Berita

Keluarga Sutrimo Pertanyakan Formulir Kronologi-Dompet dan HP yang Tak kembali

Keluarga almarhum Sutrimo mulai mempertanyakan kembali sejumlah dokumen dan barang pribadi yang seharusnya dikembalikan. Awalnya, kematian mendiang diterima

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
kuasa-hukum-keluarga-sutrimo-aan-rohaeni-saat-memberikan-keterangan-kepada-wartawan-usai-melapor-ke-polresta-banyumas-sabtu-88-1786357485293_169
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Keluarga Sutrimo Pertanyakan Formulir Kronologi
  2. Related Reading

Keluarga Sutrimo Pertanyakan Formulir Kronologi

Wahanaberita.com – Keluarga almarhum Sutrimo mulai mempertanyakan kembali sejumlah dokumen dan barang pribadi yang seharusnya dikembalikan. Awalnya, kematian mendiang diterima sebagai hal wajar karena jenazah sudah dikafani dan bersih saat diterima. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai kejanggalan mulai terungkap, termasuk formulir kronologi yang tidak diserahkan dan barang berharga yang tidak kunjung datang.

Sutrimo, seorang pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ditemukan meninggal di depan klinik kecantikan Mordent, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 23 Juli 2026. Saat jenazah diterima, tubuh sudah dalam keadaan bersih dan dikafani, sehingga keluarga tidak melihat tanda-tanda keanehan.

Kematian Diterima sebagai Hal Wajar

Kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, menjelaskan bahwa saat pertama kali menerima mayat, tidak ada yang mencurigakan. Jenazah sudah dalam keadaan bersih dan dikafani.

Pertama memang pada saat mereka terima mayat, memang mayat sudah dikafani, sudah bersih, dan tidak ada yang mencurigakan.

Keluarga juga mengetahui bahwa Sutrimo memiliki riwayat penyakit gula. Informasi yang mereka terima menyebutkan kadar gula darah mendiang mencapai angka 600. Dengan demikian, kematian Sutrimo diterima sebagai sesuatu yang wajar. Jenazah kemudian segera dipulangkan dan dimakamkan pada hari yang sama.

Mereka datang jam 10 (malam) itu ya langsung dikubur. Tidak ada kecurigaan apa pun awalnya.

Kejanggalan Muncul Setelah Pemakaman

Beberapa hari setelah pemakaman, pemberitaan mengenai kematian Sutrimo mulai bermunculan. Hal ini membuat keluarga mulai bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Beberapa hari kemudian kan ada berita dan lain-lain. Pihak keluarga ya di satu sisi merasa, ini ada apa sih.

Aan menjelaskan bahwa keluarga berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka merasakan adanya kejanggalan, namun di sisi lain, mereka takut menghadapi perkara besar yang melibatkan tokoh penting di Indonesia.

Karena ini berkaitan dengan tokoh besar dan perkara besar yang ada di Indonesia. Mereka menyadari kalau misalnya nanti ada laporan, keluarga pasti direpotkan. Mereka ketakutan.

Barang Pribadi dan Formulir Tidak Kembali

Kecurigaan keluarga semakin bertambah setelah ponsel dan dompet milik Sutrimo tidak kunjung dikembalikan. Keluarga juga mempertanyakan identitas orang yang mengantarkan jenazah. Menurut Aan, nomor telepon orang tersebut sebelumnya masih dapat dihubungi, namun kemudian menjadi tidak aktif.

Setelah kita lihat belakangan, HP nggak pulang-pulang. Dompet nggak pulang dan lain-lain. Ya mereka juga kecurigaannya bertambah.

Aan menyebutkan bahwa keluarga Sutrimo memiliki keterbatasan finansial. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi proses hukum yang panjang jika perkara tersebut dilaporkan.

Mereka merasa, ‘saya ini siapa’. Siapa yang menjamin kalau ada masalah? Mau wara-wiri saja pasti mengeluarkan uang. Sementara mereka itu untuk hidup saja susah. Kondisi emosional keluarga, terutama ibu Sutrimo, juga menjadi salah satu pertimbangan.

Formulir Kronologi yang Tersembunyi

Persoalan baru muncul ketika Aan mendapatkan dokumen yang berkaitan dengan kronologi kondisi Sutrimo sebelum meninggal. Aan mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa dalam dokumen tersebut disebutkan adanya busa yang keluar dari mulut dan hidung mendiang.

Saya kaget, nggak ada loh. Kita nggak ada surat dari keterangan rumah sakit yang ada begitu. Kita semuanya bahwa memang ini, karena tidak lengkap. Justru tidak ada apapun gitu kan.

Menurut Aan, formulir kronologi tersebut tidak pernah diserahkan kepada keluarga saat jenazah dipulangkan. Ia menilai bahwa orang yang mengantarkan jenazah dengan sengaja menyembunyikan dokumen tersebut.

Dokumen itu tidak pernah disampaikan kepada keluarga. Jadi memang pengantar jenazah dengan sengaja, orang pengirim jenazah itu menyembunyikan satu formulir kronologis tadi.

FAQ: Pertanyaan Umum

1. Kapan Sutrimo ditemukan meninggal? Sutrimo ditemukan meninggal pada Kamis, 23 Juli 2026, di depan klinik kecantikan Mordent, Jakarta Selatan.

2. Apa yang tidak dikembalikan kepada keluarga? Ponsel dan dompet milik Sutrimo tidak kunjung dikembalikan setelah pemakaman.

3. Apa yang tersembunyi dalam formulir kronologi? Dalam formulir kronologi disebutkan adanya busa yang keluar dari mulut dan hidung mendiang, namun dokumen ini tidak diserahkan kepada keluarga.

4. Mengapa keluarga awalnya tidak curiga? Jenazah sudah dikafani dan bersih saat diterima, serta Sutrimo memiliki riwayat penyakit gula dengan kadar 600.

5. Siapa yang mengantarkan jenazah? Orang yang mengantarkan jenazah memiliki nomor telepon yang sebelumnya aktif namun kemudian menjadi tidak aktif.

Leave a Comment