Berita

Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan Senjata di Sekolah Jaksel

Pihak yayasan yang mengelola sekolah swasta di wilayah Jakarta Selatan telah mengungkap kronologi penemuan ratusan senjata di dalam ruangan yang sebelumnya

Desk Berita
Published Agustus 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
pendiri-yayasan-sekolah-swasta-di-jaksel-yang-ditemukan-senjata-adrialdetikcom-1786266610236_169
Foto : Sandra Wilson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jakarta Selatan: Penjelasan Lengkap dari Yayasan dan Eks Ketua
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah Jakarta Selatan: Penjelasan Lengkap dari Yayasan dan Eks Ketua

Wahanaberita.com – Pihak yayasan yang mengelola sekolah swasta di wilayah Jakarta Selatan telah mengungkap kronologi penemuan ratusan senjata di dalam ruangan yang sebelumnya menjadi milik eks ketua yayasan. Hermawanto, pengacara yang mewakili yayasan tersebut, menjelaskan bahwa kunci ruangan ini sempat dibawa oleh IWD, sang eks ketua yayasan.

Menurut Hermawanto, peristiwa pertama kali terjadi pada tanggal 10 Juli 2026. Saat itu, penemuan senjata bermula dari ruangan yang kuncinya telah dibawa oleh Pak IWD bersama rekan-rekannya. Penjelasan ini disampaikan di kawasan Jakarta Selatan pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2026.

“Jadi awal peristiwa tanggal 10 bulan Juli tahun 2026, ketika penemuan pertama senjata itu berawal dari ruangan itu kuncinya dibawa oleh Pak IWD dan kawan-kawan,” kata Hermawanto.

Karena tidak memiliki akses langsung ke ruangan tersebut, Hermawanto menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat sebanyak tiga kali kepada IWD. Surat terakhir berisi tenggat waktu yang diberikan agar ruangan tersebut segera dibuka.

“Kita kasih batas waktu. Kalau tanggal 10 bulan Juli Anda tidak membuka ruangan itu, maka kami yang akan membukanya. Akhirnya terjadilah kesepakatan tanggal 10 itu ruangan akan dibuka karena mereka akan mengambil barang-barang,” ungkapnya.

Hermawanto juga menegaskan bahwa jika yayasan memiliki akses terhadap ruangan tersebut dan kunci berada di tangan mereka, maka tidak perlu meminta izin untuk masuk. Ia juga membantah klaim bahwa pihak IWD selama berbulan-bulan tidak memiliki akses ke sekolah. Hingga saat ini, masih terdapat beberapa ruangan yang kuncinya dipegang oleh pihak IWD.

“Jadi kalau ada narasi yang menyatakan bahwa lima bulan tidak punya akses, dan rungan dikuasai oleh pihak pengelola sekolah yang baru, maka saya harus mengatakan bahwa narasi itu tidak benar,” ucapnya.

Saat pembukaan ruangan, penemuan senjata juga dilakukan oleh pihak IWD. Hingga kini, masih ada dua ruangan yang digaris polisi. Namun, terdapat satu ruangan tambahan yang tidak digaris polisi, yaitu ruangan bagian keuangan yang berisi data-data buku-buku saja.

“Kalau sekarang totalnya itu ada dua ruangan yang masih di-police line. Gitu ya, yang di-police line. Tapi kalau ruangan ada satu lagi ruangan yang tidak di-police line, tapi itu ruangan bagian keuangan yang isinya kelihatan kalau dari luar, dari kaca, itu data-data buku-buku saja,” sebutnya.

Tanggapan dari Pihak Eks Ketua Yayasan

Sebelumnya, Alhadid Endar Putra, selaku kuasa IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, menyatakan bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaannya. Senjata-senjata ini disimpan di gudang sekolah sebagai bagian dari rencana kerja sama ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada tahun 2020.

Alhadid mengklaim bahwa senjata-senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Ia juga mengaku telah memperlihatkan surat izin tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut Alhadid, pihak kepolisian juga bertanya dan mereka menunjukkan surat izin tersebut. Izin-izin tersebut akan ditampilkan di Polres.

“Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut,” kata Alhadid.

Menurut Alhadid, pihak yayasan yang saat ini sudah mengetahui adanya senjata yang disimpan di gudang. Ia merasa heran karena pihak yayasan sekolah seolah-olah tidak mengetahui asal-usul senjata tersebut. Alhadid juga menyatakan bahwa ia tidak tahu mengapa tiba-tiba masalah ini meledak, padahal mereka seharusnya sudah tahu bahwa senjata tersebut sudah ada izinnya.

“Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.

Alhadid menduga bahwa persoalan ini mencuat karena adanya konflik di internal kepengurusan yayasan sekolah. Konflik tersebut terjadi sejak pembina yayasan yang sebelumnya diberhentikan secara sepihak. Ia menjelaskan bahwa Bu N, yang merupakan pembina, sudah menduduki posisi sejak April 2026. Selama lima bulan tersebut, Bu N menduduki posisi tersebut sebelum memberhentikan pembina lain.

“Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain,” jelasnya.

Frequently Asked Questions

What is Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan?

Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan matter?

Yayasan Ungkap Awal Mula Ditemukan Ratusan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment