Melindungi Tuah Marwah

Apel Siaga Karhutla, Kapolda Riau Tekankan Kolaborasi Polri-TNI-Pemda

Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah

Desk Melindungi Tuah Marwah
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
polda-riau-bersama-tni-dan-pemrov-menggelar-apel-kesiapsiagaan-penanganan-karhutla-1786365846322_169
Foto : Robert Brown - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau: Strategi Kolaborasi Lintas Sektor
  2. Related Reading

Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau: Strategi Kolaborasi Lintas Sektor

Wahanaberita.com – Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Polda Riau bersama TNI serta Forkopimda setempat menggelar apel kesiapsiagaan yang bertujuan meningkatkan koordinasi dalam pencegahan dan penanganan bencana karhutla di Bumi Lancang Kuning.

Acara yang berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026 ini dipimpin oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Beliau didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana di Mapolda Riau. Kehadiran juga ditandai oleh Kalaksa BPBD Riau M Edy Afrizal, Koordinator Wilayah BMKG Provinsi Riau Warjono, Kepala SAR Riau Budi Cahyadi, dan tokoh adat dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Peralatan Taktis dan Sistem Pemantauan Modern

Dalam kegiatan tersebut, berbagai peralatan teknis dan taktis untuk pemadaman karhutla dipamerkan secara langsung. Salah satu yang menarik perhatian adalah pesawat nirawak atau drone yang digunakan untuk memantau hotspot dari udara dengan lebih efektif dan cepat.

Penggunaan teknologi modern ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi deteksi dini dan mempercepat respons terhadap titik api yang muncul di berbagai wilayah Riau. Selain drone, peralatan pemadam lainnya juga disiapkan untuk menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.

Early Warning to Early Action

SF Hariyanto menekankan pentingnya mengubah peringatan dini menjadi tindakan konkret di lapangan. Bulan Agustus hingga September merupakan masa kritis puncak musim kemarau. Seluruh instansi diminta memastikan lima poin kesiapan, yaitu kesiapan personel dan peralatan, kesatuan data dan koordinasi, penguatan patroli dan jejaring masyarakat, respons cepat serta tindakan awal, dan prioritas keselamatan personel dan perlindungan.

Prinsipnya jelas, peringatan dini harus segera diikuti dengan tindakan nyata. Hal ini harus menjadi pola kerja kita bersama.

Ungkapan tersebut disampaikan SF Hariyanto di Mapolda Riau pada Senin, 10 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau untuk memastikan kesiapan seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi Lintas Instansi yang Berkelanjutan

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menjelaskan bahwa apel ini menegaskan kembali kolaborasi antara TNI, Polri, Pemprov Riau, dan seluruh elemen masyarakat dalam penanganan karhutla.

Apel kesiapsiagaan ini bukan hanya hari ini kita lakukan, bahkan jauh-jauh hari dari bulan Maret sampai total ada 63 Apel Kesiapsiagaan tergelar di seluruh kota/kabupaten Provinsi Riau.

Menurut Irjen Herry Heryawan, kegiatan ini membuktikan keseriusan Polda Riau, TNI, Pemprov Riau, dan Forkopimda dalam menghadapi potensi karhutla serta fenomena El Nino. Polda Riau bersama aparat TNI dan Forkopimda menyusun tiga langkah strategis untuk penanganan bencana ini.

Yang pertama adalah kegiatan pencegahan dengan berbagai macam upaya baik pembuatan embung, sekat kanal, penyiapan sumur, menara pantau, dan lain sebagainya.

Selain itu, Pemprov Riau telah mengeluarkan maklumat terkait karhutla sebagai bentuk ketegasan pemerintah daerah. Upaya pencegahan juga dilakukan secara door to door kepada masyarakat untuk memberikan edukasi.

Karena predisi BMKG di Bulan Maret kita akan menghadapi bencana 20 tahunan yang sering terjadi—terakhir tahun 1997—dan upaya penegakan hukum terakhir.

Komitmen Penegakan Hukum

Kapolda Riau juga menyampaikan bahwa aparat penegak hukum berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan, termasuk karhutla.

Saya dan Pak Kajati sepakat bahwa kita akan melakukan penegakan hukum khusus untuk para perambah, pembakar lahan, tentunya dengan landasan Hak Asasi Manusia (HAM) dan terukur.

Kolaborasi ini diharapkan dapat meminimalkan dampak bencana karhutla di Riau melalui pendekatan yang komprehensif dan terkoordinasi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Apel Siaga Karhutla

Apa itu Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau? Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau adalah kegiatan kesiapsiagaan yang melibatkan Polri, TNI, dan Pemda untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau.

Kapan Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau dilaksanakan? Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 di Mapolda Riau.

Apa saja langkah strategis yang diambil dalam Apel Siaga Karhutla Kapolda Riau? Tiga langkah strategis meliputi pencegahan melalui pembuatan embung dan sekat kanal, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, dan penguatan koordinasi antar lembaga.

Mengapa Riau perlu waspada terhadap karhutla? Riau perlu waspada karena prediksi BMKG menunjukkan kemungkinan terjadinya bencana karhutla besar yang terakhir terjadi pada tahun 1997, diperparah oleh fenomena El Nino.

Leave a Comment