Berita

Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Eks Pemilik Utang ke Bank Buat Lapangan Padel

Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap keterkaitan eks pemilik dengan utang bank yang digunakan untuk pembangunan fasilitas olahraga. Ratusan senjata airsoft gun

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
kuasa-hukum-yayasan-sekolah-swasta-di-jaksel-hermawanto-menjelaskan-soal-temuan-ratusan-senjata-1786150520216_169
Foto : Mary Davis - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Utang Bank untuk Lapangan Padel
  2. Related Reading

Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap Utang Bank untuk Lapangan Padel

Wahanaberita.com – Yayasan Sekolah di Jaksel Ungkap keterkaitan eks pemilik dengan utang bank yang digunakan untuk pembangunan fasilitas olahraga. Ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan di gudang sekolah menjadi sorotan publik, namun yang lebih menarik adalah pengungkapan penggunaan dana pinjaman bank atas nama yayasan. Hermawanto, pengacara yang mewakili yayasan, menjelaskan bahwa IWD memanfaatkan status yayasan sebagai jaminan ketika mengajukan kredit perbankan. Dana tersebut kemudian dialokasikan untuk pembangunan lapangan padel yang dikelola oleh keluarga IWD.

Detil Utang dan Penggunaan Dana

Pengungkapan ini muncul setelah pihak yayasan menemukan sejumlah senjata airsoft gun di dalam ruangan IWD. Sebelumnya, IWD menjabat sebagai pemilik yayasan sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan. Selain itu, pihak yayasan juga menyingkapkan bahwa IWD memanfaatkan status yayasan untuk keperluan pribadi, termasuk dalam hal permodalan. Hermawanto menambahkan bahwa IWD juga memanfaatkan area sekolah sebagai tempat penyimpanan senjata-senjata tersebut. Serangkaian tindakan inilah yang menjadi alasan kuat bagi pihak yayasan untuk membuat laporan resmi kepada kepolisian.

“Termasuk juga peminjaman kredit Bank atas nama yayasan namun uangnya digunakan untuk membangun lapangan padel, yang dikelola keluarga IWD,” kata Hermawanto dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

“Serangkaian perbuatan-perbuatan yang kemudian menjadi dasar pelaporan kepada kepolisian,” tuturnya.

Klarifikasi dari Eks Ketua Yayasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra yang merupakan kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, memberikan klarifikasi terkait temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa sebanyak 995 pucuk senjata airsoft gun merupakan aset milik perusahaannya. Senjata-senjata itu disimpan di gudang sekolah sebagai bagian dari rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dengan pengurus yayasan sekolah pada tahun 2020.

Alhadid mengklaim bahwa seluruh senjata tersebut memiliki izin resmi. Ia juga mengaku telah menunjukkan surat izin kepada pihak kepolisian terkait keberadaan senjata-senjata tersebut. Menurut Alhadid, pihak yayasan yang kini menjabat sebenarnya sudah mengetahui keberadaan senjata di gudang. Ia merasa heran karena pihak yayasan seolah-olah baru saja menyadari asal-usul senjata tersebut.

“Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut,” kata Alhadid.

“Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.

Konflik Internal Yayasan

Alhadid menduga bahwa masalah ini muncul akibat adanya konflik internal di kepengurusan yayasan sekolah. Konflik tersebut bermula sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak. Ia menjelaskan bahwa pembina Bu N sudah menduduki posisi sejak April 2026 dan selama 5 bulan menjabat, ia memberhentikan pembina lain yang sebelumnya telah menduduki posisi tersebut.

“Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain,” jelasnya.

FAQ: Pertanyaan Umum

Berapa jumlah senjata airsoft gun yang ditemukan? Sebanyak 995 pucuk senjata airsoft gun ditemukan di gudang sekolah.

Apa tujuan penggunaan dana pinjaman bank? Dana pinjaman bank digunakan untuk pembangunan lapangan padel yang dikelola keluarga IWD.

Kapan konflik internal yayasan bermula? Konflik bermula sejak pembina Bu N memberhentikan pembina lain setelah menduduki posisi sejak April 2026.

Apakah senjata-senjata tersebut memiliki izin resmi? Ya, Alhadid mengklaim seluruh senjata memiliki izin resmi dan telah menunjukkan surat izin kepada kepolisian.

Leave a Comment