Berita

Sekolah di Jaksel Tempat Temuan Senjata Bakal Terapkan PJJ Sementara

Sekolah di Jaksel Tempat Temuan Senjata - Sejumlah lembaga pendidikan swasta yang berada di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memutuskan untuk

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
alvon-kurnia-parma-pengacara-yayasan-sekolah-di-jaksel-tempat-temuan-senjata-saat-konferensi-pers-1786267194234_169-1
Foto : Betty Taylor - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Sekolah di Jaksel Tempat Temuan Senjata Bakal Terapkan PJJ Sementara
  2. Related Reading

Sekolah di Jaksel Tempat Temuan Senjata Bakal Terapkan PJJ Sementara

Wahanaberita.com – Sekolah di Jaksel Tempat Temuan Senjata – Sejumlah lembaga pendidikan swasta yang berada di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau PJJ secara sementara. Keputusan strategis ini diambil setelah adanya penemuan massal sebanyak 996 unit senjata di salah satu gedung sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebijakan pembelajaran daring ini akan berlaku selama satu minggu penuh, dimulai dari hari Senin depan hingga akhir pekan mendatang.

Alvon Kurnia Parma, yang merupakan pengacara perwakilan yayasan sekolah, memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta Selatan pada hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026, ia menekankan bahwa keselamatan para siswa menjadi prioritas utama. “Kami ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan anak-anak selama masa transisi ini,” ujarnya dengan tegas.

Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh.

Selain menerapkan sistem PJJ, pihak sekolah juga telah mengkoordinasikan permintaan kepada aparat kepolisian untuk melakukan proses sterilisasi lokasi secara menyeluruh. Menurut Alvon, langkah sterilisasi ini memiliki peran penting guna menghilangkan kesan negatif yang mungkin masih tertinggal di benak masyarakat terkait dengan insiden penemuan senjata tersebut. Proses pembersihan dan penertiban akan dilakukan di berbagai area yang terdampak.

Seiring dengan ini sebenarnya ya, seiring dengan ini kami sangat mendorong, sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui.

Komunikasi dengan KPAI dan Rencana Audiensi

Annisa Ismail, kuasa hukum lainnya yang terlibat dalam kasus ini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. Mereka berencana melakukan audiensi langsung dengan lembaga perlindungan anak tersebut untuk membahas berbagai aspek terkait insiden ini. Audiensi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada hari Senin berikutnya.

Jadi ke KPAI rencananya adalah besok pada hari Senin jam 10.00 WIB kami sudah ada komunikasi dengan KPAI untuk berada di sana, dan kami terima kasih seperti tadi sudah disampaikan mendapat respons yang sangat positif.

Penjelasan Mengenai Senjata dan Konflik Internal Yayasan

Alhadid Endar Putra, yang menjabat sebagai kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, memberikan klarifikasi penting mengenai status senjata-senjata yang ditemukan. Ia menjelaskan bahwa sebanyak 995 pucuk senjata airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaannya secara resmi. Senjata-senjata ini telah disimpan di gudang sekolah sejak tahun 2020, seiring dengan rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah pada masa itu.

Alhadid menegaskan dengan kuat bahwa seluruh senjata tersebut memiliki status resmi dan dilengkapi dengan izin yang lengkap. Ia juga telah menunjukkan surat izin kepada pihak kepolisian dan berencana memamerkan dokumen-dokumen tersebut di Polres Jakarta Selatan sebagai bentuk transparansi. “Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut,” jelasnya.

Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut.

Mengenai peran yayasan sekolah, Alhadid menyatakan bahwa pihak yayasan sebenarnya sudah mengetahui keberadaan senjata di gudang sejak lama. Ia merasa heran karena seolah-olah yayasan baru menyadari asal-usul senjata tersebut setelah insiden ini terjadi. “Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ujarnya sambil menunjukkan ketidakpercayaannya.

Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya.

Alhadid menduga bahwa masalah ini muncul akibat konflik internal yang terjadi di kepengurusan yayasan. Konflik tersebut bermula sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak. “Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain,” paparnya panjang lebar.

Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Insiden Sekolah di Jaksel

Berapa lama PJJ akan diterapkan di sekolah tersebut? PJJ akan berlaku selama satu minggu penuh, dimulai dari hari Senin hingga akhir pekan mendatang.

Apakah semua senjata yang ditemukan memiliki izin resmi? Ya, seluruh 996 unit senjata yang ditemukan memiliki izin resmi dan telah ditunjukkan kepada pihak kepolisian.

Mengapa yayasan sekolah baru menyadari keberadaan senjata? Hal ini diduga akibat konflik internal di kepengurusan yayasan yang terjadi sejak pembina sebelumnya diberhentikan secara sepihak.

Kapan audiensi dengan KPAI akan dilaksanakan? Audiensi dengan KPAI dijadwalkan pada hari Senin pukul 10.00 WIB.

Apakah proses sterilisasi lokasi sudah dimulai? Pihak sekolah telah meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan sterilisasi di berbagai area yang terdampak insiden.

Leave a Comment