Bbc World

Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Belajar Gunakan Senjata Api dari Medsos

Polisi Thailand telah mengungkap fakta menarik mengenai remaja berusia 14 tahun yang melakukan penembakan di sekolahnya pada 7 Agustus lalu. Menurut

Desk Bbc World
Published Agustus 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
pelaku-penembakan-di-sekolah-thailand-belajar-gunakan-senjata-dari-media-sosial-1786359265484
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Remaja Thailand Belajar Menggunakan Senjata Api Melalui Media Sosial Sebelum Aksi Tragis
  2. Related Reading

Remaja Thailand Belajar Menggunakan Senjata Api Melalui Media Sosial Sebelum Aksi Tragis

Wahanaberita.com – Polisi Thailand telah mengungkap fakta menarik mengenai remaja berusia 14 tahun yang melakukan penembakan di sekolahnya pada 7 Agustus lalu. Menurut penyelidikan, remaja ini secara aktif belajar menggunakan senjata api melalui platform media sosial sebelum melakukan aksinya. Serangan yang terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi tersebut menewaskan delapan orang dan melukai setidaknya 22 orang lainnya. Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Belajar cara mengoperasikan senjata dari rumah melalui tutorial online, bukan melalui latihan fisik di lapangan tembak.

Konsumsi konten kekerasan di platform digital menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penyelidikan. Selain itu, kegalauan terkait studi dan masalah keluarga juga disebut sebagai pemicu utama aksi tersebut. Remaja ini juga dikabarkan memiliki konflik dengan teman sebaya di sekolahnya.

Proses Investigasi dan Motif Pelaku

Mayor Jenderal Polisi Atthapol Anusit, pimpinan kepolisian Thailand, menyatakan bahwa hingga saat ini telah diperiksa 17 saksi dalam menyelidiki motif pelaku. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah berencana memberlakukan regulasi baru terkait kepemilikan senjata. Perdebatan mengenai aturan senjata di Thailand semakin memanas setelah kasus ini menjadi penembakan paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Kejadian tragis ini terjadi di provinsi Nonthaburi, yang berbatasan langsung dengan Bangkok. Setelah menembak mati kakek-neneknya di rumah menggunakan pistol milik sang kakek, pelaku kemudian menuju ke sekolah dan menembaki guru serta para siswa. Atthapol masih menduga bahwa serangan itu telah direncanakan sebelumnya. Meskipun demikian, polisi tidak menemukan bukti bahwa remaja tersebut pernah berlatih menembak atau mengikuti latihan di lapangan tembak.

Barang Bukti dan Temuan Penting

Selain senjata api, kepolisian telah menyita selongsong peluru, ponsel, dan sebuah pisau yang ditemukan di tas pelaku. Merujuk pada penyelidikan terhadap komputer milik remaja di rumahnya, kepolisian menyebut bahwa ia pernah mengakses konten kekerasan di media sosial secara rutin.

Petugas forensik kepolisian sebelumnya telah menyatakan bahwa tembakan remaja tersebut cukup akurat. Sejumlah tembakan mengenai titik vital pada tubuh korban. Terdapat catatan penting bahwa seorang guru di sekolah itu pernah menyita senjata yang dipesan secara online dan dibawa ke sekolah.

Korban dan Tanggapan Keluarga

Ayah remaja tersebut telah meminta maaf atas tindakan anaknya. Salah satu guru di sekolah menggambarkan pelaku sebagai murid yang baik dan berprestasi. Otoritas pendidikan di Thailand menyebut remaja itu sebagai anak yang antusias terhadap gim video. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, sebelumnya menyebut nenek pelaku adalah seorang guru yang “mungkin cukup tegas” terhadap remaja tersebut.

“Dia anak yang baik. Anak yang suka melakukan setiap kegiatan,” kata guru musik anak itu. “Dia suka menari.”

Minggu (09/08), puluhan orang berpakaian hitam berkumpul di sebuah kuil Buddha di Provinsi Nonthaburi. Mereka memakamkan anak perempuan berusia 12 tahun yang terluka akibat serangan itu, lalu meninggal dua hari kemudian.

Ringkasan Korban dan Insiden

Pelaku yang diduga melakukan penembakan adalah seorang siswa laki-laki kelas 9 di Sekolah Debsirin Nonthaburi. Ia berusia 14 tahun dan melepaskan tembakan ke arah guru serta rekan-rekan sesama siswa sebelum mengakhiri hidupnya. Sampai saat ini, korban tewas lainnya yang diketahui adalah lima guru di sekolah tersebut, serta kakek dan nenek pelaku di rumahnya. Belakangan, media Thailand melaporkan seorang pelajar juga tewas setelah menderita luka-luka.

Video dari lokasi kejadian memperlihatkan staf sekolah bergegas mengevakuasi para siswa dari ruang kelas, sementara petugas kepolisian berupaya mencari pelaku penembakan. Korban luka mendapat penanganan awal dari tim medis di lokasi sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Insiden ini terjadi setelah penembakan lain di sebuah sekolah di Thailand selatan pada Februari lalu. Peristiwa tersebut kembali memicu perdebatan mengenai keamanan dan regulasi senjata di negara tersebut.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Penembakan Thailand

Berapa jumlah korban tewas dalam penembakan tersebut? Total delapan orang tewas, termasuk lima guru, kakek-nenek pelaku, dan seorang pelajar.

Bagaimana cara remaja belajar menggunakan senjata? Remaja tersebut belajar melalui media sosial dan tutorial online, bukan melalui latihan fisik di lapangan tembak.

Apakah ada regulasi baru yang akan diterapkan? Ya, pemerintah Thailand berencana memberlakukan regulasi baru terkait kepemilikan senjata setelah kasus ini.

Di mana lokasi penembakan terjadi? Penembakan terjadi di Sekolah Debsirin Nonthaburi, provinsi yang berbatasan langsung dengan Bangkok.

Leave a Comment