Berita

Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin: Bukan Perkara Kecil

Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 ton ketamin yang berhasil diamankan di perairan Kepulauan Riau. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
anggota-komisi-iii-dpr-ri-fraksi-partai-gerindra-bimantoro-wiyono-dokistimewa-1786365676625_169
Foto : James Thomas - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin
  2. Related Reading

Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin

Wahanaberita.com – Gerindra Apresiasi BNN Bongkar Penyelundupan 1,3 ton ketamin yang berhasil diamankan di perairan Kepulauan Riau. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap respons cepat Badan Narkotika Nasional (BNN). Operasi besar-besaran ini melibatkan sinergi antara BNN, Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan upaya penyelundupan zat psikotropika kelas berat.

Pengungkapan ini menjadi momen penting bagi Indonesia dalam melindungi warganya, terutama generasi muda, dari bahaya narkoba. Bimantoro menilai keberhasilan operasi ini sebagai pencapaian signifikan yang menunjukkan komitmen kuat aparat keamanan nasional dalam memberantas peredaran gelap narkoba di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi Berhasil Tangkap 8 Pelaku

Dalam keterangannya yang disampaikan pada Senin (10/8/2026), politikus Gerindra ini menegaskan bahwa penangkapan para awak kapal hanyalah awal dari proses yang lebih besar. Operasi pengungkapan ini berlangsung pada Jumat (7/8) dengan hasil luar biasa. Tim gabungan berhasil mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK) yang terlibat dalam jaringan penyelundupan.

Mereka terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM berusia 43 tahun dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44). Para pelaku diketahui menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas mengamankan 65 karung yang berisi 1.300 bungkus teh cina dengan total berat sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi bahwa seluruh sampel positif mengandung ketamin.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah cepat BNN dalam pengungkapan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin. Ini bukan perkara kecil. Barang sebanyak itu menunjukkan adanya ancaman serius dari jaringan peredaran gelap yang harus kita lawan bersama,” kata Bimantoro.

Harapan Pembongkaran Hingga Akar Jaringan

Ia mendorong seluruh aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku lapangan saja. Proses penyelidikan harus dilanjutkan hingga mengungkap seluruh rantai distribusi, mulai dari pengendali utama, pemodal, pemasok, hingga penerima barang di tujuan akhir. Menurut Bimantoro, jaringan narkoba memiliki pola kerja yang sangat terorganisir dan memanfaatkan berbagai celah, termasuk jalur laut.

“Jangan berhenti di pelaku lapangan. Bongkar sampai ke akar-akarnya. Siapa yang membiayai, siapa yang mengendalikan, dari mana barang ini berasal, siapa penerimanya, dan ke mana jaringan ini akan mendistribusikannya harus diungkap secara tuntas,” tegasnya.

Penindakan fisik harus diimbangi dengan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh jalur potensial. Politikus ini juga menyoroti perkembangan modus penyalahgunaan ketamin yang semakin beragam. Salah satunya adalah kemungkinan zat tersebut dimodifikasi dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat menyasar generasi muda dengan cara yang lebih sulit terdeteksi.

“Modusnya terus berkembang. Karena itu, pengawasan juga harus berkembang. Negara tidak boleh kalah cepat dari para sindikat narkoba. Teknologi, intelijen, pengawasan perbatasan, dan koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat,” ujar Bimantoro.

Penguatan Koordinasi dan Partisipasi Masyarakat

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku industri kemaritiman untuk meningkatkan kewaspadaan. Pelaporan aktivitas mencurigakan terkait penyelundupan narkoba dan zat psikotropika sangat diharapkan dari seluruh lapisan masyarakat. Sinergitas antara aparat dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan perang melawan narkoba.

“Perang melawan narkoba bukan hanya tugas satu lembaga. Ini tugas bersama. Sinergitas aparat dan partisipasi masyarakat harus diperkuat agar Indonesia benar-benar terbebas dari ancaman narkoba,” pungkas Bimantoro.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Operasi Penyelundupan Ketamin

Berapa berat total ketamin yang berhasil diamankan? Total berat ketamin yang berhasil diamankan adalah sekitar 1,3 ton atau setara dengan 1.298 kilogram dalam 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina.

Siapa saja yang terlibat dalam operasi ini? Operasi melibatkan sinergi antara BNN, Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut dalam menggagalkan upaya penyelundupan.

Kapan operasi pengungkapan ini berlangsung? Operasi pengungkapan berlangsung pada Jumat (7/8) dengan keterangannya disampaikan pada Senin (10/8/2026).

Apa yang menjadi perhatian khusus terkait modus ketamin? Salah satu modus yang menjadi perhatian adalah kemungkinan ketamin dimodifikasi dan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik atau vape yang menyasar generasi muda.

Bagaimana peran masyarakat dalam operasi ini? Masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku industri kemaritiman diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan aktivitas mencurigakan terkait penyelundupan narkoba.

Leave a Comment