Berita

Tri Tito Dorong Transformasi Posyandu Perkuat Pelayanan Enam Bidang SPM

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mengajak agar transformasi Posyandu terus diperkuat. Tujuannya agar lembaga ini mampu mendukung pemenuhan

Desk Berita
Published Agustus 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mark Williams - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu untuk Mendukung Enam Bidang SPM
  2. Related Reading

Tri Tito Karnavian Dorong Transformasi Posyandu untuk Mendukung Enam Bidang SPM

Wahanaberita.com – Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian, mengajak agar transformasi Posyandu terus diperkuat. Tujuannya agar lembaga ini mampu mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara lebih optimal di tingkat masyarakat. Melalui transformasi tersebut, peran Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, melainkan juga menjadi wadah yang mendukung berbagai pelayanan dasar lainnya.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka kegiatan Posyandu Menyapa secara virtual, hari ini. Kegiatan tersebut mengangkat tema Transformasi Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Acara ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan visi dalam memperkuat Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang strategis.

“Posyandu sudah bertransformasi. Tidak hanya satu pelayanan, tapi juga menjadi enam pelayanan minimal. Tentunya kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kita telah menjadi pelopor bagi perubahan ini,” ujar Tri Tito dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Transformasi Sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024

Menurut Tri Tito, transformasi Posyandu sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024. Peraturan ini menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan dengan kedudukan yang semakin strategis dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Dengan regulasi ini, Posyandu memiliki landasan hukum yang kuat untuk berkembang.

Enam bidang SPM yang didukung melalui transformasi Posyandu mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Perluasan peran tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus meningkatkan manfaat Posyandu bagi masyarakat. Setiap bidang memiliki indikator pencapaian yang dapat diukur secara berkala.

Dalam konteks pendidikan, Posyandu dapat berperan dalam program pendidikan anak usia dini dan literasi. Sementara di bidang kesehatan, pelayanan tetap menjadi prioritas utama termasuk imunisasi dan pemantauan tumbuh kembang balita. Bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat juga dapat diintegrasikan melalui program perbaikan rumah tidak layak huni dan sanitasi lingkungan.

“Posyandu Menyapa ini sebagai ruang kepada kita semua untuk berkomunikasi yang tentunya komunikasi ini tidak hanya satu arah, tapi juga dua arah. Dari Tim Pembina Pusat maupun ke seluruh Indonesia, sehingga kita akan mendapatkan banyak hal melalui pembinaan, konsultasi, berbagi pengalaman, praktik yang baik penyelenggaraan Posyandu di seluruh Indonesia,” kata Tri Tito.

Registrasi dan Kolaborasi Multi-Pihak

Komunikasi dua arah tersebut penting untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat sinergi pembinaan. Tri Tito juga mendorong registrasi seluruh Posyandu di Indonesia sebagai bagian dari upaya memetakan kondisi dan perkembangannya. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui Posyandu yang telah menjalankan dukungan terhadap enam bidang SPM sekaligus menjadi dasar penentuan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Keberhasilan transformasi Posyandu tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat. Posyandu merupakan milik masyarakat sehingga penguatannya membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, kader, pengurus Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan. Sinergi ini akan memastikan keberlanjutan program di tingkat akar rumput.

Untuk itu, Tri Tito berharap Posyandu Menyapa dapat membangun jejaring Posyandu nasional yang kuat. Inovasi dan praktik baik yang telah berjalan di suatu daerah diharapkan dapat dibagikan, direplikasi, dan dikembangkan di daerah lain sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. Hal ini akan mempercepat adopsi model Posyandu yang efektif secara nasional.

Tri Tito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim Pembina Posyandu dan jajaran pemerintah daerah yang telah berkomitmen memperkuat Posyandu. Dia berharap upaya tersebut dapat menjadikan Posyandu semakin kuat secara kelembagaan dan tata kelola, semakin besar manfaatnya, serta semakin dekat dengan masyarakat dalam mendukung pelayanan dasar.

“Target yang kita harapkan adalah adanya registrasi dari setiap Posyandu yang ada di seluruh Indonesia. Agar kita bisa paham dan memetakan lembaga-lembaga Posyandu mana yang sudah menjalankan enam SPM,” tutupnya.

Frequently Asked Questions

Apa itu enam bidang SPM yang didukung Posyandu? Enam bidang SPM mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial. Setiap bidang memiliki peran spesifik yang dapat dijalankan Posyandu sesuai kapasitasnya.

Bagaimana regulasi yang mendukung transformasi Posyandu? Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 menjadi payung hukum yang menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan dengan kedudukan strategis dalam pelayanan masyarakat.

Mengapa registrasi Posyandu penting? Registrasi diperlukan untuk memetakan kondisi Posyandu di seluruh Indonesia, mengetahui mana yang sudah menjalankan enam SPM, dan menjadi dasar penentuan program sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Siapa saja yang terlibat dalam kolaborasi Posyandu? Kolaborasi melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, kader, pengurus Posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberlanjutan program.

Leave a Comment