Berita

Yayasan Sekolah Jaksel Bantah Polemik Penemuan Senjata karena Konflik Pendiri

Isu penemuan ratusan senjata airsoft gun di lingkungan sekolah swasta Jakarta Selatan kembali menjadi perbincangan hangat. Yayasan Sekolah Jaksel Bantah

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
alvon-kurnia-parma-pengacara-yayasan-sekolah-di-jaksel-tempat-temuan-senjata-saat-konferensi-pers-1786267194234_169
Foto : Jessica Johnson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Yayasan Sekolah Jaksel Bantah Polemik Senjata dan Konflik Pendiri
  2. Related Reading

Yayasan Sekolah Jaksel Bantah Polemik Senjata dan Konflik Pendiri

Wahanaberita.com – Isu penemuan ratusan senjata airsoft gun di lingkungan sekolah swasta Jakarta Selatan kembali menjadi perbincangan hangat. Yayasan Sekolah Jaksel Bantah Polemik yang muncul akibat temuan 995 pucuk senjata tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada hubungannya dengan konflik antarpendiri. Alhadid Endar Putra, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin dan kuasa hukum IWD, memberikan klarifikasi resmi bahwa seluruh senjata airsoft gun itu merupakan aset perusahaan yang telah disimpan di gudang sekolah sejak tahun 2020.

Menurut penjelasan Alhadid, penyimpanan senjata-senjata tersebut berkaitan erat dengan rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak yang telah disepakati antara perusahaan dan pengurus yayasan pada masa lalu. Ia menegaskan bahwa setiap senjata memiliki izin resmi yang telah ia tunjukkan kepada pihak kepolisian setempat. Alhadid juga berencana membuka dokumen-dokumen perizinan tersebut di Polres untuk membuktikan keabsahan kepemilikan senjata-senjata tersebut secara publik.

Yang menarik, Alhadid menambahkan bahwa pengurus yayasan saat ini sebenarnya sudah mengetahui keberadaan senjata-senjata tersebut sejak lama. Ia merasa heran mengapa isu ini tiba-tiba menjadi sorotan media seolah-olah pihak yayasan baru saja menyadari keberadaan senjata-senjata tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa informasi tentang senjata-senjata itu sudah tersebar di kalangan internal yayasan.

Akar Masalah Konflik Internal

Alhadid menduga bahwa masalah ini muncul akibat adanya ketegangan internal dalam kepengurusan yayasan. Konflik tersebut diperkirakan bermula ketika pembina yayasan periode sebelumnya, yaitu Bu N, diberhentikan secara sepihak. Bu N telah menjadi pembina dan mengendalikan operasional fisik sejak April 2026. Selama lima bulan masa kepemimpinannya, ia sempat memberhentikan pembina lain sebelum akhirnya terjadi perselisihan yang memicu munculnya berbagai isu.

Pertama-tama, tidak ada konflik dalam artian di antara pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti, pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya-selain dari Bapak Adam Malik, mantan Wakil Presiden-kemudian juga dengan Bapak Mahwardi Labae, serta Bapak Suro yang dituduh kemarin-kemarin itu.

Di sisi lain, Alvon Kurnia Palma sebagai kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan secara tegas membantah bahwa penemuan senjata disebabkan oleh konflik antarpendiri. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan pada Minggu, 9 Agustus 2026, Alvon menegaskan bahwa tidak ada perselisihan di antara para pendiri yayasan. Alvon menjelaskan bahwa sekolah ini didirikan dengan tujuan utama memberikan pendidikan kepada anak-anak. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengembalikan sekolah kepada visi-misi awal pendiriannya, yaitu mencetak generasi yang saleh sebagai harapan bersama.

Tudingan Penyalahgunaan Aset Yayasan

Sementara itu, pengacara yayasan lainnya, Hermawanto, mengungkapkan adanya sejumlah masalah terkait tata kelola organisasi. Ia menuding IWD telah masuk ke dalam kepengurusan yayasan bersama anggota keluarganya dan memanfaatkan aset yayasan untuk kepentingan pribadi. Hermawanto juga menyebutkan adanya dugaan pengajuan kredit bank atas nama yayasan yang sebenarnya digunakan untuk pembangunan fasilitas pribadi.

Fakta hari ini menunjukkan bahwa ada dugaan penyalahgunaan yayasan yang dilakukan oleh IWD, yang berpotensi hanya untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Salah satu contoh konkret adalah peminjaman kredit bank yang dananya dialokasikan untuk membangun lapangan padel yang dikelola oleh keluarga IWD. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam tudingan penyalahgunaan aset yayasan yang sedang diselidiki. Kedua belah pihak kini berada dalam posisi berbeda mengenai penyebab munculnya isu senjata ini. Sementara Alhadid melihat adanya konflik internal, pihak yayasan tetap berpegang pada pernyataan bahwa tidak ada perselisihan di antara para pendiri.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Kasus Ini

Berapa jumlah senjata airsoft gun yang ditemukan? Terdapat 995 pucuk senjata airsoft gun yang ditemukan di lingkungan sekolah.

Kapan senjata-senjata tersebut disimpan di sekolah? Senjata-senjata tersebut telah disimpan di gudang sekolah sejak tahun 2020.

Apakah ada izin resmi untuk senjata-senjata tersebut? Ya, setiap senjata memiliki izin resmi yang telah ditunjukkan kepada kepolisian.

Siapa saja pendiri yayasan yang terlibat? Para pendiri yang terlibat antara lain Bapak Adam Malik, Bapak Mahwardi Labae, dan Bapak Suro.

Kapan konferensi pers klarifikasi digelar? Konferensi pers klarifikasi digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Jakarta Selatan.

Leave a Comment