Internasional

2 Serangan Bom Guncang Kolombia Sehari Setelah Pelantikan Presiden Baru

2 Serangan Bom Guncang Kolombia terjadi tepat sehari setelah upacara pelantikan Abelardo de la Espriella sebagai presiden baru negara tersebut. Ledakan yang

Desk Internasional
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
dd437387-e3be-47b2-a501-1cfba13979b6_169
Foto : Jennifer Jackson - wahanaberita.com
Table of Contents
  1. 2 Serangan Bom Guncang Kolombia: Ancaman Baru bagi Pemerintahan Abelardo de la Espriella
  2. Related Reading

2 Serangan Bom Guncang Kolombia: Ancaman Baru bagi Pemerintahan Abelardo de la Espriella

Wahanaberita.com – 2 Serangan Bom Guncang Kolombia terjadi tepat sehari setelah upacara pelantikan Abelardo de la Espriella sebagai presiden baru negara tersebut. Ledakan yang terjadi pada Sabtu dini hari ini menunjukkan bahwa tantangan keamanan masih menjadi prioritas utama bagi pemerintahan yang baru saja resmi mengambil alih tampuk kepemimpinan di kota Cali, bagian barat daya Kolombia.

Insiden ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat setelah De la Espriella dilantik pada hari Jumat. Dua ledakan bom yang terpisah menunjukkan adanya koordinasi atau setidaknya kesamaan motif dari kelompok-kelompok pemberontak yang tidak puas dengan kebijakan baru pemerintahan.

Detail Serangan Pertama dan Kedua

Menurut laporan resmi dari Angkatan Darat Kolombia, serangan pertama dilakukan oleh kelompok gerilyawan FARC yang masih setia terhadap perjanjian damai tahun 2016. Mereka menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol di kawasan sekitar Cali. Dalam serangan ini, dua anggota keamanan dilaporkan mengalami luka ringan namun tidak mengancam jiwa.

Serangan kedua dipimpin oleh Ivan Morodisco, seorang gerilyawan yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling dicari di seluruh wilayah Kolombia. Kelompok Morodisco yang memutuskan diri dari perjanjian damai FARC-Pemerintah ini menyerang lokasi pembangunan gerbang tol di Santander de Quilichao, sepanjang jalan raya Pan-American.

2 Serangan Bom Guncang Kolombia ini menunjukkan bahwa ancaman dari kelompok pemberontak masih sangat nyata dan memerlukan respons tegas dari pemerintah baru.

Insiden Terpisah di Cesar

Selain dua serangan bom utama, insiden terpisah juga terjadi di departemen Cesar yang berjarak sekitar 1.000 kilometer dari ibukota Bogota. Sebuah pesawat nirawak yang membawa bahan peledak berhasil menabrak kantor polisi setempat, menyebabkan satu petugas keamanan tewas dalam kejadian tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum berhasil mengidentifikasi identitas para pelaku yang bertanggung jawab atas serangan menggunakan teknologi drone ini. Insiden ini menambah daftar tantangan keamanan yang dihadapi oleh pemerintahan De la Espriella sejak hari pertama menjabat.

Respons Tegas Presiden Baru

Abelardo de la Espriella langsung memberikan respons tegas melalui platform media sosialnya setelah mengetahui berita serangan. Ia menekankan bahwa setiap upaya merusak fasilitas publik merupakan ancaman langsung terhadap kemajuan bangsa yang sedang dibangun.

Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas.

Pesan keras ini sesuai dengan janji kampanye De la Espriella yang dikenal sebagai pemimpin sayap kanan dengan pendekatan garis keras terhadap narkoterorisme. Ia telah lama berjanji akan memerangi kejahatan terorganisir tanpa melakukan gencatan senjata dengan kelompok-kelompok pemberontak.

Tantangan Keamanan di Depan Mata

Gaya kepemimpinan yang konfrontatif ini menjadi ciri khas De la Espriella sejak pertama kali menjabat. Ia secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Nayib Bukele dari El Salvador, yang dikenal dengan pendekatan keras terhadap kejahatan.

Kini, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perlawanan keras dari kelompok gerilyawan dan jaringan penyelundup narkoba yang beroperasi di dalam negeri. 2 Serangan Bom Guncang Kolombia ini menjadi ujian pertama bagi pemerintahan baru dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan situasi di Kolombia, pembaca dapat mengunjungi [artikel terkait keamanan Kolombia](https://news.detik.com/internasional/d-8610751/2-serangan-bom-guncang-kolombia-sehari-setelah-pelantikan-presiden-baru).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Serangan Bom di Kolombia

Apa yang menyebabkan serangan bom di Kolombia? Serangan bom disebabkan oleh kelompok pemberontak FARC dan faksi Ivan Morodisco yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah baru terhadap perjanjian damai dan pemberantasan narkoterorisme.

Berapa korban dalam serangan tersebut? Dalam serangan bom, dua anggota keamanan mengalami luka ringan. Sementara itu, satu petugas keamanan tewas dalam insiden terpisah menggunakan pesawat nirawak di Cesar.

Siapa Abelardo de la Espriella? Abelardo de la Espriella adalah presiden baru Kolombia yang dilantik pada hari Jumat di kota Cali. Ia dikenal sebagai pemimpin sayap kanan dengan pendekatan garis keras terhadap kejahatan terorganisir.

Apakah serangan ini terkait dengan perjanjian damai 2016? Ya, salah satu penyerang adalah faksi Ivan Morodisco yang memutuskan diri dari perjanjian damai bersejarah antara FARC dan pemerintah Kolombia pada tahun 2016.

Berapa jarak Cesar dari ibukota Kolombia? Departemen Cesar berjarak sekitar 1.000 kilometer dari ibukota Bogota, di mana insiden pesawat nirawak menabrak kantor polisi terjadi.

Leave a Comment