. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Bazar Kemendagri yang diselenggarakan di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Rabu (12/8).

Tiga Aspek Penting dalam Penanganan Sampah

Safrizal menyoroti tiga aspek krusial dalam menangani masalah sampah, yaitu jumlah sampah, manajemen pengelolaan, serta budaya membuang sampah. Dari segi jumlah, Indonesia saat ini menempati posisi kelima sebagai negara dengan produksi sampah tahunan tertinggi di dunia.

Dalam konteks ini, Safrizal memberikan apresiasi kepada Pandawara Group atas upaya edukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola sampah. Fokus utamanya adalah mencegah pembuangan sampah ke sungai, laut, maupun saluran air.

“Jangan buang sampah ke sungai, jangan buang sampah ke laut, jangan buang sampah ke got, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Pengelolaan sampah yang komprehensif diperlukan dari hulu hingga hilir. Di wilayah dengan produksi sampah besar seperti DKI Jakarta dan Bekasi, pemerintah telah meluncurkan program waste-to-energy yang mengubah sampah menjadi energi berupa listrik, panas, atau bahan bakar.

Di sisi lain, pengurangan timbulan sampah dapat ditingkatkan melalui penerapan prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Prinsip ini mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah menjadi produk baru.

“Jadi, sudah ada programnya, sudah banyak anak-anak muda yang inovator-inovator, yang bergerak di bidang ini, yang penting getok tularkan ke semua tempat, supaya sampah berkurang,” jelasnya.

Awal Mula Berdirinya Pandawara Group

Muchamad Ikhsan Destian, pendiri Pandawara Group, menceritakan bahwa organisasi ini didirikan oleh lima pemuda yang terinspirasi setelah menyaksikan banjir di Bandung Selatan. Banjir tersebut tidak hanya membawa air, tetapi juga sampah akibat kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Kondisi ini memotivasi mereka untuk melakukan kerja bakti membersihkan sungai sekaligus membuat konten edukatif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita misalkan melihat secara fungsi [sungai] itu sangat-sangat membantu kita sebagai manusia. Dan di momen itu kita memutuskan untuk membuat fungsi, kita melakukan kerja bakti. Cuma saat itu kita memutuskan untuk mencoba apa ya, membuat konten sekalian dari kegiatan kerja bakti ini,” paparnya.

Muhammad Rifqi Sadulloh, co-founder Pandawara Group, menambahkan bahwa organisasi ini memiliki cita-cita untuk memiliki fasilitas pengolahan sampah sendiri. Dengan demikian, sampah yang dikumpulkan dapat diolah secara mandiri. Saat ini, mereka baru mampu mengolah jenis sampah tertentu, seperti tutup botol.

“Kita itu ingin, gimana caranya, si sampah-sampah yang ada di sungai itu kita daur ulang menjadi value baru,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Kebersihan?

Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Kebersihan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Kebersihan matter?

Kemendagri Gandeng Pandawara Group Kampanyekan Kebersihan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment